copy paste : Kenapa ya bru tau kmu baik orangnya.... :)
S****L, emangnya tampang saya tampang bukan orang baik apa yak?!
30.7.09
27.7.09
h-----s
22.7.09
21.7.09
berkunjung ke pulau tetangga
Ceritanya, teman-temannya teman pengen ngikut seorang teman yang lagi pulang kampuang ke Nusa Lembongan. Saya, seperti biasa, dengan jurus es-ka-es-de, sok-sokan ngikut juga. Rencana menyebrang dahulu kala yang akhirnya gagal itu belum di jadwal ulang lagi semenjak biang idenya kabur dari Bali. Saya memutuskan untuk mewujudkannya kali ini, mumpung ada yang nawarin untuk gabung,jadi gak perlu pusing atur jadwal sendiri. Jadilah ini acara pulang kampuang basamo.Dibanding Bali, Lembongan lebih sepi. Lebih menyenangkan untuk disambangi untuk yang lebih menyukai semua yang berlabel 'private'. Private beach, private deck, private boat, private sea (for diving stuff),dll. Berhubung kantong cekak, ya jelas tak kuat lah berbayar yang serba 'private' itu. Tapi, pantai-pantainya sepi, membuat berasa 'private' beach. Jadi ga rugi lah dibela-belain ngirit sampai satu kasur penuh diisi lima orang, hahaha.
Klik, sang tuan rumah, yang katanya mengemban misi (untuk mengenalkan Lembongan kepada kami semua), dengan senang hati mengajak berkeliling selama 1x24 jam keberadaan kami di sana. Melihat goa buatan bawah tanah Gala-Gala, makan sup ikan kakap (wah, makan sup ikan di tempat aslinya dia berasal memang asoy geboy!), melihat petani rumput laut, nyebrang ke Nusa Ceningan untuk ngintip Ceningan Wall, sarapan jajanan Lembongan (yang terdiri dari bubur sumsum campur ketan, dengan tambahan saus gula kelapa, plus taburan parutan kelapa), makan malam berupa ikan yang dibakar tanpa bumbu plus sambal matah yang rasanya berbeda dari sambal matah yang biasa saya makan di Bali (sepertinya perbedaan ada di minyak yang digunakan yaitu minyak kelapa). Belum lagi sunsetnya yang cantik! Pas matahari benar2 bulat. Sayang sunrisenya tidak bisa dinikmati karena hari sedang mendung :(.
Ngomong-ngomong, saya agak curiga. Bahwa seisi pulau itu isinya adalah saudara Klik semua. Soalnya, kemana saja dia pergi, selalu saja ada yang disapa. Atau mungkin pulaunya memang kecil ya?? heemm... (fyi. di nusa lembongan cuma terdapat dua desa saja). Atau memang Klik juga hobi es-ka-es-de seperti saya? :D
Hayuk, kembali lagi ke Lembongan. Cukup untuk melihat yang ada di atas permukaan air, untuk perjalanan berikutnya, harus nyelam! Mau ketemu mola-mola. Hehehe *hidupngimpi!.
15.7.09
breezy**

Disaat saya merasa sebal dengan halaman saya sendiri, eehhh mata saya selalu dibukakan lebar-lebar terhadap fakta bahwa halaman saya jauh lebih hijau daripada halaman orang lain.
Comfort zone? don't think so. Cuma usapan halus di kepala, mengingatkan bahwa saya harus lebih sering bersyukur.
Don't take your God for granted.
**Wouter Hamel, Hamel, 2007
14.7.09
hajar bleh
Saya benci menjadi dewasa. Terutama keharusan untuk mengambil keputusan-keputusan hidup yang umumnya diambil oleh manusia dewasa. Bikin pusing kepala saja. Yang membuat lega adalah, ternyata saya tidak sendirian. dan kemudian, sebuah kalimat mutiara dilontarkan kepada saya : "Kita semua kan bergerak ke depan, dan tidak mungkin memutar balik waktu ke belakang".
Iya. Kalau memang tidak ada pilihan lain, kenapa tidak jalani saja. Nothing to lose.
Thanks, pals!
*kemarin. after over'overtime'conversation and long phone talk.
Iya. Kalau memang tidak ada pilihan lain, kenapa tidak jalani saja. Nothing to lose.
Thanks, pals!
*kemarin. after over'overtime'conversation and long phone talk.
11.7.09
sekedar mengenang pemilu juli 2009
Ibu penjual warung nasi di depan Laundry Anyar, Peliatan : Dari Bandung ya? logatnya itu lho.
Penjual di salah satu toko di Ubud : Dari Jakarta, mbak? (perasaan, eike terlalu kumel buat jadi orang jakarta deh bow!)
Penjaga pom bensin Singapadu : Waah saya kira tadi orang Jepang! Mukanya bulat, kayak orang Jepang. :-|
Penjual cenderamata di Tegalalang : Dua ringgit saja, dua ringgit!
Penjaga Pom bensin Renon setelah melihat plat motor AB saya : Asli Semarang, mbak? (cyape dee)
Teman sukarelawan triathlon : Where do you come from? (duh, don't I look Indonesian enough for you?)
Dan tidak sekalipun pernah ada yang menebak dengan benar bahwa saya berasal dari NgayogyakartoHadiningrat kecuali setelah melihat plat motor saya (oh, penjaga pom bensin Renon itu tadi perkecualian).
Mungkin, saya memang perlu dipertanyakan ke-Indonesiaannya. Buktinya, saya benar-benar tidak peduli dengan pemilu dua hari lalu. Bahkan tidak berusaha menyalakan televisi menonton debat capres-cawapresnya atau sekedar mencari tahu hasil perhitungan cepat (sampai Bagong menunjukkan siaran langsung penghitungan dari laptopnya). I'm not skeptical, cuma malas saja.
Ngomong-ngomong, besok pagi saya akan menelpon ayah dan ibu saya yang uaseli bersuku bangsa Jawa. Cuma memastikan bahwa saya memang anak kandung mereka. Atau setidaknya, memastikan bahwa mereka anak kandung kakek-nenek saya. Kali-kali ada keturunan India, gitu. Ahe!B-).
Penjual di salah satu toko di Ubud : Dari Jakarta, mbak? (perasaan, eike terlalu kumel buat jadi orang jakarta deh bow!)
Penjaga pom bensin Singapadu : Waah saya kira tadi orang Jepang! Mukanya bulat, kayak orang Jepang. :-|
Penjual cenderamata di Tegalalang : Dua ringgit saja, dua ringgit!
Penjaga Pom bensin Renon setelah melihat plat motor AB saya : Asli Semarang, mbak? (cyape dee)
Teman sukarelawan triathlon : Where do you come from? (duh, don't I look Indonesian enough for you?)
Dan tidak sekalipun pernah ada yang menebak dengan benar bahwa saya berasal dari NgayogyakartoHadiningrat kecuali setelah melihat plat motor saya (oh, penjaga pom bensin Renon itu tadi perkecualian).
Mungkin, saya memang perlu dipertanyakan ke-Indonesiaannya. Buktinya, saya benar-benar tidak peduli dengan pemilu dua hari lalu. Bahkan tidak berusaha menyalakan televisi menonton debat capres-cawapresnya atau sekedar mencari tahu hasil perhitungan cepat (sampai Bagong menunjukkan siaran langsung penghitungan dari laptopnya). I'm not skeptical, cuma malas saja.
Ngomong-ngomong, besok pagi saya akan menelpon ayah dan ibu saya yang uaseli bersuku bangsa Jawa. Cuma memastikan bahwa saya memang anak kandung mereka. Atau setidaknya, memastikan bahwa mereka anak kandung kakek-nenek saya. Kali-kali ada keturunan India, gitu. Ahe!B-).
Langganan:
Postingan (Atom)


