8.5.11

Catatan Ketinggalan: Taman Ayun

Pertengahan tahun lalu, JengKadek sempat berkunjung Bali. Seperti biasa, setelah menyelesaikan urusannya beliau pun menyempatkan diri untuk , of course, jalan-jalan. Dan sebagai seksi penggembira hura-hura paling berpengalaman, saya pun diajak. Horeeee! Segera saja saya kompori untuk mengunjungi Pura Taman Ayun, di Mengwi Tabanan. Sebagai mantan mahasiswa arsitektur, ga afdol rasanya kalau belum mengunjungi objek arsitektur yang satu ini. Maklum, fotonya terpampang sebagai cover buku Introduction to Balinese Architecture keluaran Periplus. *halah :D

Secara spasial, taman ini menyenangkan. Banyak sekali ruang terbuka yang luas. Secara proporsi, jauh lebih luas dibanding pura2 besar terkenal lainnya di Bali. Kolam yang diikuti dengan halaman hijau di bagian depan.

Kompleks pura nya sendiri terletak di bagian tengah yang dikelilingi dengan kolam teratai.

Pengunjung, kecuali berniat untuk berdoa, tidak diperbolehkan memasuki kompleks pura dalam karena disucikan oleh umat Hindu. Sebagai gantinya, dibuatkan jalan setapak yang mengelilinginya agar bisa mengintip bangunan pura dari luar pagar.

Ukirannya pun menurut saya cantik.

Dibagian belakang kompleks terdapat taman luas yang dipenuhi pepohonan. Rindang, namun terasa spooky. Beberapa bale dibiarkan tak terurus. Kolam kelilingnya, or should i say 'selokan', dipenuhi lumut. Padahal potensial untuk dijadikan taman tempat bercengkrama. Apalagi kompleks ini diapit dua sungai besar yang membuatnya jadi terasa sejuk.

Sayangnya, di taman ini tidak tersedia informasi yang menjelaskan tentang sejarah pura. Saya yang gak ngerti apa-apa tentang sejarah Bali jadi cuma bisa bengong deh. Padahal masuk kompleksnya bayar loh@_@ . Menurut buku contekan saya ini, kata Ayun sendiri berarti "a huge open space" (oooowh...pantes luas...) dan pernah sekali waktu menjadi pura resmi kerajaan Mengwi setelah pusat kerajaan dipindah dari Kapal ke desa Mengwi (oooowh...pantes detilnya bagus).

Oya, peserta jalan-jalan lainnya adalah Becks dan Krip2. Tuh liat gayanya masing2. Krip2 tetap dengan cube kesayangannya, sedangkan Becks, hadoh, dikau menenteng-nenteng apaan siiih.

Dari Taman Ayun perjalanan berlanjut ke utara. Tapi cerita lanjutannya jangan dipublish disini ah. Yang jelas, saya mau deh untuk ntraktir mereka berdua naik speedboat! Hihihi.

2 komentar:

kadski mengatakan...

aku mawu jugak! diteraktir nge-but dgn boat :d

okta mengatakan...

heh. kamu kan masi harus traktir aku bungeeee :p