Berikut adalah beberapa kemungkinan yang terjadi ketika sms anda tidak dibalas sampai jangka waktu lebih dari 24jam. 1x24jam. 2x24jam. 3x24jam.
satu. Gaji yangdisms lagi ditunggak lebih dari sebulan. Mau beli makan saja harus ngutang sana-sini, ke kantor terpaksa jalan kaki akibat gabisa bayar ongkos angkot. Pas pulang ke rumah, listrik mati, belum bayar tunggakan PLN. PDAM juga mematikan aliran air, terpaksa numpang mandi di rumah tetangga. Duit di kantong tinggal ceban, masa masih juga mau beli pulsa handphone?
dua. Ketika pulang dari beli pulsa, gak sengaja nginjak ekor anjing tetangga yang sedang tidur. Si anjing terperanjat kaget. Ngiiiiik. Si anjing berbalik arah menghadap yangdisms dengan posisi menyerang. Grrrrrrrr. Yangdisms cuma melongo. (Oi lari, dudul!) Si anjing membuka mulutnya, bersiap menggigit. Kaget melihat gigi anjing yang tajam, larilah yangdisms dengan terbirit-birit. Eits, ada selokan. Lompat dulu. Haaaaaaaaaaaaaaaaaap! Tap! Sampai diseberang selokan, yangdisms mengusap dada karena lega, si anjing tidak bisa ikut melompat. Phew! Plung! Loh ada plung sagala?? Kyaaaaaaa, henpon yang ditaruh di saku celana pun jatuh. Henpon jadi rusak.
tiga. Semua nomor yang ada di phonebook yangdisms tiba-tiba menghilang, termasuk sms yang dikirimkan juga. Yangdisms menyesal tidak mencatat semua nomor yang ada di phonebook untuk cadangan. Bertanya nomor yangmengsms pada tetangga kosan pun tidak berguna, lha wong gak ada yang kenal sama yang mengsms. Nomor mutual friend pun gak ada yang ingat. Ah, dasar memori otak super payah.
empat. Isi sms dianggap gak penting. Sms sudah terbaca, tetapi yangdisms belum sempat membalas saat itu juga. Sms ditutup untuk dibalas di saat yang lain. Tetapi apa daya, niat tinggalah niat ketika yangdisms mempunyai ingatan cekak. Sms terkubur oleh tumpukan sms yang lebih baru. Lupa deh kalau ada sms yang belum terbalas.
lima. Yangdisms macam Agus Angsa saja. Hobinya tidur melulu. Jadi mana ngeh kalau ada sms masuk. Yangdisms belum semahir Agus Angsa yang masih bisa mendorong kereta jerami meskipun sambil merem. (Tapi, mana ada orang yang bisa tidur lebih dari 24 jam?)
enam. Sms sampai di henpon yangdisms ketika yangdisms sedang di atas motor. Tulit-tulit. Dengan bodohnya yangdisms merogoh henpon di saku jaket, membacanya, tanpa menghentikan laju motor. Ketika sedang membaca, yangdisms tidak melihat ada motor lain sedang memotong jalan untuk membelok. Lalu...ciiiiiiiitt.....gubrak......duk...brak.... . (Haaaaaaaaaaaaaa!) Yang disms pun koma. Kalau lagi koma, kan jelas gak bisa balas sms.
tujuh. As simple as this. Yangdisms sudah tidak mau lagi berhubungan dengan yangmengsms. Yangmengsms langsung merunut: salah gw apa ya??
delapan.yangdisms sudah lebih gaul. hari gini gitu loh! Sudah jaman facebook, twitter, skype, tapi kok masih sms-an aja. Please deeeeh.... *phew
Dilarang protes! Para wanita memang mempunyai kecenderungan untuk cemas secara berlebihan >.< .
ps. Apa?Gak ada sms masuk? Tertulis delivered di layar henpon saya tuh :-|
1.2.10
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

6 komentar:
makanya telp aja.. paling2 ga diangkat..
there are things better be communicated written than oral.
Oh my God.. gw guling2 waktu baca komen nomer 2. hi hi hi... nothing weird.. cuma kayaknya otak pembaca lagi perlu dibersihin.
errrrr.. 'communicated written than spoken' mungkin akan membuat yang baca lebih nyaman :P
setuju Wak, tapi aku mulai hafal kebiasaan orang2 yang kuSMS, jadi ada yg perlu dikhawatirkan ada yang nggak, (sebagian besar enggak sih).
and nope, i'd prefer spoken communication than written. walo kadang2 written itu lebih gimanaaaa gitu.. :))
ha..ha... tanya ama yg nulis lah (keknya sih yg ngepost)
cen otakmu kudu di pel Net..
aku luwih setuju ro koe kok Net, tulisan ra ketok "emosi" ne.. le nulis sambi ngguyu2 opo sambi nangis podo wae..
wakakaka jeneh merk pasta gigi OR*LB kae yo ngeres no, nett?
cen neta wae sik perlu di pel ketokke Ta..
Posting Komentar