Tampilkan postingan dengan label penting-gakpenting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penting-gakpenting. Tampilkan semua postingan

25.11.11

narciscus oktanicus


Deeekkk, mirip mama aja yah. klo bulu mata, boleh deh mirip papa. Hahahaha


*ampuuunn :D

5.10.11

my recent news

Hola! apa kabar? lama tak jumpa! Berhubung minggu lalu saya sudah dikomplain monsterbuaya karena blog saya gak apdet, maka mari kita gunakan waktu menuggu dijemput pulang kerja oleh suami ini untuk menulis. Maklum, udah pusing seharian mikirin balok, kolom, slab dan teman-temannya...

Woooooppppssss apa itu tadi Ta? rasanya ada yang aneh!
Apanya yang aneh? saya kan arsitek, wajar dong ngurusin balok, kolom, slab, purlin, trekstang, balok kantilever, retaining wall, floor structure level .....
Bukaaaaannnnn, bukan yang itu. Kok ada bagian yang menyebut-nyebut kata suami!
Loh saya kan memang punya suami.
Sejak kapan punya suami?
Emmmm...sejakbertahun-tahun lalu rasanya....

Yoi! akhirnya ada yang dengan khilaf mau menikah dengan saya! Atau mungkin juga sudah insaf hidup menjomblo makanya mau sama saya *ampun:D. Dan yang benar adalah saya baru aja sebulan lalu menikah, tapi rasanya udah dari bertahun-tahun lalu saya kenal dan hidup bareng dia. Padahal kenalnya juga diujung jalan itu setahun kemarin *nyanyi lagu Kahitna. Bukan sok romantis loh iniii....tapi fakta.

Oh ya, rasanya gak banyak yang mau saya critain dari acara pernikahan saya. Selain dari jam tujuh pagi di hari-H saya dimarahin ibu tetangga karena sejam sebelum acara dimulai saya masih juga belum berangkat mandi. Dan juga karikatur buatan saya di bawah ini.

Maklum, kita gak ada prewed2 an, so saya buatin kartun tersebut aja. Untungnya groomnya juga suka. Iya, iya saya tahu emang agak agak bau India. Tinggi rambutnya juga agak lebay kayaknya yah. Tapi yang saya gak terima adalah, masa dia bilang disitu dia terlihat cool dan saya yang terlihat genit. Semua setuju kan bahwa itu tidak benar? *asahpisau

So, buat teman-teman saya yang sudah menikah, akan menikah, berencana menikah tetapi belum bertemu pasangannya, ketar-ketir mau melamar calon istri ato minta dilamar calon suami, bingung mau nikah tapi belum punya modal (terutama modal duit, sama kok:D),saya cuma mau bilang : Have a great marriage life for you all! May your togetherness always filled with happinnes :)

31.7.11

colour

Semua orang yang pernah menghuni padepokan pasti tahu warna-warna saya. Yup, yang saya maksud adalah 'warna' dalam arti harafiah. My colour palette. Dan tentu saja, semua akan menjawab saya identik dengan warna 'n g e j r e n g'. Gonjreng kalau istilahnya Intan. I would prefer to say it BOLD colour to ngejreng, ya sodara-sodara.

Sebenarnya gak ada yang salah dengan pilihan warna seseorang. Namanya juga hak asasi manusia, to? But hey, what can I say. I'm an architect who spend my daily life in the office full of architect. And if you, readers, are happen not taking architect as a profession, please do read this copy by Springer titled 'Why Do Achitects Wear Black?' (Yeap, we even have a book on this matters!) to give you better picture of colour preference in architect's world. (And owh, please leave Karim Rashid out of it;) )

So yeah, pilihan warna saya memang sudah menjadi topik pembicaraan sendiri di padepokan. Saya sudah termasyhur dalam sejarah padepokan ketika warna jilbab saya mampu menyelamatkan rekan-rekan yang terpisah dalam rombongan ketika berada diantara ribuan orang yang berjejalan di lapangan Tiananmen. Waktu itu saya pakai jilbab warna pink, sementara bendera si pemandu adalah hijau lusuh.

Juga, ketika guru saya pulang dari Pakistan sambil membawa sebuah tas yang berwarna kuning dengan rajutan benang warna-warni lalu berkata "Waktu aku lihat tas ini, aku langsung ingat Okta!" Memang, tasnya lucu sih. Sebenarnya waktu itu saya sebenernya naksir tas yang lain. Tapi berhubung saya sudah dibelikan secara khusus, saya gak bisa tukeran. hiks hiks

So yeah, kadang-kadang saya merengut klo warna pekerjaan saya dibilang terlalu merah atau terlalu kuning oleh guru saya. Atau warna baju harian saya yang dilabelin berdasarkan warnanya oleh teman saya. Hari ini pepaya, besok stroberi, kemarin bata. Untungnya saya muka badak. Ih suka-suka eike mau pakai baju aja. Weeekkk :p

Untungnya semua orang mahfum pada palet warna saya tersebut. Apalagi saat semua orang tahu saya buta warna parsial (Untung saya gak punya cita-cita jadi dokter!). Tapi belakangan itu juga jadi ledekan tersendiri. Huh huh.

Architects, please give a little colour in your life laaaa. Put a little machacha samba brazillia to a complete Zen Den static space of yours. Don't you love the bright colours orange's fruit coming from the leaves? And I can tell you how i love take a peek on eggplant tree that grows next to outdoor stair at our office. Saya berencana memakai tema terong suatu hari. Cuma saya belum menemukan tshirt ungu dan celana hijau yang cucok, hihihi.

Anyway, why am I mumbling about this stuff? Well, nonetheless because my younger sister send me picture below.

One corner on my front house yard. My sweetest dad in the world painted it couple days ago. Adik saya mengadu pada saya. Gak matching abis katanya. Hihihi. Ayah saya kocak abis deh! I think i inherit the palette from him. Seneng deh tahu bahwa saya benar-benar anak beliau. I guess I can't stop laughing today. Hihihi

Ps. Dengar2, Jay Subiakto juga buta warna. Makanya warna video clip karyanya selalu aduhai begitu

29.7.11

:(

Yeaahhhh it's happening.

*ngitungbintang

4.7.11

sabar

Gobind Vashdev pernah berkata pada manusia-manusia yang suatu siang duduk di pinggiran sebuah sungai di Payangan, saya salah seorang di antaranya, yang intinya kira-kira begini.

Ada dua macam guru dalam kehidupan setiap manusia. Satu adalah guru yang mengajarkan kebajikan, dan kedua adalah guru yang memberikan kesempatan untuk mempraktekkan kebajikan.

Kali ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada guru-guru dalam kehidupan saya yang memberikan kesempatan kepada saya untuk mempraktekkan kesabaran.

:)

18.6.11

ampun dj

Saya pikir, hubungan antara orangtua dan anak adalah seperti kisah saya dengan siapapun yang membonceng motor saya akhir-akhir ini.

Jadi, akhir-akhir ini, semua pemakai motor saya, kecuali saya, mengeluh bermasalah dengan rem. Pertamanya rem belakang saja, belakangan rem depan juga ikut dikeluhkan. Blong, gak pakem, gak makan, apapun itu istilahnya.

Saya sendiri merasa tidak ada yang salah. Lha wong saya ngerasa tiap ngebengkel saya menggarisbawahi urusan rem pada mekaniknya. Kampas rem saja barusan diganti. Kalau kata kecengan saya, itu karena saya sudah terbiasa menggunakannya sehari-hari. Jadi sayalah yang sudah menyesuaikan dengan stelan rem motor saya. Hmmm jadi teringat kuliah teori dasar arsitektur yang pernah menyebut-nyebut bahwa 'kalau bukan bendanya yang diubah, ya manusianya yang berubah'. Yup, so it does.

Mpri : Rem mu kayaknya bermasalah deh
Okta : Ah masa sih?

William : Okta, rem mu gak makan. Tadi yang ibunya sebelah bilang "eeee...eeee" itu hampir nabrak dia
Okta : Ah masa sih?

Kamalia : Mbak rem-mu ra makan tenan
Okta : Ho oh po?

Setelah banyak sesi yang berbau ngeyel itu (ada Sm*sh di belakang nyanyi-nyanyi "you know me so weeeeelll"), saya pun mulai percaya bahwa rem saya memang bermasalah. Tapi ya, namanya juga saya. Sok sibuk. Ke bengkel selalu ntar-ntar atau last minute. Sudah begitu selalu malas lama2 nangkring disana. Walhasil, motor saya tetep begitu-begitu aja. Ckckck

Terakhir saya tidak berani membiarkan adik saya memboncengkan saya menggunakan motor saya itu. Tepos abis deh pantat saya ngeboncengin dia selama 3jam x 2. Komentar dia adalah, "mbak kamu kok berani banget sih. Ngeboncengin orang, jalan jauh, kelok-kelok, rame, remnya gak makan pula". Tapi nyampe kaaaaaaan? It's all about skill hehehe *sombong

Tetapi, waktu dia memboncengkan saya dengan motornya yang masih sehat walafiat, malah jadi saya yang dag dig dug. Berkali-kali mengingatkan supaya pelan-pelan saja. Padahal kalau dipikir-pikir, gaya mengemudinya baik-baik saja. Sumpah deh, saya jadi keinget orangtua saya yang cerewetnya minta ampun kalau lagi diboncengkan. Ada motor lain mendekat sedikit saja langsung panik. Ternyata saya sama aja (atau jangan-jangan saya yang sudah mulai menua??)

Intisari ceritanya adalah, kalau saya yang duduk di depan, semua diterabas habis gak pake mikir2 (mikir ding-tapi dikit :D). Kalau saya yang duduk di belakang, saya akan penuh kekhawatiran akan keselamatan.

Rumusnya : duduk didepan = anak. duduk dibelakang = orang tua.

Iya kan?


---

Atau cuma berlaku untuk saya dan orang tua saya saja? *nguk

2.6.11

just....nothing

Have you ever realized that world is just so appealing to be conquered? With all shared stories about how you can achieve almost everything. With the new value of 'be you want to be, fuck somebody else's desire of who they want you to be' spread all over new era media. Said, told, heard, sang legends who preserve their own idealism about making the world is a better place with their persistent attitude on what they believe.

Yes. The world is just so appealing to be conquered.

Yes, you can travel all over the place if that is really your dream. Buy magazine, enter web world, hang out on the neighborhood cafe and you'll read or hear success trip stories that is so easy for you to imitate even if you barely have no money.

Yes, you can be the greatest architect ever. Open your eyes, challenge yourself onto whatever milestone that you think is necessary. Work for experienced architect to cut those irreplaceable 30 years of knowledge into as short as possible learning time. Apply for an abroad scholarship to get international perspective and rise your level of competitions. Learns from the rights books, travel to award winning ouvre, hangout with your fellow architect, all to sharp your sense in this field. Even you can always enter architecture industry if all that you want is money.

Do you want to be as genius as Sciacia? Keep painting, keep working and you'll be matured by time.
Do you want to have your own cello concert? Try to invest 3hours of your day on it, well, just like Federer.
Do you want to be famous fashionista? try to hear from Diana Rikasari. It's all started from her love to shoes.
Do you want to famous on tv as so called 'artist'? Oh I don't. So save your time by not asking me how;)

Yes you can be whatever, get whatever, anytime! And it's all on your own finger! Beat that!

The world is just so appealing, sooo tempting.

It's funny though. I'm twentyseven and consider my self on 'young' group. Having the energy to conquer the world, so i believe. But what I want lately is only... that little eyes, little nose, little mouth, little fingers, little feet.....

I must be crazy

9.5.11

komunikasi

Saya sedang berpikir, kenapa yah ilmu komunikasi sampai perlu dibuat subjek pembelajaran sendiri di universitas (Cheers untuk adik kecil saya, yang ternyata sudah besar, yang sedang mencoba masuk ke ke Jurusan Ilmu komunikasi).

Pada awalnya memang sesederhana menyampaikan isi kepala saja, seperti bercerita. Lalu berkembang dengan menjadi argumentatif, berbagi opini. Lalu berkembang untuk tujuan yang lebih persuasif. Seperti membuat orang mengambilkan barang untukmu, sampai membuat produkmu terjual keras di seluruh dunia. Dari sekedar berbahasa isyarat, hingga serumit berkomunikasi dengan media.

Urusan sesederhana menyampaikan isi kepala ternyata ada to do-not to do rules nya. Kalau tidak, buku Larry King tentu tidak akan menjadi best seller, Hermawan Kertajaya akan jadi wajah yang terlupakan ketika berpapasan di jalanan dan universitas di dunia tidak akan mengeluarkan subjek Komunikasi.

Dan tujuan utama dari semuanya adalah bagaimana caranya berkomunikasi tanpa menghasilkan konflik, bukan begitu?

Kalau semua orang bisa berkomunikasi dengan baik, tentu tidak akan ada pertentangan berarti antara tiga aliran terbesar dunia yang sama-sama mengimani Ibrahim aka Abram aka Abraham yang bermuara pada kekacauan dunia.

Pula tidak akan ada pertengkaran "Kenapa kamu tak pernah berusaha merebut aku dari Komang Suyasa?" yang dijawab dengan "Memangnya apa yang bisa aku lakukan untuk melawan kehendak ayahmu. Kamu kira aku bisa hidup bahagia dengan gadis yang aku cintai sementara keluarganya menderita?" pada sebuah percakapan FTV di siang bolong.

Pula saya tidak akan mendengar teriakan-teriakan dari tetangga saya kepada anak perempuan ciliknya. Sekali waktu saya pernah diberitahu arti kalimat yang terucap yang membuat saya bersyukur saya tak mengerti bahasa Bali. (Please, please daddy. Don't shout to your daughter!)

Sebenarnya, saya tak pernah tertarik untuk mempelajari ilmu komunikasi lebih lanjut. Maksud saya, buat apa belajar menjadi seseorang yang bukan dirimu? It's like doing faking things. Tapi sepertinya, saya harus merubah cara berpikir saya. Mungkin, jika sekecil-kecilnya saya paham bagaimana berkomunikasi dengan orang lain, saya akan mengurangi jumlah konflik dalam hidup saya, dan itu berarti akan berkurang pula energi dan waktu saya yang terbuang sia-sia.

Dan untuk seseorang yang pernah mendapat nilai kepribadian sosial setengah dari nilai IQ nya, saya benar2 membutuhkannya. Bukan begitu, nona?

Setidaknya saya tidak akan mendapat pertanyaan keras "Why are you so stubborn?" yang kemungkinan akan saya jawab dengan "Why are so pushy?" kalau saya tidak ingat itu keluar dari mulut orang yang menggaji saya.

Oh, hari ini belajar hal penting dalam sukses berkomunikasi. Kuncinya adalah, put yourself in his/her/its shoe aka masuklah ke dalam sudut pandang orang yang kau ajak berkomunikasi. Objek percobaannya adalah kucing yang berseliweran di balkon belakang saya. Kucing adalah makhluk yang tidak bisa diajak berbicara. Jadi untuk mengkomunikasikan keinginan saya agar dia tidak masuk ke dalam kamar adalah dengan bersuara keras, beradu pandang mata dengan mata tanpa berkedip sama sekali. Just show him that you're are the dominant alpha male on this place. Jadi, ketika kemudian saya mendapati dia tengah mencoba-coba masuk ke kamar saya, yang perlu saya lakukan adalah menaikkan volume suara saya atau berjalan mendekat. Dia pun akan segera berlari sambil memasang muka bersalah. Tanpa sapu ataupun pemukul temporer lainnya, maksudpun tersampaikan.

Again, I am just mumbling,need to get distracted against this back pain. You may not taking this post seriously.

12.4.11

the will to live

Dua pekan yang lalu, seorang teman lama mengirimkan pesan pendek, bertanya apakah saya sudah menonton film 127hours. "Cocok ama Okta loh", begitu iklannya. Saya baru menontonnya malam ini walaupun saya sudah mendapatkan keping dvdnya sejak akhir pekan itu juga. Dan dia benar, saya menyukainya!

Edit, saya menyukai bagian awalnya saja, terutama di bagian terjun ke air di antara celah canyon, hihihi. (Mauuuuuu!) Soalnya saya gak suka bagian (spoiler alert) potong tangan diakhir ceritanya. Sedih! T_T

Saya harus setuju dengan Danny Boyle. There is no more powerful force than a will to live. Seberapapun jauhnya dihempaskan kehidupan, dalamnya kesulitan, ataupun tingginya tantangan, selama masih ada keinginan untuk melanjutkan hidup, hendaklah semua dikerjakan dengan seratus persen.

Iya. saya tahu. Siapa sih saya? Sok teu. Kayak pernah dihadapkan dengan situasi yang sama saja. Saya benar2 tak punya bayangan apa yang bisa saya lakukan tanpa tangan kanan saya.

*tarik napas dalam-dalam

Memangnya, kalau dihadapkan di situasi yang sama, kamu bisa survive, nona?

*tarik napas lebih dalam


Sekarang, kena susah dikit aja masih hobi nangis-nangis. Payah.

*minum air

...

Saya tahu saya tak mampu. Maka saya berdoa semoga saya tak harus mengalami ujian seberat itu.

Doakan saya yaaa....


Ps. Hei kamu! I'm proud of you for still standing up today. Semangat ya^^. Lots of love from me.

11.4.11

Sudah saatnya.

Sudah saatnya jadi dewasa, nona kecil.

:)




Note.
Nobody's gonna help you. There's no such as Lucky Luke. But, it's okay. Cause it's just a life. And you're on your own.

1.4.11

Wah Hari Jumat!

inhale
exhale


Ya ya...terserah kamu aja deh.





Kali ini es cendolnya buat saya keknya XD

27.3.11

Barakallah



W = F . s

Dan aku bahkan tak yakin kau memang berniat akan meletakkan nilai dalam F.




Yes, i'm brokenhearted.



*image is a gift.

16.3.11

:)

Dan ketika engkau membutuhkan pertolongan, hanya Allah-lah satu satunya yang mampu menolongmu.

24.2.11

lelah

Hiccup, would you lend me your shoulder for a while..?

please?

13.2.11

tanya


Apakah saya sudah melewatkan sesuatu?

20.1.11

Scorpio girl bikin Scorpion Plan

Hampir jam setengah delapan malam.

Japa : "Lu lembur apaan sih Ta?!" *mendekat ke meja Okta
Okta : "....." *meringis karena ke gap sedang mencoret2 denah Kabaka dilayar komputer saya dengan brush warna merah.
Japa : "Astagaaaa kirain ngapain. Malah bikin lobster!".
Okta : "Ini bukan lobster! Ini scorpion!" *manyun
Japa : "Mana ada scorpion bantet gitu! Ciri khasnya nya tuh di ekornya sama capitnya. "
Okta : "Kan belum selesaaaaaaaaaaiiiiiiiiii...."

Beberapa menit kemudian setelah membuka googledotcom dan mencari gambar scorpion.

Okta : "Japa! Japa! sini deh! Liat...udah mirip kalajengking kaaaaann?" *menunjuk gambar yang sudah ditambahi ekor dan kaki
Japa : "......iya deh...." *muka datar



Iya kan teman-teman?? udah mirip kalajengking kan??
Eh kalajengking kakinya berapa sih?

31.12.10

bulan

Tahu gak apa yang saya sering saya bayangkan ketika diri saya berada di bulan?

Saya membayangkan diri saya akan melihat ke arah bumi dan berkata kepada diri saya sendiri. Tuh, Ta, lihat...kau pun tak nampak seperti setitik tinta jika terlihat dari sini. Maka berhentilah bersikap angkuh dan sombong, tundukkan wajah untuk Tuhanmu.

karma

Saya terhitung sebagai orang yang percaya akan karma. Nope, it's not a religion thingy. Artikan saja sebagai 'segala sesuatu yang dilakukan manusia akan mendapatkan balasannya'.

Memang klise kalau berkata bahwa jika perbuatan tersebut tidak terbalaskan di dunia ini, Tuhan-lah yang akan membalaskannya di akhirat kelak. Semacam iming-iming agar manusia tetap beriman dan berbuat baik di dunia. Tetapi saya pikir, Tuhan tidak akan sepicik itu memperlakukan hamba2Nya dengan cara yang sama atas perbuatan yang berbeda.

***

Saya memilih naik bis untuk perjalanan pulang saya ke Jogja kali ini. Tuhan berbaik hati mengabulkan permintaan saya agar saya tidak menunggu keberangkatan bis terlalu lama seperti yang sudah2 sebelumnya. Saya datang terlambat beberapa menit, bis saya sudah pergi, dan tiket kursi duduk saya pun sudah dijual pada orang lain :-|. Alhamdulillah, saya masih bisa mendapat tiket di bis yang lain, yang begitu saya duduk dan menempatkan diri, bis pun langsung berangkat.

Saya duduk di bangku paling belakang, tepat di atas ban, di samping toilet, tempat duduk pun tak bisa dimiringkan ke belakang seperti bangku yang lain karena tempat sempit dibelakang saya digunakan oleh awak bus untuk tidur. Tempat duduknya lebih tinggi daripada bangku depannya, jadi posisi tepat deh kalo saya mau main mata sama mas-mas yang duduk didepan saya (Ngapain, mas??nengok2 mulu! Ntar eike toyor2 tuh yey punya ubun2 baru tau rasak!). Apalagi dua jam kemudian disamping saya duduk ibu2 hamil yang beberapa kali muntah, beserta suaminya yang duduk di bangku tambahan sambil menggendong anaknya. Katanya bis eksekutip! Kok naikin penumpang di tengah jalan!.
Jadilah kami berlima, ditambah kondektur yang lagi istirohat tepat di belakang saya berebut oksigen di bagian belakang bis. T_T . Saya kan bayarnya sama dengan penumpang yang tidur enak di depan.

Haduuuuuuh...rasanya saya pengen kirim sms berisi omelan ke seluruh orang di phonebook saya atau juga ke orang2 yang kebetulan menelpon saya (Habisnya, saya kan gak bisa ngomel2 sama orang2 yang ada disitu. Sapa juga suruh saya datang terlambat T_T). Untung saya masih pakai otak saya. Sabar, Ta, sabaaaaaaaaaaaar. Orang sabar disayang Tuhan. Ntar juga kesabaranmu dapat balasan yang baik. Masih untung bukan kamu yang muntah2 ato sakit perut sehingga harus bolak-balik ke toilet. Cepaaaaat, murottalnya diputaaaaar. Huh hah huh hah.

Yup, saya kira Tuhan membalas kesabaran saya setelah d-u-a-b-e-l-a-s jam kemudian ada penumpang yang duduk dibagian depan turun terlebih dahulu. Tepat ketika saya mulai tersiksa berhubung bis selalu goyang kiri-kanan. (nge-dangdut piiiir??) Berhubung, yang duduk disamping saya enggan pindah ke depan, maka saya yang pindah ke depan. Alhamdulillah, saya dapat tepat kursi nomer 13! Kursi yang seharusnnya saya dapat kalau tiket saya sebelumnya ga melayang. Dan saya pun tidur dengan tenang. huehehe.

Saking tenangnya, saya pikir, ah palingan tar juga subuh udah di darat. Jadi bisa solat subuh dengan benar. Dengan excuse bahwa badan saya kotor, maka saya pun dengan sadar melewatkan waktu solat subuh! Oh God! Dan Tuhan memang akan membalas semuanya saat itu juga! Bis terlambat banyak! Rekor paling siang sepanjang sejarah saya naik bis jalur ini. Pengen ngedumel tapi kok gak guna. Astaghfirullah. Piye to kowe nduk, direwangi ra mangan ben iso solat mbengi, eh malah subuhane diliwati.

***

Jadi saya pikir, karma itu memang berlaku di dunia ini. Berbuat baiklah, maka Tuhan akan membalasnya dengan hal yang baik pula. Berbuat keburukanlah, maka Tuhan akan membalas dengan keburukan pula. Mungkin saya terdengar berlebihan mengaitkan satu kejadian dengan kejadian yang lain. Tapi jika itu adalah cara Tuhan untuk mengingatkan saya, maka seharusnya saya bersyukur karena Dia masih menyayangi saya *ge-er dot kom.

***

Saya tidak sedang mencoba berceramah, karena saya tidak punya kepintaran untuk itu. Saya cuma sedang cemas, dosa2 saya yang tidak dibalasnya di tahun ini, mungkin akan dibalaskannya tahun depan.

20.12.10

mendung

Dan satu2nya kata-kata yang mampu menghibur saya adalah

"Okta, menurutku kamu memang lebih dewasa dari anak-anak seumuranmu. Jadi dibutuhkan sesuatu yang lebih dari biasanya untuk melesatkanmu ke tempat yang lebih tinggi."



*sigh

12.12.10

in the heat of summer sunshine*


Ya Allah Yang Maha Pengasih
Segala Puji Bagi Engkau yang telah memberikan kami hidup
Yang telah memberikan kesempatan bagi kami untuk memujamu
Yang tetap menyayangi kami betapapun kami ingkar

Segala puji bagi Rasul, manusia yang paling Engkau cintai
Segala puji bagi Yakub atas kesabarannya
Segala puji bagi Ibrahim atas ketaatannya
Segala puji bagi Yusuf atas kebaikan hatinya

Puji kami untuk Sarah atas keluasan hatinya
Puji kami untuk Hajar atas kerelaannya
Puji kami untuk Khadijah atas ketangguhannya

Ya Allah Yang Maha Pengampun, ampunilah dosa2 kami yang selalu bertambah
Maafkanlah kelalaian kami ketika meletakkan hal selainMu di tempat tertinggi
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun
Maka terimalah tobat kami dan tetapkanlah kami di dalamnya

Ya Allah yang Maha Perkasa
Lapangkanlah jalan kami
Mudahkanlah urusan kami
Runtuhkan rasa sombong di dada kami
Semoga kami termasuk hambamu yang beriman

Ya Allah Yang Maha Mengetahui
Hanya Engkau Yang Mengetahui apa yang terbaik bagi kami
Maka tetapkanlah yang terbaik bagi kami dan bantulah kami untuk rela di dalamnya
Semoga kami termasuk dalam hamba-hambaMu yang bertawakal

Ya Allah, Tuhan semua manusia
Hanya Engkau tempat segala puji dan puja
Ampunilah dosa hamba-hambamu yang bertaubat
Tempatkanlah hamba-hambamu yang ikhlas pada tempat yang mulia
Berilah sinar kepada hamba-hamba yang mencariMu
Dan tetapkanlah pandangan kami selalu kepadaMu
Semoga kami termasuk manusia yang selalu bersabar dan bersyukur atas jalanMu

Astaghfirullah
Alhamdulillah
Subhanallah

Amin.


*Summer Sunshine, The Corrs, 2004