Pelangi setelah hujan kemarin sore mengingatkan saya kembali pada satu hal. Bahwa hidup manusia sejatinya adalah seperti sebuah roda yang berputar. Kadang di atas, kadang di bawah. Setelah ada kesulitan, tentu ada kemudahan. Jika ada kegembiraan, tentu sungguh adil bila ada kesedihan. Jika merasa miskin, berusahalah untuk mencapai kekayaan karena sesungguhnya Tuhan telah mempersiapkan kekayaan bagi orang2 yang mau 'memutar roda'nya. Jika merasa sakit, maka berjuanglah untuk mencapai kesembuhan karena di tangan-Nya tak ada yang mustahil.
Maka saya perlu menggarisbawahi kembali dalam kehidupan saya, perlunya bersyukur dan bersabar.
Seperti saat Musa yang telah mempersiapkan tujuh tahun musim pacekliknya setelah tujuh tahun musim jayanya. Setelah tujuh tahun paceklik itu, Mesir tentu dilimpahi kesuburan kembali.
Seperti Ayub AS dan Rahma yang dilimpahi keturunan, rezki dan kesehatan yang kemudian diuji-Nya dengan kehinaan, penyakit dan kemiskinan. Dan dikembalikannya mereka berdua ke dalam kondisi mulia setelah ujian tersebut dilalui penuh kesabaran.
Seperti Steve Jobs yang berhasil mendirikan Apple dan lalu ditendang keluar dari perusahaan yang telah dibesarkannya tersebut. Pada akhirnya, dia berhasil kembali ke Apple dengan kerjakeras dan cara yang terhormat sehingga Apple kini menjadi lebih besar dari sebelumnya.
Maka apalah di dunia ini yang perlu saya khawatirkan. Saya cuma perlu pasrah. Kerja keras saja tok, gak perlu banyak cingcong protes melulu! Apapun hasilnya, sudah ada Yang Mengatur! Lapang ataupun sempit, akan datang bergantian seperti roda yang berputar.
Seperti pelangi setelah hujan, penuh warna yang memberi indah pada mendung di latarnya.
Kemarin sore masih Januari, hari ini sudah Februari :)

3 komentar:
:)
Alhamdulillah
baca tulisanmu yang ini tiba-tiba membuatku merasa hangat di penghujung musim dingin. bersabar dan bersyukur, terimakasih buat pengingatnya Ta...
You're welcome, Dian!
Posting Komentar