Ceritanya saiya lagi cari kamar kos baru. Gara2nya, kamar saya habis kebanjiran air kotor yang meluap dari floor drain kamar mandi saya. Sepertinya saluran pembuangan bersama kamar mandi kami (kamar saya dan kamar atas saya) tersumbat. Akibatnya seluruh air pembuangan kamar mandi atas dan seluruh kotoran yang terkandung di dalamnya, bukannya mengalir keluar bangunan, eeeh malah meluap ke kamar mandi saya dan menerus hingga membanjiri kamar saya. Peristiwanya terjadi selama saya berada di jogja. Dan setelah 2minggu, ketika tengah malam kehujanan saya menginjakkan kaki lagi di Ubud, taraaaa….kamar saya penuh jamur, bau, basah…. Saat itu saya -yang merasa tidak pernah membuang rambut sekalipun ke dalam saluran air- sudah tidak punya energi lagi untuk sekedar bersumpah-serapah…
Dan dua minggu yang lalu, tepat ketika saya bangun tidur di hari senin pagi, wuaaaa kamar mandi saya bocor! (what a great thing to start the week) Tepat ditengah-tengah , air menetes lewat lubang kabel lampu. Gile..tiba2 kebayang saya mati kesetrum saat lagi mandi. Naudzubillahi min dzalik. Langsung saya protes ke yang tuan tanah. Dan yang dilakukan beberapa hari kemudian hanyalah memindah lokasi fitting lampu, airnya masih menetes. Cape deeeh… protes lagi dan lagi dan lagi… Akhirnya beliau mengaku kepada saya bahwa ia tak punya ide apa yang harus dilakukan pada kamar mandi saya. Lokasi septic tank aja ia tidak tahu karena gambar bangunannya ia tak punya. Jadi apakah air yang menetes itu air kotor atau air bersih? Only God knows.
Karena itu, sudah 2 minggu ini saya punya misi untuk mendapatkan kos baru. Kagak ada yang cocok. Ada yang belum jadi (dan sepertinya kalau sudah jadi saya gakuat bayar karena mewah banget kamar mandinya), kamar sudah penuh, piara anjing super ganas, ga ada jendela (whew!), sudah jadi tinggal pintunya belum terpasang (tapi entah masangnya kapan), dan baru saja keliling-keliling hasil ngrampok Lenny dari bayinya, enggaa dapet juga. Nongkrong ngeliatin ibu kosnya bince melukis pun engga membantu. Padahal itu harapan trakhir. *sigh
Kembali ke kamar saya. Hujan-hujan. Sendirian. (tapi engga galau, yeee!) Berpikir, kok bisa kemalangan tentang kos-an ini berlanjut (btw ini kos kedua saya di Bali-dan memikirkannya membuat saya ingin mengutuk klien ‘princess’ saya yang entah-rumah-keberapanya seluas 1500meter persegi sedang jadi bisul di hari-hari kerja saya). Bahkan harapan untuk mendapatkan keberuntungan di hari ulang tahun saya pun tak terbukti. Mission’s not yet accomplished. Selamat Ulang Tahun aja deh buat saya.


