30.8.09

the sinking games**

--------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------
BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA!

--------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------
--------------------------------------------------------------



...alias nge-junk-lah di halaman sendiri :D

**Marit Larsen, Under The Surface, 2006


26.8.09

kintamani


Baru kali ini saya pergi ke Kintamani dengan tujuan turisme di pusat wisatanya seperti layaknya turis-turis luar daerah. Sebelum-sebelumnya, tujuan saya ke sana adalah memang mau trekking ke Batur, Abang ataupun cuma sekedar numpang lewat saja. Terimakasih untuk Vebri yang mengajak pergi berhubung cita-cita pergi ke Baturnya sebulan yang lalu bersama ayahnya gagal.

Kintamani adalah area tujuan wisata dengan ikon danau Batur yang dikelilingi pegunungannya. Sangat turistik kalau boleh saya bilang. Dan, maaf, saya memang menandai seberapa 'touristy' sebuah area itu dengan banyaknya pedagang yang berjualan di sana. Begitu turun dari mobil, bujubune, langsung dikerubuti pedagang yang membuat kami tak bisa berkutik. Mulai dari pedagang kalung, gelang, baju, kain, sampai pembuat tato/hena pun ada. Yang terakhir itu membuat saya heran. Saya pikir cuma ada di Kuta. Hahaha

Saya kira, tadinya cukup satu jam saja ada di Kintamani. Toh yang mau dilakukan cuma sekedar melihat-lihat view, duduk-duduk, menikmati dinginnya udara lalu pulang. Tapi ternyata kami menemukan area bebatuan yang unik di sekitar danau di jalan menuju ke arah Toya Bungkah (Quick Question, how do you actually grow onion on rock??). Jadilah alokasi waktu untuk foto-foto diperpanjang, LOL. Ya sudah, tak apalah. Toh puncak baturnya memang sedang dipenuhi awan, tidak maksimal untuk menikmatinya.

Lirik-lirik jam, lho, sudah waktunya berbuka puasa! Sebelum pulang, mampir dulu untuk bungkus mujair bakar untuk berbuka dan seperti biasa mampir juga membeli jeruk yang ternyata memang sedang musimnya dipanen petani lokal. Sedap daaah...

ijen, pada suatu perjalanan

Pembicaraan malam hari. Saling 'menuduh' di depan api sambil ketawa-ketawi:D
Budi : Ini gara-gara ngeliat Victor minum teh ini! (setelah memutuskan ikut benarbenarpadadetikdetikterakhir keberangkatan bis di Ubung)
Lina : Ini jadinya nemenin Victor hunting aja ni (sepertinya kecewa Kawah Ijen cuma membutuhkan satu setengah jam perjalanan saja)
Victor : Ini sebenernya gara-gara Okta ni, yang ngajakin! (gak terima jadi 'tertuduh' sambil melihat ke Okta)
Okta : (ngeles) Engga, ini sebenernya gara-gara Rinjani yang engga boleh didaki... (sambil cengengesan)


Iya, memang tadinya liburan kali ini diniatkan untuk main ke Rinjani. Berhubung puncak dan danaunya lagi ditutup, jadilah reroute saja. Menyeberang berbalik arah ke arah barat, kembali menginjak tanah Jawa. Tapiiiiii, engga ada yang menyesal untuk ikutan kan? Kawahnya super cantik. Clean Turquoise. Feels like in the faraway land.

Hanya saja, tetap harus hati-hati pada asap belerang yang dikeluarkan si kawah. Benar-benar mencekik leher kalau tidak waspada pada arah angin. Masker sangat dianjurkan untuk dibawa jika ingin turun hingga pinggir danau dan melihat aktivitas para penambang di sana. Anyway, two thumbs up for all those miner. Carrying heavy sulphur up from crater bottom to crater rim then down again to collecting station.


Ngomong-ngomong, ini benar-benar jadi perjalanan backpackingan. Pindah sini pindah sana, bis kecil, bis besar, angkot, kapal sampai truk pengangkut belerang pun dijabanin. Seru! Apalagi di akhir perjalanan terhitung budget yang dikeluarkan kurang dari setengah dari budget yang dianggarkan. Ini nih bagian favorit saya! Low budget! :D Menyenangkan memang bepergian dengan tukang-tukang kekeuh nawar harga.

Mengutip Inten, 'Lain kali kalau ada perjalanan seperti ini, ajak-ajak lagi ya!' Hehehe. Hayuk! Tinggal ditentukan waktunya saja. Mumpung jadi orang Indonesia yang punya beribu-ribu tujuan perjalanan yang indah. S.U.K.A!

bukan hobi


Saya heran. Kenapa semua orang tiba-tiba menganggap saya hobi jalan-jalan. Padahal, sebenarnya saya orang rumahan. Terus terang, saya lebih suka duduk manis di depan televisi, sambil ngemil gerry chocolatos dan gangguin adik kecil saya.

Tapi, mau gimana lagi. Satu, acara televisi sekarang engga ada ada yang asyik. Dua, supermarket paling dekat dengan kosan saya menjual gerry chocolatos dengan harga yang mencekik leher. Tiga, adik kecil saya sekarang hidup berjarak puluhan kilometer dari saya (dan terus terang, sudah tidak bisa disebut sebagai 'adik kecil' lagi, dalam pengertian sebenarnya).

Jadi...

19.8.09

cilik

ahahahaha

now i'm sure that we are siblings.

13.8.09

benci tapi rindu


Saya pernah menuliskan ini dalam sebuah pesan singkat kepada seorang teman.

I can't believe my own life too. It's like riding cheap rollercoaster in local night market festival, the one that does not provide body holder, low back of seat, and no place to lay your neck on. So when it performs suddern turn, you have to hold your hand grip tightly and (hardly) sit still just to make sure your neck is still on where its supposed to be.

Dan kini saya sedang rindu rollercoaster itu.

12.8.09

apa persamaan antonio blanco dan salvador dali?**

Akhirnya saya mampir juga ke Blanco Renaissance Museum, objek wisata Ubud pualing dekat dari kamar saya, setelah lebih dari setahun lebih cuma mondar-mandir saja di pintu depan dan pintu belakangnya. Yang di depan mata memang gak pernah diwaro' :)). Trimakasih untuk Putri yang sudah datang jauh-jauh dari Jakarta dan memasukkan Blanco dalam jadwal mainnya di Ubud.

Tinjauan ringkas : Saya suka coretan Blanco, halus. Saya suka palet warnanya di beberapa lukisan. Tapi saya tidak suka tema lukisannya, let's say I'm not the biggest fan of erotism and whatever sexual fantasies he had. Saya benar-benar engga mau tahu apa isi kepala Antonio :-|. In my personal opinion, some works doesn't turn into beautiful piece at all.

Mengutip dari si mbak penjaga, "Pak Blanco itu pecinta wanita, Ibu! Tapi istrinya cuma satu saja." Saya cuma mengernyitkan dahi saja mendengarnya. So??

Hal yang menarik adalah ada satu coretan di galerinya yang mewakili apa yang saya pelajari selama tahun-tahun saya mengenal Bali. Coretan di atas pintu itu berbunyi "A Thing of Beauty is a Joy Forever".

**masih ga nemu jawabnya

10.8.09

ohmaigot!

Saya sedang kapok 'mengatai-ngatai' orang, karena saya baru sadar bahwa pelan-pelan saya menjadi mereka.

situasi nomer satu.

Ibu saya, hobinya bercerita tiada henti. Semua hal diceritakan, termasuk semua cerita memalukan tentang saya (atau setidaknya hal-hal yang saya anggap memalukan). Kalau sedang arisan, atau juga sewaktu sedang bertemu kerabat dan handai taulan, beliau bisa berbicara panjang lebar tentang cerita keluarga yang seringnya saya tanggapi dalam hati dengan :"Mami....stop it, please."

Momen 'ngeh' saya adalah dalam sebuah perjalanan bermobil belum lama ini yang didominasi oleh orang-orang yang baru saya kenal. Seseorang diantaranya tiba-tiba berseru "Kok tiba-tiba diem, Ta?" yang membuat saya sadar bahwa sedari tadi saya tak berhenti mengoceh sepanjang perjalanan. Ohmaigot, I become my mother!

situasi nomer dua.

Si Yuyah, yang dulu membantu Ibu saya di rumah sewaktu saya masih kecil, hobinya berbicara sendiri, atau lebih tepatnya ngomel-ngomel dalam intonasi yang tidak jelas. Beliau bisa tiba-tiba meracau sambil menunjuk-nunjuk udara kosong seperti sedang memarahi orang yang tak jelas penampakannya. Dan saya sering sekali menganggapnya gila.

Lalu, akhir-akhir ini sering sekali terjadi adegan dimana orang-orang disekitar saya bertanya "Hah?? Apa Ta? Kamu ngomong apa tadi?" yang kemudian saya jawab dengan "Engga kok, aku ngomong sama diriku sendiri!". Ohmaigot, nona, berpikir itu pakai otak saja, mulutnya ga perlu ikut-ikutan. Ckckckck Gila!

situasi nomer tiga.

Hobi saya dahulu adalah menanggapi setiap umpatan dengan komentar (dalam batin) "Apaan sih??Kenapa harus mengumpat??Tidak mengumpat kan tidak sulit." Terutama kepada prinsipal saya yang aktivitas mengeluarkan kata f***nya sudah seperti saya ketika sedang ngemil kacang, tidak bisa berhenti.

Dan sekarang, jreng jreng jreng, saya adalah murid dengan nilai tertinggi. Hari ini saja sudah tak tehitung berapa kali saya mengumpat. My vocab is even better. I do even know how to swear in French! p****n d* m***e!!

situasi nomer empat.

Saya pernah bertemu dengan seorang rekan, sebut saja namanya Kenny (bukan nama sebenarnya). Dan hal yang paling menyebalkan dari dirinya adalah sikap soknya yang membuat saya berpikir "Gosh, those bitchy character from 90210 really does exist!" sampai suatu ketika saya sempat mencibir secara pribadi (lagi-lagi cibiran yang saya simpan sendiri) yang intinya : "Owh please, we all know you're from somewhat develop country, but that doesn't make you a princess at all. What a drama queen!"

Yang membuat saya shock adalah, baru-baru ini, seseorang dari kehidupan sehari-hari saya membalikkan kata-kata itu ke saya. "What a Drama Queen!" Ohmaigot,I am Kenny! Pembelaan saya adalah, saya kan bukan drama queen. Cuma kadang-kadang 'heri' aja, HEboh sendiRI. Hehehe

Maka, karena saya kapok, saya kali ini ga mau ikut-ikutan mengutuk Noordin M. Top. Takut tiba-tiba saya menemukan diri saya menggendong ransel berisi bom. Iiih syerem.

8.8.09

tokek


buka
. engga
buka
. engga
buk a
. eng ga
buk
. eeeng..??? :-?

4.8.09

tentang status messenger

Dalam sebuah percakapan lewat internet suatu waktu yang lalu, saya pernah menanyakan kepada seorang teman tentang status Yahoo Messenggernya yang selalu bertuliskan Stepped Out dengan lambang lingkaran merah bergaris putih di depannya. Ternyata kemudian beliau mengatakan bahwa itu hanya status saja, aslinya beliau selalu berada di depan komputernya.

Lalu kemudian saya berkomentar bahwa saya engga pernah mengerti kenapa orang memasang status sibuk. Maksudnya, saya sendiri tidak terbiasa melakukannya. Kalau saya sedang sibuk, ya saya engga akan online. Untuk menghindari perhatian yang teralihkan oleh percakapan, ataupun sekedar menghindari kemarahan pihak di ujung sebaliknya kalau-kalau saya telat membalas percakapan. Lalu beliau menjawab dengan kalimat yang dimata saya sangat bijak, "I don't know. I think it's just to show that they're around". (Redaksinya kira-kira begitu. Archive saya hilang:D)

Yupz, it's always nice to have your friends always around. Right? ^^


Tapi yaaa, hari ini, begitu saya onlen dari pagi hari sampe malam, eeeehhhhh yang nongol, bukannya pada nanya kabar, malah nanya translate-an basa indonesia ke basa inggris ato sbaliknya. AAAAAAAAA...Memangnya eike kamyussss??