Saya terhitung sebagai orang yang percaya akan karma. Nope, it's not a religion thingy. Artikan saja sebagai 'segala sesuatu yang dilakukan manusia akan mendapatkan balasannya'.
Memang klise kalau berkata bahwa jika perbuatan tersebut tidak terbalaskan di dunia ini, Tuhan-lah yang akan membalaskannya di akhirat kelak. Semacam iming-iming agar manusia tetap beriman dan berbuat baik di dunia. Tetapi saya pikir, Tuhan tidak akan sepicik itu memperlakukan hamba2Nya dengan cara yang sama atas perbuatan yang berbeda.
***
Saya memilih naik bis untuk perjalanan pulang saya ke Jogja kali ini. Tuhan berbaik hati mengabulkan permintaan saya agar saya tidak menunggu keberangkatan bis terlalu lama seperti yang sudah2 sebelumnya. Saya datang terlambat beberapa menit, bis saya sudah pergi, dan tiket kursi duduk saya pun sudah dijual pada orang lain :-|. Alhamdulillah, saya masih bisa mendapat tiket di bis yang lain, yang begitu saya duduk dan menempatkan diri, bis pun langsung berangkat.
Saya duduk di bangku paling belakang, tepat di atas ban, di samping toilet, tempat duduk pun tak bisa dimiringkan ke belakang seperti bangku yang lain karena tempat sempit dibelakang saya digunakan oleh awak bus untuk tidur. Tempat duduknya lebih tinggi daripada bangku depannya, jadi posisi tepat deh kalo saya mau main mata sama mas-mas yang duduk didepan saya
(Ngapain, mas??nengok2 mulu! Ntar eike toyor2 tuh yey punya ubun2 baru tau rasak!). Apalagi dua jam kemudian disamping saya duduk ibu2 hamil yang beberapa kali muntah, beserta suaminya yang duduk di bangku tambahan sambil menggendong anaknya.
Katanya bis eksekutip! Kok naikin penumpang di tengah jalan!.
Jadilah kami berlima, ditambah kondektur yang lagi istirohat tepat di belakang saya berebut oksigen di bagian belakang bis.
T_T . Saya kan bayarnya sama dengan penumpang yang tidur enak di depan.Haduuuuuuh...rasanya saya pengen kirim sms berisi omelan ke seluruh orang di phonebook saya atau juga ke orang2 yang kebetulan menelpon saya
(Habisnya, saya kan gak bisa ngomel2 sama orang2 yang ada disitu. Sapa juga suruh saya datang terlambat T_T). Untung saya masih pakai otak saya.
Sabar, Ta, sabaaaaaaaaaaaar. Orang sabar disayang Tuhan. Ntar juga kesabaranmu dapat balasan yang baik. Masih untung bukan kamu yang muntah2 ato sakit perut sehingga harus bolak-balik ke toilet. Cepaaaaat, murottalnya diputaaaaar. Huh hah huh hah.Yup, saya kira Tuhan membalas kesabaran saya setelah d-u-a-b-e-l-a-s jam kemudian ada penumpang yang duduk dibagian depan turun terlebih dahulu. Tepat ketika saya mulai tersiksa berhubung bis selalu goyang kiri-kanan.
(nge-dangdut piiiir??) Berhubung, yang duduk disamping saya enggan pindah ke depan, maka saya yang pindah ke depan. Alhamdulillah, saya dapat tepat kursi nomer 13! Kursi yang seharusnnya saya dapat kalau tiket saya sebelumnya ga melayang. Dan saya pun tidur dengan tenang. huehehe.
Saking tenangnya, saya pikir, ah palingan tar juga subuh udah di darat. Jadi bisa solat subuh dengan benar. Dengan excuse bahwa badan saya kotor, maka saya pun dengan sadar melewatkan waktu solat subuh! Oh God! Dan Tuhan memang akan membalas semuanya saat itu juga! Bis terlambat banyak! Rekor paling siang sepanjang sejarah saya naik bis jalur ini. Pengen ngedumel tapi kok gak guna
. Astaghfirullah. Piye to kowe nduk, direwangi ra mangan ben iso solat mbengi, eh malah subuhane diliwati.***
Jadi saya pikir, karma itu memang berlaku di dunia ini. Berbuat baiklah, maka Tuhan akan membalasnya dengan hal yang baik pula. Berbuat keburukanlah, maka Tuhan akan membalas dengan keburukan pula. Mungkin saya terdengar berlebihan mengaitkan satu kejadian dengan kejadian yang lain. Tapi jika itu adalah cara Tuhan untuk mengingatkan saya, maka seharusnya saya bersyukur karena Dia masih menyayangi saya *ge-er dot kom.
***
Saya tidak sedang mencoba berceramah, karena saya tidak punya kepintaran untuk itu. Saya cuma sedang cemas, dosa2 saya yang tidak dibalasnya di tahun ini, mungkin akan dibalaskannya tahun depan.