20.8.10

gantungan kunci

Setiap hal di dunia ini pasti punya cerita. Sekecil dan seremeh apapun itu. Semua tergantung pada kepedulian mata untuk melihatnya.

Contohnya adalah gerombolan kunci saya yang selalu saya bawa kemana-mana. Lima kunci menggantung jadi satu disana. Satu kunci kamar, tiga kunci motor dan satu kunci lagi yang entah, saya gak ingat lagi itu kunci apa:D.

Yang mau saya ceritakan bukanlah kunci-kunci itu, tetapi gantungan kuncinya. Entah kenapa, tidak pernah ada gantungan kunci yang awet menggantung di situ. Selalu saja hilang, terjatuh, lalu butuh beberapa waktu untuk menyadari bahwa tidak ada lagi penanda itu menggantung disana. Yang tertinggal hanyalah rangka-rangka besi penggantung saja.

Pertamanya dulu, ada gantungan logam berbentuk menara Eiffel pemberian teman adik saya. Berikutnya gantungan berbentuk ikan dengan merlion kecil pemberian teman baik saya yang tinggal di Singapura. Sekali waktu, menggantung lonceng milik adik saya yang bunyinya menggema di penjuru kos-an. Pernah juga bunga wol buatan Ina nangkring di situ.

Ketika Naomi baru saja kembali dari bepergian, saya diberinya oleh2 gantungan kunci kayu mungil berbentuk boneka wanita berbaju kimono merah! Ketika boneka itu pun lenyap, dengan gemasnya dia memberikan lagi gantungan mungil berupa bola2 yang membentuk Mickey Mouse yang sebelumnya memang sudah saya taksir karena warnanya yang juga merah. Ohmymy, gantungan ini kembali hilang menggelinding sewaktu saya makan di pinggir jalan :(.

Beberapa waktu kemudian, boneka wanita merah berbaju kimono itu ditemukan terselip dalam tas punggung saya, saya meniru metode Naomi agar gantungan kunci motornya tidak pernah hilang. Saya ikat boneka itu dengan tali ke dalam gerombolan kunci itu. Sedihnya, nasib tak bisa dihindari. Suatu waktu talinya putus juga. Bonekanya kembali entah dimana.

Beberapa kali saya mendapat hadiah berupa gantungan kunci, tak juga kunjung saya pasang di sana. Bukan karena takut hilang, tetapi karena saya pikir gantungan2 kunci itu kebanyakan terbuat dari bahan yang mudah lapuk kena hujan yang memang sering sekali turun tak menentu akhir2 ini. Nanti saja saya cari sendiri gantungan kunci yang saya mau, begitu pikir saya. Semoga walau gak ada gantungan kunci penanda, kunci2 saya tidak terselip.

Sebulan yang lalu saya menemani Hera, yang kebetulan sedang singgah ke Bali untuk shopping di seputaran Seminyak. Di salah satu toko dimana teman saya itu tertarik dengan celana panjang hijau yang dipajang, saya menemukan gantungan-gantungan kunci terbuat dari vinyl juga terpajang di situ. Perfect! Bahan ini gak akan lapuk kena hujan. Pilih-pilih-pilih. Susah ternyata memilih diantaranya. Kebanyakan, kalau engga bentuknya yang norak, ya warnanyalah yang engga matching.

Akhirnya, taraaaa... saya pilih yang satu ini. Yang paling engga norak, menurut saya.
" Ih Okta banget sih!" seru Hera kala itu. "Hah? Okta banget gimana? jawab saya kebingungan (dan tambah bingung lagi soalnya nona yang satu ini tak menjawab pertanyaan saya). "Ah, nevermind", pikir saya sambil angkat bahu. Toh bonekanya memang lucu kok. Kalau memang selera saya dibilang aneh, ya harap maklum! Lha saya terakhir kali pegang boneka saat berumur tujuh tahun!

Tapi gantungan boneka itu tidak kunjung saya pasang juga di gerombolan kunci saya. Saya mengurungkan niat awal. Habis, sayang sih! Kalau hilang seperti gantungan-gantungan kunci yang sebelumnya gimana?? Waktu di toko, yang begini cuma tinggal satu buah saja. Kalau hilang, susah cari yang sama-sama engga noraknya.

Akhirnya, saya pasanglah si boneka di tas punggung saya. Much saver. Walau tasnya juga saya bawa kemana-mana, setidaknya saya terbiasa meletakkannya tidak sesembarangan ketika saya meletakkan kunci-kunci saya. hehehehe.

"Gantungannya lucu!" ujar seorang teman saya. "Itu apa sih? Kodok ya?" lanjutnya. Saya yang tidak pernah mengasosiasikan bentuknya dengan makhluk hidup tertentu pun berpikir sebentar sebelum akhirnya menjawab "Ah lebih mirip alien!".

Saya perhatikan kembali benar-benar boneka yang Alhamdulillah masih menggantung di zipper tas saya hingga kini. Iya! Benar-benar alien! I t e m . C e n g e n g e s a n. Matanya j e r e n g pula. Aih aiiiiiiiih.

Hahahaha. Nanti saya sumbangkan pada alien kembarannya aja deh. Siapa tahu lebih berguna.

***

Kunci-kunci saya masih juga tak berpenanda. Ada yang mau menyumbang?

6 komentar:

Anonim mengatakan...

mungkin musti pake gantungan kunci rantai kereta Ta biar ga ilang.. :p

Anonim mengatakan...

baca kisahmu dengan gantungan kunci, kayak baca kisahmu dengan para lelaki.. nothing last for long.. hi..hi.. piss.. musti belajar ngrawat barang kamu ta..

okta zaida mengatakan...

Ih Sahal sotoy bin sotoy bin sotoy :p. Dicari mamamu tuh Hal! disuruh kawin keknya hahaha ^^V

Mau nyumbang rantai keretanya Tik?? ;)

kamal berkata mengatakan...

wwoooo yang menara eifel ilang tooohh??? terus lonceng yang mana yak?? kamu ngutil dari aku ya??? wakakakakk

dian mengatakan...

nek tak buatin gantungan kunci dr kain kira2 awet gak ya?

Anonim mengatakan...

>> mau? boleh..boleh..
>> Hal, gitu ya? wah ngerii bener mbokdhe Okta.. :p