9.8.14

Curcol

Saya memutuskan untuk menjauh sebentar dari dunia arsitektur ketika saya resign 1,5 tahun yg lalu. Lebih tepatnya menjauh dari dunia arsitektur yg terlalu industrialis, melakukannya semi pasif. Mencoba mengambil nafas sejenak sambil mencoba memahami apa yg sebenarnya ingin saya kemukakan lewat bahasa arsitektur. Yap, arsitektur saya untuk dijadikan alat dan bukan tujuan akhir.

Saya bukan sok idealis. Pada akhirnya akan selalu ada klien yang harus dipenuhi kebutuhannya, bumi yg harus selalu dirawat, budaya yg harus dipelihara, begitu juga dengan tagihan yg harus dibayar, waktu yg selalu mepet, daftar panjang gambar yang harus dikerjakan. Itu fakta ha ha -_-.

Dan sekarang ini ketika dihadapkan dengan klien, atau penghubung klien, yang terbiasa bekerja dengan arsitek yang gambarnya bisa selesai dikerjakan dalam semalam-atau dua (imagine how much design work you can do in only short time shot of production),  saya bertanya-tanya. Apakah memang ada tempat bagi saya untuk mempraktekkan arsitektur non-industrial (atau bolehlah dikatakan non-kapitalisme).

Mungkin saya yg terlalu lambat? Atau standar kerja saya ketinggian? Atau orang-orang memang sudah tidak peduli pada good design?

Saya tidak mau menyalahkan sistem. Dimana ada kebutuhan, selalu akan ada bagian dari supplier yg memenuhi. Di pulau ini, arsitek yg dibayar 5000 rupiah per meter persegi bisa ditemukan, pun yang bayarannya 5000 USD/m2. Tapi lalu solusinya apa? Lama-kelamaan gak akan ada penghargaan profesi, ruang-ruang kota yang hopeless juga semakin banyak.

Ah saya ini ya...lagak sok-sok an desainnya paling bagus sedunia. Makanan bisa dinilai oleh lidah, musik dinilai oleh telinga, lalu arsitektur parameternya apa?

Saya ini sebenarnya sudah pengen resign selamanya dr arsitektur. Alat yg satu ini cukup membuat pusing kepala selama ini. Tapi y gimana ya..kok mbalik terus pada akhirnya. Kadang saya merasa sedang dikutuk.

Baiklah, mgkn saya belum diijinkan berhenti. Masih harus mewujudkan cita-cita saya utk mendesain museum. (Setiap museum pasti punya cerita menarik, hal itu selalu menggoda saya.) Atau saya memang ditakdirkan mendesain ulang tempat-tempat wisata di Indonesia. (Nyebelin banget gak sih ketika mau datang ke suatu tempat wisata karena fotonya bagus tapi ketika sampai disana kamu merasa ingin bertanya 'udah gini aja?'-tempatnya ga terkonsep beud *gatel pengen ganti desain lanskap tamannya pura danau beratan yg ordebaru abisssss). Aamiin *pedeajah

Untuk kasus sekarang...ya sudah..anggap aja says ketemu karakter klien yg salah aja..

*bobok dulu ah,,lanjut tiga jam lagi ketika matahari sudah terbit insyaallah*

5.7.14

Hiks

Cara saya untuk mengontrol kewarasan otak saya adalah dengan bertanya pada diri saya sendiri saat bangun tidur pagi hari, 'apakah saya menyukai apa yang harus saya lakukan hari ini?'. Kalau kebanyakan jawabannya adalah 'tidak' seperti akhir-akhir ini,bah, rasanya neraka.

I am soo doomed.

Saya tahu siapa yg akan menertawakan saya habis-habisan kalau dia tahu.
*So long amigo

28.2.14

Sareh

Sabare kudu tekan kapan iki. Yen sabar trus njuk tetep raono perubahan,bedane karo goblok opoooo??

15.1.14

Fuzzy Plushie

I start to think that design process knowledge that I got from my ex-office is a curse. There I 'was forced' to redo it over and over again until we got it right, until every single person said it's there. Of course it would always took most of the time and energy. No wonder I haven't rich yet from being an architect, need to be more industrial and less artisan. Phew

Like what I'm doing this last several weeks. I'm into sewing plushie! Man, i never thought making plushie is so much fun. Yes, it is fun .... untill I redo, and redo, and redo, and redo again. Ha ha ha

I sew an elephant. I searched some other people pattern, but I couldn't find the shape that I want. So I started making my own concept of an elephant plushie. It should be roundy cute, long trunk, wide ears...emphasizes on all this detail that I want to include when doing story telling to my son. It should be easy, I mean it's the same as drawing construction drawing in architecture, right?

It turned out, making it real is not as easy as I thougt. I made several failing elephants before I came up with this dark blue one. Actually, it will be easier if i easily satisfied on the first elephant. But, as I said, it's a curse. It's becoming habit that I automatically started making the new one once i found what I have just made was ill-proportion.

All failing elephant, please pose here first before I wreck you into another plushie*nguk

It was fun and relaxing to get away from black background of a CAD screen, but it's getting serious  -__-. I plan to make another one since i found the trunk of this dark blue is still a bit funny. I need you reader to give your review. Please please plese...


Anyway, I am drolling into this crafter collection. Fabric collection of Bon Navet and craft-sewing collection of Dee-lauri. Nyumnyum, what an inspiration. They're making give-away for some of their collection.  I think I need the fabric prize to sew another plushie, and the purse prize to keep all this litlle thingy of sewing from my very kepo son, El. Wish me luck!!


11.11.13

Self note

Mungkin manusia yang sedang diciduk KPK, menjadi tersangka di pengadilan atau telah tervonis dan menjalani hukuman adalah manusia yang beruntung. Karena, mereka sedang diberi waktu untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri sebelum waktu ujian di dunia ini berakhir. Seperti yang kita tahu, amalan manusia dihitung pada akhir hidupnya. Apakah saat itu tiba, kita sedang beriman kepada Allah SWT atau tidak. Dan berhubung kita tidak tahu kapan kita akan berakhir...well i should know what i should always do.

Maka celakalah saya. Korupsi kecil-kecilan, tanpa merasa bersalah dan terus bertumpuk sepanjang waktu.

Korupsi waktu.

Saya memang bukan pegawai 9-6 lagi yang harus merasa bersalah kalau saya lagi bengong depan gambar. (atau setidaknya bos saya tidak akan bersalah lagi karena tidak membayar overtime pegawainya :D). Korupsi saya adalah solat tidak tepat waktu dengan alasan kegerahan (kadang juga karena ngambek akibat permintaan belum juga dikabulkan Allah), membiarkan el menonton tivi sementara saya asik sendiri, atau telat memulai memasak bahkan gak sama sekali untuk orang rumah karena gak mood.

Dan berubah itu sulit sekali.

Astaghfirullahaladzim.

17.9.13

Lover

To enjoy a good design,somehow, is an escape from awful real world for me. Seeing and feeling something well managed, cool shape, different concept in catchy presentation feels like a candy to my eye. No matter how I ends up critizise it or even mock it, it will always f u n!

Sometimes, of course I want to break up with it. Because you know, ordinary people like me, will always face a mess, and by getting used to have messy life means living in good, no, 100 %perfect design is just a dreamy dream.

But what can i say, at the end of the day ( or time) , i'll found myself back to swim on it.

Sadly, passively swimming lately.

6.5.13

Apa kabar?

Saya bingung kalo ada yang bertanya pertanyaan 'apa kabar?' pada saya. Sesungguhnya saya juga gak tahu kabar saya bagaimana. Mau dijawab 'baik', tapi lagi sok galau. Mau dijawab 'gak baik', padahal i'm on the most relaxing time of my life! 

So yeah..Saya a k h i r n y a  resigndari kantor saya yang hectic itu tiga bulan yang lalu. Getting lost from industrial architecture (for a while??) . Sejak itu berpraktek arsitektur secara pasif. Menghabiskan waktu lebih banyak di rumah bersama El yang sekarang sudah hampir setahun umurnya. Having simple life, lagipula masih ada Tini yang beking saya untuk urusan bersih-bersih rumah dan urus El (She truly is a holiday maker!). 

Berkebun kecil-kecilan walau sering bosan soalnya banyak yang mati. Bikin kolam ikan tapi masih belum bisa dipakai intensif soalnya ada bocor halus. Beberapa resep masih nganggur di catatan henpon ataupun di dinding kulkas (Tapi hosting pengajian kemarin jadi prestasi lah yaaa soalnya kuekuenya dibilang enak XD). Storyboard buat El belum dieksekusi sampai hari ini. De el el 

Then I found that doing nothing is actually a fast learnable skill. Damn. Tau gak sih kenapa aktivitas nonton tivi itu banyak peminatnya? Ya karena yang perlu kamu lakukan cuma duduk di depannya dan pencet remote. Then all you know next time has flies. Gampang. mikir juga cuma dikit.  Gak perlu imajinasi sebanyak pas kita baca buku misalnya.

I used to detest tivi, mostly because i don't like sinetron. Tapi nonton sinetron sambil mencaci maki akting pesinetron yang buruk, dandanan yang diluar konteks, setting yang aneh, dst bisa jadi hiburan tersendiri. Belum lagi sekarang ada k*mpastivi yang acaranya lebih layak ditonton walau gaya penyajiannya masih mirip mirip tipi eropa. Kalau pas teringat fakta bahwa saya tidak bisa mengingat isi acara tivi yang tayang seminggu yang lalu, pengen saya potong aja tuh kabel tivi biar susah nyala lagi. Lagian tivi di ruang tengah itu kan saya yang beli jaman masih perawan. Tapi berhubung masih ada cadangan tivi satu lagi yang blm dipasang, rasanya bakal gak berguna juga. Paling dua pertiga penghuni rumah akan menukar si tivi saja.

Mengalahkan diri sendiri itu memang susah. Apalagi kalau sudah terjebak dalam 'the art of doing nothing, real nothing'. Lingkungannya mendukung pulak. Maksutnya, saya gak tinggal di Suriah yang gampang kena bom. Gak pula tinggal di Jerman yang bayar ART sangatlah gak mungkin. Masih ada orangtua yang kalau akhirnya saya bokek beneran bisa numpang tinggal disana. Apalagi ada El, mainan baru yang siap sedia setiap saat buat diajak main. Hehehe..halo sayang! 

Duh jadi malu saya. I have to end this sooner. Before my son realized that there's nothing he can be proud of upon his mom!

Ps. Ya Allah sembuhkanlah pilek ini. Maaf saya skip yoga tadi pagi. Amiin.