29.8.15

Ongkang2 kaki

Hobi saya itu ongkang2 kaki sambil santai kayak di pantai. Sayangnya walau beneran santai kayak beneran di pantai sekalipun, otak ini penuh dengan daftar pekerjaan yang harus dilakukan, mulai dari ngosek WC sampai merencanakan pembangunan pabrik peniti saya. Jadinya lah ya hobi ongkang2 kaki jadi ga ada efek rileks2nya lagi. Malahan nambah sepaneng karena apa yang mau dan harus saya lakukan selalu bertambah.

Baiklah, ongkang2 kaki harus di keluarkan dari daftar hobi. Seriusssss saya udah gamau ongkang2 kaki lagi. Jadi kalau panjenengan melihat saya lagi ongkang2 kaki sambil santai kayak di pantai, itu adalah pemaksaan dua balita itu terhadap saya.

Iyaah saya terpaksa ongkang2 kaki. Soalnya yaaa tiap saya ngosek WC ada yang ikutan ngesot di lantai WC,walhasil cucian nambah. Lalu tiap saya nyalain leptop ada yang rewel minta pangku lalu pukul2 laptop saya satu2nya. Begitu juga kalau mesin jahit saya menyala, benangnya ada yang menarik2. Lalu kalau saya lagi coret2 dikertas ada yang teriak2 'Ibu,liat aku lah!'

Kalau sudah begini mari kita berdoa pada Allah SWT supaya suami cepet pulang. Pak Suami, your working hours is killing me.

18.9.14

Go!

You can not expect everybody to stand on the same line with you. So? Just bang it,girl!

16.9.14

Happy anniversary, dear us!

Me : Elang itu sukanya gitu deh. Teriak-teriak kalau ga mau disuruh mandi
Him : All child do that
Me : Aku dulu engga gitu
Him : Kamu itu bukan child, tapi childish
Me : Nah itu dia ay. Kamu kan cocok sama anak-anak. Makanya cocok juga aku yg kekanak-kanakan ini cocok sama kamu
Him : -_-

Late post.
Happened several days before 040914.
Crossed mind at 040914.
Written at 050914.
Published 160914.

Mari

Saya pikir masing-masing orang pasti punya kegelisahannya sendiri-sendiri. Betapapun terlihat sempurnanya dia.

Jadi mari kita nikmati saja rasa gelisah ini,wahai diriku.

9.8.14

Curcol

Saya memutuskan untuk menjauh sebentar dari dunia arsitektur ketika saya resign 1,5 tahun yg lalu. Lebih tepatnya menjauh dari dunia arsitektur yg terlalu industrialis, melakukannya semi pasif. Mencoba mengambil nafas sejenak sambil mencoba memahami apa yg sebenarnya ingin saya kemukakan lewat bahasa arsitektur. Yap, arsitektur saya untuk dijadikan alat dan bukan tujuan akhir.

Saya bukan sok idealis. Pada akhirnya akan selalu ada klien yang harus dipenuhi kebutuhannya, bumi yg harus selalu dirawat, budaya yg harus dipelihara, begitu juga dengan tagihan yg harus dibayar, waktu yg selalu mepet, daftar panjang gambar yang harus dikerjakan. Itu fakta ha ha -_-.

Dan sekarang ini ketika dihadapkan dengan klien, atau penghubung klien, yang terbiasa bekerja dengan arsitek yang gambarnya bisa selesai dikerjakan dalam semalam-atau dua (imagine how much design work you can do in only short time shot of production),  saya bertanya-tanya. Apakah memang ada tempat bagi saya untuk mempraktekkan arsitektur non-industrial (atau bolehlah dikatakan non-kapitalisme).

Mungkin saya yg terlalu lambat? Atau standar kerja saya ketinggian? Atau orang-orang memang sudah tidak peduli pada good design?

Saya tidak mau menyalahkan sistem. Dimana ada kebutuhan, selalu akan ada bagian dari supplier yg memenuhi. Di pulau ini, arsitek yg dibayar 5000 rupiah per meter persegi bisa ditemukan, pun yang bayarannya 5000 USD/m2. Tapi lalu solusinya apa? Lama-kelamaan gak akan ada penghargaan profesi, ruang-ruang kota yang hopeless juga semakin banyak.

Ah saya ini ya...lagak sok-sok an desainnya paling bagus sedunia. Makanan bisa dinilai oleh lidah, musik dinilai oleh telinga, lalu arsitektur parameternya apa?

Saya ini sebenarnya sudah pengen resign selamanya dr arsitektur. Alat yg satu ini cukup membuat pusing kepala selama ini. Tapi y gimana ya..kok mbalik terus pada akhirnya. Kadang saya merasa sedang dikutuk.

Baiklah, mgkn saya belum diijinkan berhenti. Masih harus mewujudkan cita-cita saya utk mendesain museum. (Setiap museum pasti punya cerita menarik, hal itu selalu menggoda saya.) Atau saya memang ditakdirkan mendesain ulang tempat-tempat wisata di Indonesia. (Nyebelin banget gak sih ketika mau datang ke suatu tempat wisata karena fotonya bagus tapi ketika sampai disana kamu merasa ingin bertanya 'udah gini aja?'-tempatnya ga terkonsep beud *gatel pengen ganti desain lanskap tamannya pura danau beratan yg ordebaru abisssss). Aamiin *pedeajah

Untuk kasus sekarang...ya sudah..anggap aja says ketemu karakter klien yg salah aja..

*bobok dulu ah,,lanjut tiga jam lagi ketika matahari sudah terbit insyaallah*

5.7.14

Hiks

Cara saya untuk mengontrol kewarasan otak saya adalah dengan bertanya pada diri saya sendiri saat bangun tidur pagi hari, 'apakah saya menyukai apa yang harus saya lakukan hari ini?'. Kalau kebanyakan jawabannya adalah 'tidak' seperti akhir-akhir ini,bah, rasanya neraka.

I am soo doomed.

Saya tahu siapa yg akan menertawakan saya habis-habisan kalau dia tahu.
*So long amigo

28.2.14

Sareh

Sabare kudu tekan kapan iki. Yen sabar trus njuk tetep raono perubahan,bedane karo goblok opoooo??