5.2.09

nge-GEDE-in betis

Batas antara gila dan bodoh itu tipis.


Kalau bukan karena teman saya itu ngebet banget, saya engga akan ikutan pendakian terakhir ke Gunung Agung (3142m asl..or so…) akhir minggu lalu sebelum jalur ditutup untuk upacara per sepuluh tahunnya bulan April nanti. Musim Hujan gitu loh. Badai dimana-mana. What were you thinking??

That wasn’t something like ‘we’ve gotta do something this weekend’ activity. Rencananya sudah ada dari tiga minggu sebelumnya. Karena tiga minggu itu saya tak melakukan persiapan apapun selain menimbun lemak biar ga dingin dan membiasakan diri tidak mandi (dan mengingat saya benar2 engga punya keahlian naik gunung), sampai dua hari sebelum naik saya masih ragu-ragu. Apalagi orang2 disekitar saya hobi sekali menyiksa saya dengan segala cerita buruk tentang pendakian yang gagal sebelumnya. But finally, what the hell..

Kuncinya adalah:lakukan tanpa melibatkan otak. And I’m so good in freezing my brain :D

Treknya? Buset dah! Naik teruuuus..bonusnya bisa dihitung satu tangan. Huaa… (Batur??apa itu??gunung wisata??:p) Tapi paling seru memang bagian memanjat akar2 pohon. Catatan waktu pribadi saya: delapan setengah jam sampai di kamp, dua jam muncak, satu setengah jam turun lagi kamp, lima jam turun kembali ke Besakih. Untung partner yang satu ritme berjalan dengan saya menyenangkan. Gak cerewet klo saya mau beristirahat sebentar dulu. Kekeke

Mendaki Agung itu agak serem buat saya pribadi. Banyak pantangannya. Ga boleh lagi menstruansi, ga boleh membawa apapun berbau sapi (termasuk indomie rasa sapi!), ga boleh memakai perhiasan, ga boleh bersaamaan dengan diadakannya upacara di Besakih, ga boleh mengganggu monyet, dan ga boleh lupa berdoa minta ijin di pura (klo ini saya gbs ikutan;)). Hasilnya kami berenam-belas selamat. Dua belas di antaranya sampai di puncak ketiga, termasuk saya. Yippie, newbie rocks!!^^

Saya adalah teman sangat baik yang sedang terperdaya dan terjebak dalam ego alami pria. Tapi untungnya saya tahu bahwa saya selalu lebih pintar. Iya kan, teman?? Thank you :D It was fun. (And don’t forget you still owe me one:p)

Ps. Saya baru stress setelah hari berikutnya di tipi heboh berita hilangnya pendaki di G.Salak. Thank God that wasn’t me.

3 komentar:

Anonim mengatakan...

ak dahnulis bnyk.. tp bloggernya menolak.. males nulis lg... pundung..

Anonim mengatakan...

??

Anonim mengatakan...

itu verifikasinya.. ga mau nongol.. eh di refresh mbalah ilang semua.. :p