
W = F . s
Dan aku bahkan tak yakin kau memang berniat akan meletakkan nilai dalam F.
Yes, i'm brokenhearted.
*image is a gift.
Yes, i'm brokenhearted.
*image is a gift.

Jadi cocok deh! Udara dingin, semilir angin, plus terpaksa harus ikutan catur brata yang salah satunya adalah dilarang bepergian. Seharian diisi dengan bangun siang, malas2an, masak2an, rumpi2an, glundhang glundhung, hehehe. Liat tuh... si Pilo aja malas2an!
Begini nih keadaan jalan raya Payangan di waktu Nyepi. Yang biasanya penuh truk besar karena merupakan jalur utama yang menghubungkan Denpasar dan Kintamani, hari itu jadi sepi dan dipenuhi pejalan kaki. Banyak juga yang berkumpul, ngobrol di tengah jalan. Kata Kadek yang menemani kami, kalau sore hari lebih banyak dipenuhi orang pacaran hihihi.
Saya jadi bisa deh memfoto belokan jalan ini! Salah satu penggalan jalan favorite saya selama tiga tahun terakhir! Saya melewatinya tiap pulang dan pergi ke kantor. Kalau hari cerah, saya bisa melihat kumpulan Batukaru sebagai latarbelakangnya.
Hari berikutnya, saya bangun pagi-pagi. And i found this never forgotten view! View depan kamar kala matahari masih sembunyi-sembunyi. Hanya ada kabut dan beberapa suara motor yang sudah mulai memenuhi jalanan saja. Saya baru bisa memfotonya sekarang, berhubung sewaktu tinggal disini saya masih belum punya kamera.
Sekalian sesi rutin 'membawa Pilo berjalan-jalan', saya mengajak Vebri dan Yesha untuk berjalan-jalan lewat sawah di seberang jalan, ke arah barat lewat sawah, sampai ke kantor lama. Sebenarnya, agak merasa bersalah sih ketika mereka kesulitan melewati jalan yang 'tak biasa'. Tapi semua hepi kaaaaaan :D?
Untung akhirnya Non Yesha menemukan batu pijakan yang jaraknya dekat! Jadilah, cita-cita untuk membuat rute loop bisa tercapai.
Dan masuklah kami ke private area nya hotel lewat area dalam yang biasa mereka pakai untuk yoga. Untung sepi! hihihi. Ngomong-ngomong, saya baru sekali ini loh masuk ke masterpiece hasil desain guru saya ini. Agak memalukan sih memang, berhubung selama tiga setengah tahun, saya bekerja hanya 500m dari pintu gerbangnya. Huff...males2an sih @__@. Oke lain kali kita sempatkan untuk jalan2 ke lingkungan hotelnya! Kali ini, cuma numpang keluar lewat pintu depan ajah. Hohoho
Keluar dari hotel, menyempatkan mampir dulu ke kantor lama dan rumah Bu Wayan. Sayangnya warung depan sedang kehabisan gerry chocolatos. Padahal sudah kangen beli Gerry sebungkus dengan harga lima ratus rupiah saja *toyor2supermarket Bintang. Keadaan pedesaan di Bali umumnya terlihat seperti foto di atas. Masih terasa skala manusianya kan?