31.12.08

mawun dot com

Mas event ergonizer ini kenapa sih? Semangat sekali ngajakin kita ke Mawun…. Pantai apa itu? Tidak ada di peta. Bahkan di Lonely Planet pun di salah ejakan menjadi Mawan.

Ternyata…cantik banget euy! Ga kalah dengan semua pantai di Bali. Sebuah pantai kecil nan sepi yang dikelilingi bukit di sebelah Kuta yang tampaknya tidak berkembang dengan baik seperti pantai-pantai disebelahnya karena ombaknya terlalu kecil untuk berselancar. Dasar lautnya pun sejauh mata memandang hanya berupa pasir, bukan tempat sempurna untuk snorkeling. Jadi paling enak emang cuma buat mandi matahari saja. 

Tapi….saya nyemplung hari itu. EVERYONE..PLEASE GIVE STANDING OVATION TO OKTA FOR FINALLY HAVING THE COURAGE TO SWIM IN THE SEA! Yeaaaah… :D *and the crowd’s cheering…

Sapa sih yang dulu suka ngata2in saya takut air???!

Dan sapa yang bilang saya gabisa berenang??? Kalo itu saya memang masih belum bisa sih.. hehehe…

Tapi sapa yang kemarin berani berkata bahwa ga da perubahan bermakna dalam kemampuan berenang saya?? Saya kan sudah mencapai jarak terjauh ke tengah laut jika dibandingkan semua yang tidak bisa berenang hari itu…

Loh kok saya jadi sewot?? *and the crowd’s murmuring…

Hihihi…

Tapi saya ga suka berenang di laut. Airnya asin…hueeeekkkk…. *and the crowd’s leaving indifference…

wahai ayah! persiapkan uang tebusan untuk saya...

Wuiiih ternyata, pernikahan di Lombok itu melibatkan penculikan terhadap calon pengantin perempuan dahulu sebelum terjadi akad.

Saya datang ke Mataram tepat pada hari baik untuk melakukan arak-arakan pengembalian pengantin wanita ke rumah orang tuanya yang kalau secara pribadi saya bahasakan “Hey mates! Your daughter is mine now! There’s nothing you can do anymore to separate us” :D. Sesorean itu saja saya bertemu empat arak-arakan panjang yang membuat macet jalanan.

Para penari di depan gendang belig

Awalnya saya pikir ini peti mati, ternyata rumah2an, 
simbol apa yang akan diberikan kepada pengantin wanita

Saya langsung tengok sana-tengok sini. Kali-kali aja ada pria Lombok tampan yang mau menculik saya….pletak!!...aduuh siapa si yang tega-teganya pentung saya..

ps. All pics taken by Naomi

keriting-keriting di senggigi

Beda pantai, beda jualannya. Di Senggigi, yang saya curigai sedang mengalami penurunan kualitas pantai karena pasirnya yang sudah mulai menghitam, warung-warung pinggir pantainya berjualan sate sapi.

Tadinya saya merasa aneh, sate sapi?? Setelah menghabiskan beberapa jam berikutnya di Lombok, saya baru maklum. Kalau yang berkeliaran di sepanjang jalan di Bali adalah anjing, maka yang berkeliaran di sepanjang jalan di Lombok adalah SAPI!

Lima belas ribu satu porsi. Lontongnya yang panjang engga dipotong-potong oleh si penjual, jadi sistem memakannya melibatkan kegiatan mengupas pembungkus dari daun kelapanya lebih dahulu, baru kemudian di cocol-cocol ke dalam bumbu sate. Tangan kanan pegang sate, tangan kiri pegang si sticky rice.

Makan sate di senggigi membuat saya merasa seperti menjadi mbak2 salon yang membuka rol-rol rambut pelanggannya. Daun kelapanya jadi keriting-keriting begitu. Tapi sumpah sodara-sodara, bukan saya pengumpul daun kelapa keriting terbanyak pagi itu!

30.12.08

episode perdana

Hehehe...akhirnya saya berhasil memperalat orang-orang ini untuk melakukan perjalanan ke Lombok bersama saya, walau saya tahu bahwa melakukan hal gila bukanlah kebiasaan asli mereka. Resepnya?? emm... merengek-rengek pada kepala suku adalah cara yang ampuh untuk membuat semuanya bergerak. Begitu kepala suku bilang iya, semuanya pun iya. Hehehe...mode menghalalkan segala cara :D. Eits...peace semuanya! Saya tahu kok bahwa kalian sama gilanya dengan saya...:p (Menyadur seseorang: 'Saya kan cuma katalis saja!'). I know all of you are having fun!

Di Bali jadi anak gunung, eh malah di Lombok jadi anak pantai...Hasilnya saya pulang dalam keadaan gosong kekeke... Sebenernya niat pribadi saya adalah menjelajah sampai Senaru atau sedikit berarsitektur ria di Segenter. Tapi niat tinggalah niat. Sudah melewati Sade pun tak sempat mampir.

Okey. I'll be back!


Saya paling suka foto di atas. Lihatlah semua teman perjalanan saya dengan tingkahnya yang beragam setelah turun dari kapal. Yang satu sudah siap dengan pose turisnya. Yang satu lagi masih miung2 akibat gelombang. Si non teteeep pegang hape..pacaran anywhere anytime-lah pokoke. Sang panitia heboh dengan apa yang harus dilakukan dulu. Sisanya, manut-manut waelah. Saya?? lah ya yang pegang kamera lah yaw...

Terimakasih semuanya ^^ . Ditunggu episode selanjutnya...

26.12.08

seribu pura??

Ada yang lagi ngebet banget lihat pura. Pura-pura yang bertebaran di pelosok Bali sepertinya tidak cukup. Oke, nih saya antar ke pura terbesar seantero Pulau Bali, Pura Besakih.

Tips mengunjungi Besakih:
1. Naiklah lewat Banjarangkan. Ditanggung pemandangan yang cantik akan membuatmu malas untuk kembali jadi anak kota. Seperti yang terjadi pada saya… ☺
2. Pakai baju panjang, atau bawa sarung sendiri kalau tidak mau direpotkan dengan urusan pinjam-meminjam kain dipintu masuk.
3. Sewa guide juga ga rugi. Biar bisa naik2 ke tempat yang sebenarnya dilarang :D
4. Banyak anak kecil yang menjual bunga seharga seribu rupiah. Teguhkanlah hati untuk membeli satu tangkai saja, karena setelah itu kau akan dikerubuti anak kecil yang lain yang memohon untuk bunganya dibeli dengan berkata “masa teman saya dibeli tapi saya engga???” . Kalau kau dermawan, ya siapkan juga uang yang banyak…
5. Siap-siap payung. Besakih itu mirip Payangan. Punya kecenderungan untuk hujan di saat tempat lain tidak hujan. Kalau mau, banyak juga ibu-ibu yang menyewakan payung 5000rupiah saja.
6. Jangan lupa menyiapkan otak dan jiwa untuk melihat hal-hal aneh tapi nyata seperti ayam segedhe anjing dewasa, atau orang-orang kaukasia yang tiba-tiba berlari sambil bertelanjang badan dan hanya memakai underwear saja karena tidak mau bajunya basah.

Selamat berwisata.

kasihan Squidward...


Ada tentakel dijual di warung Itali. Hum...pantesan Spongebob senang sekali berada didekat Squidward. Klo Squidward lengah mungkin tinggal ditaburi bumbu saja itu tentakel, baru digigit, nyam nyam...

Tih, Ratih, Jangan rebutan sama Patrick ya...

laguna biru

Siapakah teman terbaik seluruh dunia?? Jawabnya adalah saya! :D

Loh iya donk, walau sudah jelas saya tidak akan ikutan snorkeling (karena tidak bisa berenang :p), saya tetap mau menjadi navigator wanita-wanita ini menuju Blue Lagoon. Plus jadi seksi dokumentasi pula. *sigh. Walaupun mereka juga terbengong-bengong ketika sampai disana dan mendapati fakta bahwa tempat terpencil ini tidak menyediakan jasa guide snorkeling. Ooops sorry girl! I forgot that you three never did snorkeling before *non-guilty-grinning. Pinjem jaket pelampung dan bereslah sudah.

Sore itu lagunanya cantik. Jadi duduk-duduk di daybed pun ga masalah. Ketawa-ketiwi memperhatikan kekonyolan mereka yang sedang ada di laut itu sambil ngobrol dengan orang lokal. Girls, jangan berenang melebihi bola hitam itu ya...

Dimana blue lagoon? Sebelum Pelabuhan Padang Bai, belok kiri. Melewati deretan penjual jasa menyelam dan jukung-jukung nelayan, naik ke bukit. Parkir di sebelah pura, turun lewat hutan dan taraaa…diantara rerimbunan hijau-hijauan kau akan bertemu laguna biru kehijauan yang cantik tersiram sinar matahari.

Baiklah, saya akan belajar berenang.

Tamarilin

Menghabiskan waktu berjalan-jalan di depan Puri Ubud dan tepat pas sedang ada acara bazaar pertanian bisa menyenangkan juga loh. Apalagi kalau menemukan hal-hal yang aneh yang belum pernah dilihat. Seperti buah ini yang saya temukan di salah satu stan jualan. Namanya tamarilin. Tampilannya seperti tomat, hanya lebih lonjong. Rasanya sedikit lebih manis dari tomat. Menyegarkan. Sepertinya saya ketagihan untuk mencobanya lagi. (Yuuuk ke Kintamani…!)

Cara makannya agak unik. Karena kulit buahnya pahit, memakannya ga bisa asal telan. Dipotong sedikit ujungnya, baru dihisap dalamnya. Nah teman saya menambah satu lagi metode untuk memakannya. Si buah di putar-putar dulu di telapak tangan agar lebih lembek dan gampang diiris. Sebenarnya metode ini tercipta karena pisau yang saya punyai tumpul hehehe:D (Sori boss! Nanti deh saya beli pisau daging!)

Saya juga sempat beli sari buah yang sudah tinggal diminum. Sayang saya baru ingat untuk meminumnya setelah berhari-hari kemudian saat sudah basi. Ada yang mau menyumbangkan kulkasnya ke saya??!

makan gak makan, kumpul!


Di desa saya ada spot yang bernama Petulu. Disini adalah tempat para bangau putih membuat sarang di atas pohon. Mulai dari menjelang maghrib hingga subuh, para bangau berkumpul di sini

Kami datang satu jam menjelang maghrib. Saya menduga bangau-bangau dari seluruh penjuru Ubud dan sekitarnya itu sedang arisan. Soalnya berisik sekali, persis seperti teman-teman ibu saya saat datang arisan di rumah. Banyak juga bangau yang masih berseliweran, pindah pohon sini-pindah pohon sana. Persiiis banget sama ibu-ibu itu. :D (Peace, mom!). Atau mungkin mereka semua sedang sidang umum untuk mengegolkan undang-undang perbangauan? Ah tidak mungkin..sidang umum DPR saja sepi-sepi saja… . Jadi bisa dipastikan, burung-burung itu sedang arisan.

Sepanjang jalan, yang entah berujung dimana, bangau-bangau bersarang. Untung letak pohon yang dijadikan sarang tidak berdekatan. Jadi saya tidak perlu berlari jauh. Maksudnya, saya berlari karena saya engga mau ketiban kotoran burung yang udah mirip hujan peluru saja di bawah pohon-pohon itu. Berbeda dengan Gita yang pasrah begitu saja. Katanya, kalau sudah waktunya kena (kotoran burung), mau berlari pun tetap kena (kotoran burung). Aaah pokoknya saya tidak boleh terkena kotoran, stok baju saya sudah sangat tipis sekali, belum nyuci…..

Dan saya berhasil! Badan saya sehat, pakaian pun tetap bersih dari kotoran bangau, tapi tetep bau keringat, huahaha

Ngomong2, kok bangau bersarang di atas pohon sih? Bukankah mereka tinggal di rawa-rawa seperti yang ada di tivi-tivi itu?

huh!

Saya sedang bertanya-tanya. Memangnya wajah saya wajah lugu yang gampang dikibulin ya??


Soalnya, ketika saya bertanya kepada mas2-sepertinya-tukang-sewa-papan-surfing yang sedang membersihkan ikan-ikan kecil yang mati di sepanjang pantai Kuta tentang kenapa ikan-ikan itu mati, (dan setelah saya bilang bahwa saya gak punya tipi) dia menjawab begini.

Jadi ikan-ikan kecil ini dimakan ikan yang besar. Trus ada virus di laut datang. Virusnya menyerang si ikan besar. Trus ikan besar itu meledak (Bayangin! MELEDAK OLEH VIRUS!). Jadilah si ikan-ikan kecil ini keluar dari perut si ikan besar. Trus sampailah ikan-ikan kecil ini ke pinggir pantai dalam keadaan mati.

Saya melengos dan pergi begitu saja waktu dia selesai bercerita. Dasar pria-pria! Suka sekali membohongi saya!

23.12.08

definitely will miss it


Saya baru saja menyelesaikan satu episode jalan-jalan bersama sohib baik saya. Kawan lama yang tiba2 memutuskan datang ke Bali dan membuat repot saja. Tetapi saya selalu senang direpotkan olehnya walau agak menggerutu juga karena dia mengoleh-olehi saya maskara (iya, maskara yang buat bulu mata itu!) tetapi gagal membawakan pesanan CD saya.

Berkeliling Bali, For The Sake Of Old Days. Niat backpacking tapi kok pake mobil. Niat mo numpang2 tidur di masjid pun tinggal rencana. Tapi tak apa, karena jadi banyak yang bergabung. Hari-hari libur saya pun jadi gak garing.

Nisa, terima kasih sudah datang, teman juntrungan terbaik seluruh dunia. Mampir lagi ya.... You're always welcome here.

17.12.08

Yep sweety! We're going 2 have a very loooong holiday!

You should think all issues at once if you want to be a good designer!

...

I think you think too much! Free your mind!

...

Can anybody see why it is so painful??!

16.12.08

Halo, saya pencipta lagu pendatang baru!

Dengan sedikit peraturan yang dipaksakan bahwa setiap orang harus membeli sesuatu, semua anggota jalan2 Ahad lalu pun keluar dari Pasar Sukawati dengan hasil belanjaan masing-masing.

Dan saya dapat iniiiii.
Alat aneh yang mengeluarkan suara mirip saron gamelan jawa. Kotak resonansinya terbuat dari setengah batok kelapa yang ditutup papan dan dihias. Pengganti senarnya adalah batangan metal beda panjang. Dibunyikan dengan cara memetik ujung batangan di dekat lubang resonansi. Tapi waktu dibunyikan ternyata ga da tangga nada teraturnya. 'Masa habis do loncat ke sol' komentar teman saya. Hahaha memang bukan alat musik. Cuma penghasil bunyi-bunyian saja ternyata.

Sebenarnya saya ga niat beli. Harga awalnya saja 45ribu. Serius! Saya cuma iseng saja waktu bilang 20ribu. Eh ternyata dikasih juga… Terpaksa deh keluar duit.

Jadi sekarang, klo lagi iseng, saya bunyikan saja si batok kelapa itu. Bikin berisik. Siapa tau bisa menyaingi Dewiq. Terus terkenaal deh….

Sudah ah! Saya mau mencipta lagu baru. Semoga lagu saya sudah jadi ketika mbak sebelah melempar sandal ke kamar saya.

Tikusnya Beni??

Sabtu lalu saya menyempatkan diri datang ke launching buku barunya Beni&Mice berjudul Lost In Bali di Museum Kartun. Bukunya sendiri tidak terlalu wow buat saya, karena yang disampaikan lebih dalam bentuk deskripsi sosial yang menurut saya biasa saja. Mungkin juga lebih karena apa yang disampaikan dalam buku itu adalah hal yang tak terlalu baru bagi saya yang sudah setahun lebih mengenal Bali. Saya masih lebih suka komik strip mereka di kompas. Lebih cerdas.

ki-ka: Rangda (tapi kok ga serem yak?), 
Dian Ina, Om Mice, Om Beni, Tyas, Okta

What happened on the event? Yah liat saja karikatur saya. Dian Ina yang heboh langsung ngeborong semua buku mereka. Tyas yang terkagum-kagum ketemu orang terkenal. Saya? Dengan bodohnya meminta tanda tangan di halaman 22. Habis, saya banget gitu loh :D

Melihat Mice menggambar karakternya dalam sekali coret saja. Wow! Dua puluh tahun adalah waktu yang mereka perlukan untuk sampai titik ini, titik untuk meledakkan karya mereka. Sesuai kata guru saya : “There’s no shorcut!” (saya: Masa sii??:p).

Baiklah. Kalau begitu saya nikmati saja saat ini.

Tyas, sudah terbukti kan kalau saya engga angin2an…. 

15.12.08

quiz


Mo pamer foto sbenarnya :D. Another Sunset Hill trip on sunset hour. Di atas adalah hasil jepretan saya yang menganut mahzab 'just point and shoot-hell care all photography rules" (yang terpaksa dianut karena ga punya duit buat beli slr hahaha). Not bad ya?? *cengengesan.

Coba tebak. Punggung siapakah itu?? hadiahnya adalah kencan bersama yang punya punggung wakakaka (sejak kapan jadi mucikari Ok?? *yang punya punggung pentung Okta)

Ps. para saksi mata dilarang ikutan

12.12.08

too much for a day

a friend spread news that he'll officially have a wife soon,
another friend lost his wife forever.

what's the lesson?still blur....

bandel

dont fit problems into design!

at first.. do they look at it as problem or not?

10.12.08

funny eid

Momen solat idul adha saya tahun ini cukup lucu. Akibat ingin ganti suasana, saya pun ikutan solat di lapangan milik batalyon militer kota Gianyar. Sebelom acara selesai, pintu gerbang pun masih dikunci, jadi ga ada yang beranjak dari duduknya sampai selesai ceramah, walau ga kedengaran jelas sampai tempat duduk saya akibat tata suara yang buruk. Wow, sangat disiplin!militer skalee...

Masih banyak yang unik dan lucu lainnya (menurut saya sih!). Pictures will tell you better.

Siap,Pak!NKRI memang tak boleh pecah!

Bince...Pelanggaran itu tidak indah! Bandel ih!

Percayalah pada saya..Batu yang dicat hitam legam memang memberi karakter tersendiri ;)

A superman on the Indonesian military complex?That sure does make a statement!

Kok pas pohonnya ganti nama, ga ngundang saya untuk bancakan (syukuran) sih?


Selamat Idul Adha semuanya! Jangan lupa kirim sate kambingnya ke saya....

9.12.08

desa bambu

Akhirnya... ke Panglipuran juga. Hore..! Dari dulu saya memang penasaran dengan desa di Bangli yang satu ini (Dasar arsitek, weekend pun jalan2nya melihat obyek arsitektur!). Apalagi setelah saya kecewa melihat Tenganan (desa Bali Aga di Bali Timur) yang sudah ga ketahuan bentuk aslinya karena pembangunan baru.


Satu hal yang menarik dari Panglipuran dan diluar dugaan saya adalah hampir semua atap rumah di sana terbuat dari bambu. Bambu dipotong2 dan ditumpuk sampai beberapa lapis hingga tebal dan mampu menahan air. Cara menyambung antar bambu pun unik, cuma disisipkan saja.
Ga cuma atap. Mulai kandang ayam, dinding lumbung desa, sampai tempat sampah pun seragam, pakai bambu.

Gak heran. Setelah menelusuri desa, ternyata di sisi utaranya, di belakang pura utama, adalah hutan bambu seluas 45 hektar.

Ternyata konsep sustainable city yang diagung2kan dunia setelah isu pemanasan global meluas sudah dipraktekkan desa di ujung Bali ini. Mereka menggunakan sumber daya alam paling dekat dengan tempat tinggal mereka sendiri untuk membangun rumahnya. Dan herannya lagi, warga desa ini tidak memungut bayaran sama sekali untuk pengunjung, alias mereka sendiri sudah mampu menghidupi diri sendiri tanpa mengandalkan orang luar.

Semoga tidak berubah sampai suatu saat saya kembali lagi mengunjungi desa ini.

kuncrit kembar


Sejak hari pertama saya menginjakkan kaki di Bali saya selalu heran melihat anak sekolahan (SD, SMP, SMA) yang semuanya dikuncir dua, entah kepang entah diikat biasa. Beberapa waktu yang lalu saya mendapat jawabannya. Ternyata memang ada peraturan sekolah yang mengharuskan hal tersebut. Peraturan yang aneh.....

Saya jadi rindu ayah saya yang selalu mengikat rambut panjang saya pagi2 sebelum berangkat sekolah saat saya masih SD... Pasti beliau super kaget melihat potongan rambut pendek saya sekarang. Sssst...jangan bilang2 ayah saya ya...

5.12.08

what do you feel like listening tonight?

Di kota tempat saya tinggal ada beberapa toko CD impor, terlalu banyak malah menurut saya untuk ukuran Ubud yang kecil nan mungil. Kalau dihitung, seingat saya ada 7 toko sendiri dalam 3 blok. Ada satu toko CD diantaranya yang menjual CD dengan special price, CD original tentu saja! Special price disini maksudya harganya jadi miring. Mantan tetangga saya yang seorang music freak yang menemukannya. Saya terheran2 ketika kami berkunjung ke sana dan melihatnya membeli setumpuk CD sambil kegirangan karena menemukan CD Smashing Pumpkin yang sudah lama di cari.

Saya sih suka mendengarkan musik, cuma ga hobi beli CD (hehehe yang gratisan aja bertebaran). Tapi malam ini saya sedang bosan dengan koleksi lagu saya. Juga malas mendonlot lewat jaringan internet saya yang sepertinya makin lama makin lambat saja. Sekalian keluar, saya mampir ke toko tersebut. CD incaran saya tak juga ditemukan. Dan di bagian CD 30ribuan tersebut cuma ada rekaman2 lama saja. Wah kayaknya asik ni dengerin lagu2 lama. So what do you feel like listening tonight?? Something half beat-half slow i guess. Pilihan saya : A Funk Odyssey milik Jamiroquai, In Deep nya Tina Arena (uh uh jaman SD banget siii), dan Highly Evolved dari The Vines. Not bad, u get 3 CD for one CD price.

Penasaran, saya tanya kenapa harganya bisa lebih murah, padahal saya menemukan CD yang sama di tumpukan CD non diskon. Ternyata, kata mbak penjaga, CD2 yang dijual murah ini didapat dari toko CD sebelah yang sudah bangkrut. Konsep yang aneh untuk menjual CD yang sama dengan harga yang jauh berbeda. Toh CD2nya juga masih dalam kondisi bagus. Saya juga jadi berpikir tentang kebangkrutan toko sebelah itu (Di Ubud sangat biasa melihat satu toko tutup dan dengan cepatnya digantikan oleh toko yang lain) ,kota sekecil ini mugkin sudah berada dalam titik jenuh untuk dibanjiri toko2 yang menjual merk kelas internasional, termasuk CD2 impor ini tadi. 7 same store on less than 2kmsquare area. Sebuah pemaksaan. But, what the hell, all store in Ubud sell pretty much the same thing.

Ah sudahlah. Saya cuma berharap akan ada lagi toko CD yang bangkrut... lho???... maksutnya biar saya bisa dapat CD2 dengan harga miring lagi gitu....;p

4.12.08

three-angle


Di bali ada jajan pasar namanya Kaliadrem. Semacam donat berbentuk segitiga ditabur wijen. Hanya teksturnya yang berbeda dari donat pada umumnya karena terbuat dari ketan dan campuran kelapa (di labelnya juga tercantum 'beras' sebagai salah satu bahan bakunya, cuma kok ga berasa di mulut ya??? mungkin maksudnya adalah 'tepung beras') Suatu ketika Bu Wayan pernah menyajikannya untuk pencuci mulut setelah makan siang. Rasanya enak di mulut saya. Sejak itu saya penasaran untuk mencobanya lagi.

Beberapa hari yang lalu saya menemukan kaliadrem dijual di Tiara. Diletakkan di bagian perlengkapan untuk sembahyang (berarti biasa digunakan untuk sesaji ya??hemm...) Hanya ukurannya sedikit lebih besar daripada yang pernah saya makan.

Memakannya membuat saya jadi teringat pada salah satu desain Louis Kahn di Dhaka. Same pure geometry in big size :D Involving triangle and hole.. . I wonder if it's bulky or not.

Betapa kutukan arsitek telah mengenai saya. Segala sesuatu yang ditemui dihubungkan dengan arsitektur. Halah!

3.12.08

jupiter, venus, bulan...

3 Desember 2008, 19.50 WITA


Di langit sebelah barat, di bawah bulan sabit, ada dua kerlip benda langit yang terang sekali.Kebetulan memang tidak ada yang bersinar lagi didekatnya. Kata Naomi, itu adalah Jupiter dan Venus. Di atas adalah foto yang kelihatan dari depan pintu kamar saya. Sayang di pocky saya cuma kelihatan seperti titik saja. Jadi, yang baca posting ini malam ini juga (mang ada ya???!), buruan lihat langsung. Mata manusia lebih keren dari sensor kamera untuk bisa menangkap kecantikan tiga benda langit itu. Subhanallah..

Kalau ada yang memastikan bahwa itu bukan Jupiter dan Venus, jangan bilang2 ke saya. Merusak romantisme saja...:p

2.12.08

anjing2 gila! gila anjing2!

Adik saya baru saja mengirimi saya sms melalui nomor ayah saya. Isinya : ‘hati2 kt bapak dan di tv di bali banyak rabies’. Karena akhir2 ini tontonan tv saya hanyalah Bessie Higgenbottom maka saya percaya saja bahwa ada penyakit anjing gila di Bali. Toh anjing2 di Bali memang sudah gila!

Bali memang surga anjing. Anjing-anjing dapat ditemui dimana2. Banyak anjing-anjing ras yang dipelihara tapi banyak pula anjing2 liar tanpa pemilik yang berkeliaran di tengah jalan raya. Saya pernah tak sengaja melindas salah satu di antaranya. Habisnya dia malah mendekat ke motor yang saya kendarai sih! Ajaibnya dia masih hidup dan ajaibnya pula saya tidak jatuh dari motor. Ketika saya datangi orang yang saya pikir pemilik anjing itu dengan maksud untuk bertanggung jawab terhadap anjingnya, beliau malah lebih mengkhawatirkan saya daripada anjingnya. Maka walau terdengar si anjing ber’kaing-kaing’ kesakitan dari dalam rumah, kala itu saya pun bisa dengan cueknya pergi dari tempat kejadian perkara.

Tidak mau dekat2 anjing adalah pertimbangan saya untuk tidak hidup di Bali. Tapi ternyata manusia bisa beradapatasi juga. Itu kesimpulan saya ketika hari ini mengantarkan teman saya berkeliling kota.

Teman yang baru saja menginjakkan kaki di Bali ini takut dengan anjing, atau tepatnya tidak terbiasa dengan anjing. Maka ketika ada anjing menggonggong dan mengejar motor yang kami kendarai (beneran!banyak anjing sakit jiwa mengejar2 motor di bali ini!), sampai berjam2 kemudian pun dia masih dag dig dug. Pun ketika ada anjing yang sekedar mendekati, dia langsung berkata2 dengan nada ketakutan.

Sedangkan saya, sudah tidak sepenakut dulu lagi. Kalau ada anjing mendekat, langsung deh saya hentakkan kaki, si anjing pun mundur. Hihihi saya harus berterimakasih pada Mocca. Si golden retriever tampan ini! Karena tampang bodohnya, juga gampangnya dia untuk diusir dengan hanya menggeser kursi saja, juga kemalasannya (kerjaannya tiap hari tiduuur mlulu, makanya jadi ndut!), saya merasa menjadi makhluk superior di atas anjing-anjing bergigi tajam. (Memang sih, Mocca cuma golden, jenis yang penurut, tapi saya pernah kok survive dari rotweiler yang diikat hahaha). Jadi ngikik sendiri kalau teringat tampang i-think-he’s-licking-my-feet di wajah ketakutan saya saat pertama kali bertemu dia.

Jadi sekarang kalau dikejar dan digonggongin anjing, saya akan merasa kasihan pada anjing2 itu. Mau ngomong : ‘Hey cantik! Aku ngefans padamu! Tunggu akuuuuuuu!’ saja ga bisa. Keluarnya cuma ‘guk!guk guk!guk guk guk! guk!. Kasihan..

(Habis ini mungkin adik saya akan sms ke persatuan anjing2 seluruh bali. Isinya: ‘Hati2 semua, Ada penyakit oktagila!’)

1.12.08

when did the last time u sweat??

Kapan ya terakhir kali olahraga?? Kayaknya sebelom puasa deh! Ooops…pantesan perutnya jadi buncit huahahaha…. Jadi sewaktu Stip-yang-punya-dslr-baru tanya dimana tepatnya jalan menuju bukit belakang Ibah itu saya langsung bilang ‘besok pagi2 yuk jalan kesana!!’

Gak benar2 pagi sih ketika hari berikutnya kami berempat datang kesana. Mendung sepertinya membuat bukit yang biasanya ramai oleh orang2 yang berjalan2, berolahraga, atau sekedar mojok pacaran menjadi sepi. Baru beberapa meter menanjak langsung ngos2an. Tuuuuh kaaan…harus digiatkan lagi latihan fisiknya!!

Tapi salah memang kalau niat berkeringat dicampuri dengan keinginan bawa2 kamera. Buktinya, tiap beberapa meter kami berhenti, jepret sana jepret sini. Kalau gitu caranya..kapan keringatnya keluar……

Tapi memang apa yang ditemui diperjalanan pagi itu keren kooook..
Lihat bukitnya yang cantik.


Perkampungan yang ditemui juga unik.


Tempatnya jadi pas untuk narcis2an.


Komentar Japa keesokan harinya ketika melihat koleksi foto2 narsis ini: “Kok tiap fotonya bagus, pasti engga ada Okta (didalamnya) sih?” Hyaiyyalah..saya yang pegang kamera gitu.. . Eh apa tadi? Fotonya bagus?? Sepertinya saya ada bakat jadi fotografer *ketawaguling2. Nah, keringat saya sudah keluar sekarang, karena guling2 sambil ketawa..