11.7.09

sekedar mengenang pemilu juli 2009

Ibu penjual warung nasi di depan Laundry Anyar, Peliatan : Dari Bandung ya? logatnya itu lho.
Penjual di salah satu toko di Ubud : Dari Jakarta, mbak? (perasaan, eike terlalu kumel buat jadi orang jakarta deh bow!)
Penjaga pom bensin Singapadu : Waah saya kira tadi orang Jepang! Mukanya bulat, kayak orang Jepang. :-|
Penjual cenderamata di Tegalalang : Dua ringgit saja, dua ringgit!
Penjaga Pom bensin Renon setelah melihat plat motor AB saya : Asli Semarang, mbak? (cyape dee)
Teman sukarelawan triathlon : Where do you come from? (duh, don't I look Indonesian enough for you?)

Dan tidak sekalipun pernah ada yang menebak dengan benar bahwa saya berasal dari NgayogyakartoHadiningrat kecuali setelah melihat plat motor saya (oh, penjaga pom bensin Renon itu tadi perkecualian).

Mungkin, saya memang perlu dipertanyakan ke-Indonesiaannya. Buktinya, saya benar-benar tidak peduli dengan pemilu dua hari lalu. Bahkan tidak berusaha menyalakan televisi menonton debat capres-cawapresnya atau sekedar mencari tahu hasil perhitungan cepat (sampai Bagong menunjukkan siaran langsung penghitungan dari laptopnya). I'm not skeptical, cuma malas saja.

Ngomong-ngomong, besok pagi saya akan menelpon ayah dan ibu saya yang uaseli bersuku bangsa Jawa. Cuma memastikan bahwa saya memang anak kandung mereka. Atau setidaknya, memastikan bahwa mereka anak kandung kakek-nenek saya. Kali-kali ada keturunan India, gitu. Ahe!B-).

Tidak ada komentar: