7.6.12

Muhammad Elang Pratama


cause i believe that destiny is all out of control 
and you'll never live until you love with all your heart and soul*

*Everyday I Love You 
**Nungguin konser boyzone aja aaaahhhh

22.3.12

baby bump

mpri : "waaah okta, kalo di sumbu y masih terlihat normal, tapi sumbu x sudah melebar.."

japa : "heh heh si gembul ini, lari-lari!"

jimi : "masih mau makan bu? emang kurang gendut ya perutnya?"

pak bos : "sekarang bajunya baru semua ya?"
eik: "engga, ini baju lama"
pak bos : "emang kamu pernah gendut?"
eik : @____@ ini kan ada talinyaaa

cik : "heh kamu dah kayak orang-orangan sketchup yang pake perintah apa itu ya..SC ..."


Baiklah, pria-pria itu memang itu memang tidak mengerti perasaan wanita. Huh huh

karyawan teladan vs karyawan bodoh

yak bos, siram aja teruuuuusssssssss!!!

tapi jangan tagih kerjaan asli eike yeeeeeeee

capedeeeee

25.11.11

narciscus oktanicus


Deeekkk, mirip mama aja yah. klo bulu mata, boleh deh mirip papa. Hahahaha


*ampuuunn :D

20.11.11

BumiliBulimia

Alhamdulillah. habis makan terus muntah. Klo begini caranya, bisa puas-puasin makan apa saja tanpa harus jadi gemuk.

*toyor2Okta

5.10.11

my recent news

Hola! apa kabar? lama tak jumpa! Berhubung minggu lalu saya sudah dikomplain monsterbuaya karena blog saya gak apdet, maka mari kita gunakan waktu menuggu dijemput pulang kerja oleh suami ini untuk menulis. Maklum, udah pusing seharian mikirin balok, kolom, slab dan teman-temannya...

Woooooppppssss apa itu tadi Ta? rasanya ada yang aneh!
Apanya yang aneh? saya kan arsitek, wajar dong ngurusin balok, kolom, slab, purlin, trekstang, balok kantilever, retaining wall, floor structure level .....
Bukaaaaannnnn, bukan yang itu. Kok ada bagian yang menyebut-nyebut kata suami!
Loh saya kan memang punya suami.
Sejak kapan punya suami?
Emmmm...sejakbertahun-tahun lalu rasanya....

Yoi! akhirnya ada yang dengan khilaf mau menikah dengan saya! Atau mungkin juga sudah insaf hidup menjomblo makanya mau sama saya *ampun:D. Dan yang benar adalah saya baru aja sebulan lalu menikah, tapi rasanya udah dari bertahun-tahun lalu saya kenal dan hidup bareng dia. Padahal kenalnya juga diujung jalan itu setahun kemarin *nyanyi lagu Kahitna. Bukan sok romantis loh iniii....tapi fakta.

Oh ya, rasanya gak banyak yang mau saya critain dari acara pernikahan saya. Selain dari jam tujuh pagi di hari-H saya dimarahin ibu tetangga karena sejam sebelum acara dimulai saya masih juga belum berangkat mandi. Dan juga karikatur buatan saya di bawah ini.

Maklum, kita gak ada prewed2 an, so saya buatin kartun tersebut aja. Untungnya groomnya juga suka. Iya, iya saya tahu emang agak agak bau India. Tinggi rambutnya juga agak lebay kayaknya yah. Tapi yang saya gak terima adalah, masa dia bilang disitu dia terlihat cool dan saya yang terlihat genit. Semua setuju kan bahwa itu tidak benar? *asahpisau

So, buat teman-teman saya yang sudah menikah, akan menikah, berencana menikah tetapi belum bertemu pasangannya, ketar-ketir mau melamar calon istri ato minta dilamar calon suami, bingung mau nikah tapi belum punya modal (terutama modal duit, sama kok:D),saya cuma mau bilang : Have a great marriage life for you all! May your togetherness always filled with happinnes :)

31.7.11

colour

Semua orang yang pernah menghuni padepokan pasti tahu warna-warna saya. Yup, yang saya maksud adalah 'warna' dalam arti harafiah. My colour palette. Dan tentu saja, semua akan menjawab saya identik dengan warna 'n g e j r e n g'. Gonjreng kalau istilahnya Intan. I would prefer to say it BOLD colour to ngejreng, ya sodara-sodara.

Sebenarnya gak ada yang salah dengan pilihan warna seseorang. Namanya juga hak asasi manusia, to? But hey, what can I say. I'm an architect who spend my daily life in the office full of architect. And if you, readers, are happen not taking architect as a profession, please do read this copy by Springer titled 'Why Do Achitects Wear Black?' (Yeap, we even have a book on this matters!) to give you better picture of colour preference in architect's world. (And owh, please leave Karim Rashid out of it;) )

So yeah, pilihan warna saya memang sudah menjadi topik pembicaraan sendiri di padepokan. Saya sudah termasyhur dalam sejarah padepokan ketika warna jilbab saya mampu menyelamatkan rekan-rekan yang terpisah dalam rombongan ketika berada diantara ribuan orang yang berjejalan di lapangan Tiananmen. Waktu itu saya pakai jilbab warna pink, sementara bendera si pemandu adalah hijau lusuh.

Juga, ketika guru saya pulang dari Pakistan sambil membawa sebuah tas yang berwarna kuning dengan rajutan benang warna-warni lalu berkata "Waktu aku lihat tas ini, aku langsung ingat Okta!" Memang, tasnya lucu sih. Sebenarnya waktu itu saya sebenernya naksir tas yang lain. Tapi berhubung saya sudah dibelikan secara khusus, saya gak bisa tukeran. hiks hiks

So yeah, kadang-kadang saya merengut klo warna pekerjaan saya dibilang terlalu merah atau terlalu kuning oleh guru saya. Atau warna baju harian saya yang dilabelin berdasarkan warnanya oleh teman saya. Hari ini pepaya, besok stroberi, kemarin bata. Untungnya saya muka badak. Ih suka-suka eike mau pakai baju aja. Weeekkk :p

Untungnya semua orang mahfum pada palet warna saya tersebut. Apalagi saat semua orang tahu saya buta warna parsial (Untung saya gak punya cita-cita jadi dokter!). Tapi belakangan itu juga jadi ledekan tersendiri. Huh huh.

Architects, please give a little colour in your life laaaa. Put a little machacha samba brazillia to a complete Zen Den static space of yours. Don't you love the bright colours orange's fruit coming from the leaves? And I can tell you how i love take a peek on eggplant tree that grows next to outdoor stair at our office. Saya berencana memakai tema terong suatu hari. Cuma saya belum menemukan tshirt ungu dan celana hijau yang cucok, hihihi.

Anyway, why am I mumbling about this stuff? Well, nonetheless because my younger sister send me picture below.

One corner on my front house yard. My sweetest dad in the world painted it couple days ago. Adik saya mengadu pada saya. Gak matching abis katanya. Hihihi. Ayah saya kocak abis deh! I think i inherit the palette from him. Seneng deh tahu bahwa saya benar-benar anak beliau. I guess I can't stop laughing today. Hihihi

Ps. Dengar2, Jay Subiakto juga buta warna. Makanya warna video clip karyanya selalu aduhai begitu