Saya tak pernah mengira saya akan sebegitu ketergantungannya pada orang lain.
Dulu: tinggal di lantai dua, minum dari galon aqua. Kalo refill galon, angkat sendiri naik turun tangga.
Sekarang: galon aqua habis, mending gak minum sambil nunggu suami pulang aja deh XD
Dulu: pergi kemana jam berapa sendiri sok wae atuh mah..
Sekarang: siang-siang beli benang ke denpasar--> 'aaaaaaayyyyyy....anterin doooooong....'
Dulu: pergi ke bengkel sendiri, buang bensin klo motor mogok sendiri,nuntun motor cari tambal ban sendiri, de el el
Sekarang: 'motorku kayaknya gini deh...motorku kayaknya gitu deh...aaaaaaayyyyyy tolong bengkelin dong'
Yah begitulah. Sepertinya saya sedang berada di phase manja. Yaaa harap dimaafkan ya. Maklum, lagi krisis mau kepala tiga hahaha *caricarialasan
Anyway, lekas sembuh ya ay! Can't wait to see you shine at your thirties! Happy birthday! Love you still and hope Allah will let us love you more :*
Ps.disclaimer (sebelum kepala suami gedhe habis baca post ini)
Saya tuh masih trauma ya, bawa galon air kosong sambil naik motor trus jatuh di tikungan yang sekarang namanya dirumah berubah jadi 'tempat okta jatuh itu' >.<
Trus kesian si el kan, klo saya pergi sendiri itu artinya El musti ditinggal. Jadi mending dianterin biar El bisa ikut XD
Tapi, klo urusan motor itu saya ga punya pembelaan. Habis memang ga suka yang berbau otomotif. Saya cuma mengikuti petuah ulama bahwa segala sesuatu yang tidak diserahkan pada ahlinya akan hancur. Jadi, saya serahkan saja pada tukang nonton balapan. Kan?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar