27.6.10

bertemu kupu-kupu dan teman-temannya

Hiyaaaa! jalan-jalaaaaaan. Yippie! Hip hip hura! Hepi banget dah pokoknya!

Duh saya ini lagaknya kayak orang ga pernah bepergian aja yah. Padahal weekend sebelumnya saya pergi ke Jogja. "Itu soalnya kamu kebanyakan mikirin kerjaan.." kata teman saya. "Huhuhu...." batin saya *halah manja. Ah, ada atau tidak ada penyebab, mari kita bepergian. Biar engga terbiasa memakai kacamata kuda. Mumpung masih ada yang mau diajakin juga:D.

Kali ini ke Taman Kupu-kupu. Letaknya di Penebel, Wanasari, Tabanan di pinggir jalan menuju ke arah Pura Batukaru di kaki Gunung Batukaru.

I always heart butterfly. Maka saya bersemangat sekali mengajak pergi mengunjungi Taman Kupu-Kupu ini. Walaupun sebelumnya sedikit sangsi dengan kualitasnya karena tidak menemukan review lengkap yang membahas tempat ini. Memang, koleksinya tidak lengkap dan tidak ditata dengan baik. Namun, untuk harga tiket limabelas ribu perak, tempat ini terhitung tidak mengecewakan.

Taman diatur dalam sebuah seri perjalanan. Sebagian besar framenya berupa outdoor landscape dimana kupu-kupu hidup bebas yang diselingi dengan ruangan-ruangan sederhana yang menjelaskan lebih lanjut tetang penghuni taman.

Terdapat satu bagian yang berisi lemari yang didalamnya kepompong dikumpulkan dan dirawat sampai akhirnya menetas jadi kupu-kupu. "Untuk menghindari predator," begitu jawab penjaga taman ketika saya bertanya mengapa kupu-kupu tidak dibiarkan saja bermetamorfosa di alam liar.

Kami sempat menyaksikan perjuangan seekor kupu-kupu yang mencoba melepaskan diri dari kepompongnya. That was so WOW experience!! (iya,iya...saya memang norak. Ga pernah lihat kupu-kupu bermetamorfosa secara langsung >.< ) Ternyata sayapnya yang kaku seperti yang sering kita lihat pada kupu-kupu yang beterbangan itu pada mulanya sangat lentur sekali. Terlipat dan tergulung sehingga muat dalam kepompong yang kecil itu. Setelah berhasil melepaskan diri, si kupu-kupu tidak langsung terbang, tetapi masih harus berjalan dulu sambil menyeret sayap yang belum berbentuk itu (maklum, belum pernah melihat kupu-kupu berjalan sebelumnya, hehehe) .

Well, ternyata saya tidak sepenuhnya menyukai semua jenis kupu-kupu. Dalam foto di atas adalah jenis kupu-kupu malam (kupu-kupu -dalam arti sebenarnya- yang hanya aktif di malam hari) yang membuat saya merinding. Ukurannya lebih besar dari kupu-kupu pada umumnya. Lebih besar dari telapak tangan saya. Yang lebih bikin merinding adalah badan tengahnya! Merah, berbuku-buku dan berbulu. Bikin bulu kuduk berdiri. Mending saya bermain-main dengan ulat deh! Beneran! "Monstrous!" kata seorang teman saya. Dan saya pun menyetujui pendapatnya itu!

Selain kupu-kupu, terdapat juga bagian yang menjelaskan tentang belalang yang tidak kalah menariknya. Telur belalang akan menetas setelah berumur enam bulan. Belalang baru akan bereproduksi setelah berumur sembilan bulan. Rata-rata umurnya adalah satu tahun. Jadi, masa telur hampir setengah dari masa serangganya. (Lalu membandingkan dengan manusia. Hum...) Dan ternyata, ada juga belalang yang hermaphrodite! Owh, satu fakta penting lagi untuk diingat, nona Okta! Belalang itu melompat, bukan terbang! ckckck...gak gaul,euy :D!

Dari foto di atas, yang di sebelah kiri itu adalah bayi belalang. Buset, ga ada bedanya sama ranting pohon! Nah yang di sebelah kanan yang baru pertama kali saya lihat disini adalah belalang yang hidup di pohon anggrek. Nama latinnya Hymenophus orchid mantis. Lihat ekornya! Mirip sekali dengan kelopak bunga anggrek.

Nah, kalo yang di bawah ini saya juluki belalang bule karena impor dari Australia. Kepalanya mengingatkan saya pada tokoh utama Antz The Movie yang berupa seekor semut! Lihat belalang kok malah jadi ingat semut sih....?


Selain belalang dan kupu-kupu, terdapat satu bagian lagi yang memamerkan kumbang. Sayangnya kumbang favorite saya (jadi favorit karena proporsi badannya yang bagus, meminjam istilah teman), bukannya saya temui dalam keadaan masih hidup tetapi malah sudah jadi awetan di art shopnya :(. Long live all knights!

3 komentar:

tiko mengatakan...

proporsi yg mana Ta?

tau ga klo kupu-kupu itu mati setelah reproduksi??

okta zaida mengatakan...

itu tuh proporsi kumbangnya. Bukan gendut kayak kumbang yang umumnya kita liat di poon2 sini. Kayaknya gagah gitu...antenanya panjang, kepalanya kecil, badannya ramping. begono...

Ah, masa sih kupu2 begitu? tapi gak langsung kan?

tiko mengatakan...

ow..

iya begitu, langsung sepertinya...
*klo aku nggak salah denger, soale waktu itu nontonnya di discovery