saya heran. dalam sejarah bersepeda-motor saya yang telah memberikan saya reputasi sebagai tukang ngebut (mulai dari keluarga, tetangga, sampai mas laundry di belakang Blanco pun pernah berpesan 'jangan ngebut!'), justru sejarah kecelakaan bersepeda-motor saya tak pernah terjadi pada saat saya sedang ngebut.
kalau sudah begini, saya cuma bisa mengandalkan motor tangguh saya, yang sampai hari ini masih bisa berjalan, seberapapun parahnya, sebengkong apapun as rodanya, se-blong apapun remnya, sekendur apapun spionnya. mungkin kini saatnya saya membalas rasa cinta kasih motor saya kepada saya. yang walaupun selalu saya abaikan, dia tetap setia menemani saya. bukan, bukan dengan cara memberikannya sesajen setiap hari. sepertinya saya akan memulainya dengan mengelapnya setiap hari :D
oh, sekalian saya berpesan pada semua orang-orang yang saya cintai: "udeng itu bukan helm lho. yes you can get away now, but no one can assure you can survive later" *widest-smile-ever.
ps. posting ini untuk sistem perlalu-lintasan diIndonesia yang tidak saya pedulikan betapa bobroknya sampai saya mengalami sendiri kebobrokan itu. semoga lekas sembuh.
21.3.09
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

5 komentar:
pernah menjadi pergosipan di antara kami (kaum2 pria almamater smuni), "para cewek di tempat kita itu kebuters semua ya?" :P
heehehhe... peace V^_^
lanjutan.."terutama yg pinter2"...
(hahaha, semoga netralisirnya ini berhasil :P)
netralisirnya berhasil, Atma. tapi sayang, telat. kantong saya keburu bolong. tongpess. hahaha
weehhhhhh....
kecelakaan toh ta?
kok isoo?? hihihi..malah ketwa:D
dahh...yang penting masih bisa have the widest smile ever kan? ;p
dah di lap motornya bu okta pagi ini?xixixii :D
mbak nya... waah, serasa di jogja, masih seneng ngebut,.kekeke...
dibanding buat ngebut, motornya buatku aj,..haha
apa nis? udah di lap ato blom?? oooooh ya jelaaaaasss suuudd...*lirik motor tetangga yang silau cling-cling, trus mingkem, clep!
wah ya jangan diminta motr saya, adik Du!motor keren!satu2nya yang berplat AB di Ubud Raya je.
Posting Komentar