Saya baru saja menyadari fakta yang mencengangkan tentang jumlah hari libur saya di tahun 2009 ini.
17 hari libur agama/nasional.
12 hari jatah cuti pribadi
02 hari cuti tambahan (hadiah setelah mengerjakan edan2an suatu proyek yang bukan sekup saya)
05 hari jatah liburan akhir tahun
Total saya mendapat 36 hari libur. Belum termasuk jumlah hari ijin tidak masuk kerja karena sakit. Dan ngomong-ngomong saya juga libur di hari Sabtu dan Minggu tiap pekannya.
Subhanallah, banyak sekali. Saya t-e-r-k-e-j-u-t !!
Maksud saya. Kalau jumlah hari libur saya lebih banyak daripada rata-rata jumlah liburan orang Kanada, Norwegia, Taiwan, US, Hongkong, Singapur, Islandia, Belanda, Korea Selatan, Jerman, Belgia, Swiss, Australia, Denmark, Jepang, dan bahkan lebih banyak daripada teman-teman saya pada umumnya, lalu kenapa saya masih tetap begini-begini aja. Tidak ada peningkatan berarti dalam hidup saya. Banyak libur, banyak kemalasan. Ck ck ck.
..duh hawa liburan akhir tahun sudah datang nih.
*jatah cuti saya masih tiga hari ni. boleh disimpen buat tahun depan gak ya?
8.12.09
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

3 komentar:
He he he he...
Gimana ya kalo suatu saat ada program liburan bermanfaat.
Maksudnya, ada kebijakan cuti boleh diakumulasi, dan setelah 10 tahun (misal jatahnya jadi 30-50 hari) bisa dipake buat community service, macem KKN ke daerah2 tertinggal. Mbangun rumah kek, nggali sumur kek, ngajar TK/Playgroup/SD/SMP kek, etc etc. Will be holiday made in heaven, then. ^^V
wow, anda berhati mulia sekali nona sunett. tapi komunitiserpis tu harusnya kewajiban je,bukan hak (baca:liburan=hak)
hoo.. liburan=tidur
Posting Komentar