21.3.09

yang penting jadi ksatria

saya heran. dalam sejarah bersepeda-motor saya yang telah memberikan saya reputasi sebagai tukang ngebut (mulai dari keluarga, tetangga, sampai mas laundry di belakang Blanco pun pernah berpesan 'jangan ngebut!'), justru sejarah kecelakaan bersepeda-motor saya tak pernah terjadi pada saat saya sedang ngebut.

kalau sudah begini, saya cuma bisa mengandalkan motor tangguh saya, yang sampai hari ini masih bisa berjalan, seberapapun parahnya, sebengkong apapun as rodanya, se-blong apapun remnya, sekendur apapun spionnya. mungkin kini saatnya saya membalas rasa cinta kasih motor saya kepada saya. yang walaupun selalu saya abaikan, dia tetap setia menemani saya. bukan, bukan dengan cara memberikannya sesajen setiap hari. sepertinya saya akan memulainya dengan mengelapnya setiap hari :D

oh, sekalian saya berpesan pada semua orang-orang yang saya cintai: "udeng itu bukan helm lho. yes you can get away now, but no one can assure you can survive later" *widest-smile-ever.

ps. posting ini untuk sistem perlalu-lintasan diIndonesia yang tidak saya pedulikan betapa bobroknya sampai saya mengalami sendiri kebobrokan itu. semoga lekas sembuh.

sweet

mungkin sudah saatnya. berhenti berusaha untuk berteman dekat. dengan siapapun. karena seharusnya persahabatan memang tidak perlu kerja keras kan??

oh i hate my life so much.

18.3.09

cintawisnu/an affair to remember

Yuuk nemenin Jaki, si pendatang baru( :D), ke Garuda Wisnu Kencana. Sore hari saja, karena kalau siang:puanasnyaaa poll! Maklum letaknya di Bukit, kawasan yang isinya batu kapur sejauh mata memandang. Jangan lupa sedia kacamata hitam, pakai baju warna terang, dan uang dua puluh ribu karena harga tiket masuknya ternyata sudah naik sodara-sodara:((

Lihat apa di GWK?? Liat patung logam seperlapannya baru jadi. So funny that they brand this place as a world’s tallest statue complex but they don’t actually have the statue, and that lasts for years. Ha. Ha. Ha *cynicallaugh

Tapi patung pada akhirnya engga penting, karena yang penting adalah sesi foto2 narsisnya. Ya gak Git?? :p

mampir hutan

Mampir sebentar ke Bedugul Botanical Garden. Benar2 mampir, karena hari sudah sore dan hujan yang tiba-tiba mengguyur. Dengan Batukaru dan kawan-kawan sebagai background, si taman jadi cantik sekali. Aaah jadi mengidam-idamkan Batukaru. Pasti dingin.

SING??

Jadi, saya kini mengunjungi SING-SING di kaliBUKBUK, setelah dua hari sebelumnya maen ke NUNG-NUNG dan pulangnya melewati GIT-GIT. Nanana, saya juga penasaran kok, ada apa dengan semua nama air terjun di Bali??

Dimana Singsing?? Dari Lovina ke arah barat, belok ke selatan di Banjar. Papan penunjuknya kecil. Sangat tidak populer rupanya. Waktu kami bertanya pada orang di pinggir jalan, kami malah mendapatkan pertanyaan balik: “Emang musim ini ada airnya??” Wah, langsung saya ingin toyor manusia yang merekomendasi untuk mengunjungi Singsing (Apalagi berikutnya si perekomendasi itu mengaku bahwa selama hidupnya di Singaraja, dia belum pernah mengunjungi Singsing. Toyor abeeeeess…)

Singsing itu bukan satu air terjun yang besar. Lebih kecil daripada Gitgit, tetapi dengan beberapa kolam yang bertingkat dibawahnya. Untuk mencapai limpahan paling besar, kami harus berjalan dipinggir-pinggir tebing dahulu, terkadang disertai dengan memanjat bebatuan plus nyemplung air. Tempatnya belum tereksplor dengan baik. Jalan masuknya saja masih jalan kampung pinggir sawah lewat kebun. Ketika sebelum masuk, ada perasaan khawatir tersesat. Setelah dijelajahi, wuaaaahhhh gak rugi lah semua perjuangan yang dilalui. Sebagai satu-satunya pengunjung siang itu, kami puaaasss :D

Lagi! Lagi! Lagi!

Singaraja pp.

Liburaaaaaaaan. Saya suka tanggal merah. Karena kebetulan Jeng Kadek juga ikutan libur, maka saya pun ikutan mengunjungi rumah kakek Kadek di Singaraja coret.

Setelah beberapa kali diisi dengan acara mampir sodarasana-sodarasini yang diikuti dengan perut penuh kekenyangan akibat JengKad punya kebiasaan tidak pernah menolak makanan yang diberikan (saya dan Bagus yang datang bersamanya kan terpaksa tidak bisa menolak untuk makan juga:p), kami pun sampai di Singaraja sore hari. Karena rutenya adalah Payangan-Batur-Kintamani-Singaraja saya pun hepi –hepi saja. Lha kanan kiri ada sawah hijau, hutan cemara, danau, gunung, kebun.. beeeeeh asoy. Cuci mata ala Bali.

Di rumah kakekkadek ngapain aja? Yang jelas, ngabisin makanan:D wekekeke, maen di kebun belakang yang penuh dengan pohon salak, coklat (saya nyolong satu:p), bambu, de el el, lihat anak babi umur dua hari (idih Okta, jauh2 ngelihat babi, tiap jam empat sore aja udah berisik karena ada konferensi babi-babi di sebelah padepokan, ckckck), manambah kosakata bahasa bali (phew), melihat piaraan lebah dalam sarang silinder yang unik , dan malamnya, super duper kedinginan (maklum,masih di perbatasan Singaraja-Kintamani sih).

Yang perlu digarisbawahi adalah bahwa kami akhirnya mengetahui bahwa JengKad sebenarnya adalah keturunan dari keluarga baik-baik wekekeke (Dek, tagihan promosi ini akan kukirimkan segera).

14.3.09

batuk2 dan kesedak

a caucasian fella on one lunch chat: i hardly met anyone who's married (back in home country)

me: .... *mata mendelik

13.3.09

pelaga #2



sayagakbasah sayagakbasah sayagakbasah! *kegirangan

tapi kakipegel napas ngosngosan :D

ps. resource image dipinjem dari kunyit

11.3.09

pelaga


Dasar orang-orang aneh. piknik kok di jembatan.

ih okte, padahal sendirinya yang ngajakin.ckckck

ps. resource image dipinjem dari mpri

7.3.09

:((

how come you forget to insert the battery to the camera, Okta?? How come?!

Lesson number one: do not forget to check the battery before leaving or you won't get it out of your mind for the rest of the trip.

sigh

Wah tahun ini nyepi di Bali engga seru sama sekali. Engga bakal ada ogoh-ogoh di malam sebelum nyepi. Dilarang karena pemilu yang akan berlangsung beberapa hari sesudahnya membuat paranoid. Semua orang takut akan terjadi keributan.

Wuih padahal saya suka arak-arakan ogoh-ogoh di malam ‘pengrupukan’ yang menurut saya satu2nya festival rakyat di Bali. Perayaan dimana semua orang benar2 terlibat, pria wanita tua muda. Ramai. Desain ogoh2 pun menunjukkan bagaimana kreatifnya orang Bali. Bikiinnya teh niaaaaat pisan. Salut deh saya sama orang Bali.

Saya juga sedih karena kalau ga ada arak-arakan ogoh2 berarti saya juga ga akan bisa melihat lautan pria Bali berpakaian adat putih. Padahal saya suka melihat pria-pria Bali berpakaian adat putih. Mereka semua terlihat tampan :D *pentungokta.

Karena ga bakal asik, saatnya kabuuuuuuurrr dari Bali…. .

Kegunaan buku (selain untuk dibaca dan nimpuk maling)


Saya baru saja menemukan kegunaan lain dari buku. Yaitu sebagai kaki meja. HA? KAKI MEJA. Hehehe

Waktu itu saya sedang membutuhkan meja. Tapi, saya tak kunjung menemukan bentuk meja yang saya mau (dan khusus memesan ke tukang kayu akan membutuhkan budget banyak). Jadi, saya berdayakan saja apapun yang ada di kamar saya. Sok green, critanya.

Satu2nya meja di kamar saya ini terbuat dari papan sisa yang saya beli dari tetangga saya. Kaki mejanya berupa tumpukan buku.

Sebelumnya, saya menggunakan buku-buku yang memang sudah ada di kamar saya. Hasilnya, meja saya kurang tinggi (ketahuan deh bahwa saya bukan pembaca buku yang rajin:p). Saya langsung memutuskan untuk memborong buku (demi agar saya lebih rajin mengerjakan hal2 berguna juga). Hah?ngeborong buku?ga menguras kantong tuh? Engga duonk, kan saya beli di Smile shop, toko barang bekas di Ubud. Lima ribu dapet dua. Walhasil si mbak jaga cuma melongo waktu tahu saya mau beli dua kantong besar buku bekas di toko itu.

Milih bukunya ga sembarangan loh. Sebagian saya pilih karena saya suka desain sampulnya, sebagian karena saya mengenal penulisnya, sebagian lagi karena ada cap shortlisted from ‘blablabla’ award atau tulisan bestseller di sampulnya. Saya juga beli beberapa buku dalam bahasa Jerman, Prancis, Spanyol, dan satu buku yang benar2 berisi huruf kanji dari awal sampai akhir. Heh?emang bisa baca, Ta?? Engga duonk, mau sok2 ajah :p Dan beberapa yang lain saya beli hanya karena alasan sederhana : TEBAL. :p

Saya kini tak akan kehabisan bahan bacaan, mungkin sampai tua baru selesai saya baca buku2 itu. Kalau ada yang butuh bacaan, silahkan mampir kamar saya dan ambil dari kaki meja saya. huahahaha.