Pagi ini saya jatuh! (literally!) Dan hal itu perlu dicatat disini karena ini adalah peristiwa jatuh dari motor yang pertama kali terjadi pada saya setelah rekor bersih tanpa kecelakaan saya bertahan selama 20 bulan semenjak saya pertama kali tinggal di Bali (dan rekor itu mengalahkan semua orang yang satu station dengan saya di padepokan, huahahaha! *puas). Sayangnya penyebab jatuhnya konyol banget.
Jadi critanya begini. Hujan badai di akhir minggu kemarin itu sukses membuat jembatan Tibekauh amblas (bukan ambrol). Satu jembatan utuh beserta penyangga di bagian barat dan timur itu amblas jatuh ke bawah sampai ke kedalaman dimana orang yang berdiri di pinggir longsoran pun tidak bisa melihat batang hidung si jembatan itu (Terbayang seberapa dalam sungainya?). Praktis, jalan desa yang biasanya saya lewati untuk menuju tempat kerja tak bisa digunakan. Terpaksa pagi tadi saya harus melewati jalan memutar lain melewati pasar yang berarti saya harus menyediakan waktu ekstra sepuluh menit untuk berangkat kantor.
Rute baru berangkat kerja ini lebih indah, sawah di kanan kiri, sekaligus menantang. Lumpur, rumput, kerikil, aspal rusak, semen, semua macam jalan tipe 'ga rata' tersedia disini. Kalau habis hujan, berasa lagi off road. TKP saya sendiri adalah pada ruas jalan yang terbuat dari plat beton di sisi kanan kirinya dan dibagian tengahnya dibagi oleh satu ruas ditumbuhi rumput. Jalan itu hanya cukup untuk satu mobil, atau dua motor berlawanan arah. Sebelah kiri, jauh dibawah, adalah sungai, sebelah kanan selokan tanah.
Nah, waktu itu ada bapak tua berjalan di depan, membelakangi saya. Karena saya memakai motor, maka saya berbaik hati untuk mengalah. Sayalah yang pindah jalur ke ruas beton sebelah kanan. Saya merasa ga masalah untuk pindah ke kanan, toh saya sudah melakukan beberapa manuver yang sama sebelumnya dengan mulus. Taaaaapiiiiii, ternyata itu keputusan yang bodoh! Saya dan motor terpeleset di tengah, di jalur lumpur yang licin dan tak terlihat karena tertutup oleh rumput yang rimbun. Motor jatuh ke kanan, dan saya? langsung nyebur selokan. HUAAAAA! blank! Dan si bapak bengong, sama sekali engga nolongin saya.
Lucunya adalah, yang basah dan kotor hanyalah bagian tubuh sebelah kanan, dari atas sampai bawah. Jadi ketika saya melanjutkan perjalanan, saya terlihat baik-baik saja dari sisi sebelah kiri, tapi terlihat seperti lumpur mengendarai motor dari sebelah kanan. hahaha.
Ga bisa duonk saya duduk kerja seharian sambil basah-basah di pantat. Saya pinjam saja kain yang biasa dipakai untuk sembahyang dari Bu Wayan. Saya jemur celana panjang saya (T_T) dan menggantinya dengan kain. Bat bet bat bet diikat pun beres! Hari ini resmi saya kerja mengenakan kain, plus menahan diri untuk engga banyak minum karena repot harus copot kain tiap mau pipis. Hihihi .. asik juga pake kain. Berasa jadi wanita Bali :D
Akan membutuhkan waktu yang lama untuk membangun jembatan baru. Membuat saya harus berkarib dengan rute baru ini untuk beberapa waktu ke depan. Jadi, pelajaran hari ini cukup ya Okta! Jangan terulang lagi. Atau kamu harus terpaksa menyimpan stok kain dulu di kantor.
11.1.09
kali ini ga ngantuk
Malam tadi saya nonton Under The Three (trims untuk Bince atas tiket gratisan premiernya^^). Saya cuma mau bertanya pada GN: Pas riset, dimana si nemu pria Bali yang guanteng plus tidak agresif seperti Maryun itu?? hihihi (btw, klo lagi ketemu banyak bintang pilem, baru ketahuan deh siapa yang norak *kedip mata kanan)
10.1.09
Ini nih yang bikin gawean numpuk!
The problem of working as an architect of luxurious thing is that I never really feel the luxury before.
Setengah hari kerja ini yang saya kerjakan adalah jalan-jalan. Bukan jalan-jalan hura-hura lho, tapi jalan-jalan arsitektur. Niatnya adalah menambah perbendaharaan rasa akan ruang. Objeknya? Ya apa lagi kalau bukan resort dan hotel. Di Bali cuma ada itu *sedih
Gak gampang untuk mengunjungi tempat private komersil seperti hotel dan resort dengan alasan keilmuan. Jadi alasan yang kami berlima gunakan adalah untuk inspeksi. Di tempat yang satu adalah inspeksi untuk menginap dan di tempat yang lain adalah inspeksi untuk wedding. Kami engga bohong, empat orang dari kami berlima ini memang berniat mengadakan pesta pernikahan, cuma belum pasti tanggal dan pasangan menikahnya hihihi. (Dan kalau orang kelima ini mau mengadakan pesta pernikahan lagi, ya sok atuh *kedip2)
Secara keseluruhan, semua tempat yang kami temui saya beri nilai ‘so-so lah’. Hehehe ego saya-bisa-membuat-lebih-bagus-lagi dalam diri saya memang ga pernah bisa hilang, walau jarang terbukti juga.. :D
Satu yang menarik. Di salah satu sudut sebuah hotel, di ujung anak-anak tangga teratas, kami menemui rumbai-rumbai dari balok kayu ringan. Pertamanya terlihat seperti dipasang tidak pada tempatnya (walau jatuhnya bagus juga). Diketahui kemudian bahwa tujuannnya adalah agar pengguna tangga tidak kejedot balok penghias di atasnya yang memang jadi berukuran rendah di anak tangga paling atas. Logikanya, jika memasang sesuatu di bawah balok rendah ini, praktis orang akan menghindar untuk lewat tepat di bawahnya.
Engga, saya tidak bertujuan menghujat sang arsitek yang lalai dengan membuat sudut kisi balok yang tajam disini (Saya tahu kok pusingnya mengatur agar semuanya sempurna di rumah sangat sederhana sekalipun, apalagi di kompleks sebesar itu ;) ). Saya cuma mau menggaris-bawahi bahwa solusi apapun dari arsitek itu bisa sesederhana mungkin. Dan bermain-main dengan aspek psikologis pengguna itu lebih menyenangkan daripada harus membobol ulang balok penghias itu kan?
Ngomong-ngomong, tanggal 12 januari 2009 ini, menurut kalender Cina, adalah hari baik untuk menikah. Masih ada waktu dua hari lagi persiapan untuk yang belom punya tanggal untuk menikah. Tapi, saran saya, jangan mengadakan pesta pernikahannya di The Bale. Sudah kami tanyakan: fully booked! :p
Setengah hari kerja ini yang saya kerjakan adalah jalan-jalan. Bukan jalan-jalan hura-hura lho, tapi jalan-jalan arsitektur. Niatnya adalah menambah perbendaharaan rasa akan ruang. Objeknya? Ya apa lagi kalau bukan resort dan hotel. Di Bali cuma ada itu *sedih
Gak gampang untuk mengunjungi tempat private komersil seperti hotel dan resort dengan alasan keilmuan. Jadi alasan yang kami berlima gunakan adalah untuk inspeksi. Di tempat yang satu adalah inspeksi untuk menginap dan di tempat yang lain adalah inspeksi untuk wedding. Kami engga bohong, empat orang dari kami berlima ini memang berniat mengadakan pesta pernikahan, cuma belum pasti tanggal dan pasangan menikahnya hihihi. (Dan kalau orang kelima ini mau mengadakan pesta pernikahan lagi, ya sok atuh *kedip2)
Secara keseluruhan, semua tempat yang kami temui saya beri nilai ‘so-so lah’. Hehehe ego saya-bisa-membuat-lebih-bagus-lagi dalam diri saya memang ga pernah bisa hilang, walau jarang terbukti juga.. :D
Satu yang menarik. Di salah satu sudut sebuah hotel, di ujung anak-anak tangga teratas, kami menemui rumbai-rumbai dari balok kayu ringan. Pertamanya terlihat seperti dipasang tidak pada tempatnya (walau jatuhnya bagus juga). Diketahui kemudian bahwa tujuannnya adalah agar pengguna tangga tidak kejedot balok penghias di atasnya yang memang jadi berukuran rendah di anak tangga paling atas. Logikanya, jika memasang sesuatu di bawah balok rendah ini, praktis orang akan menghindar untuk lewat tepat di bawahnya. Engga, saya tidak bertujuan menghujat sang arsitek yang lalai dengan membuat sudut kisi balok yang tajam disini (Saya tahu kok pusingnya mengatur agar semuanya sempurna di rumah sangat sederhana sekalipun, apalagi di kompleks sebesar itu ;) ). Saya cuma mau menggaris-bawahi bahwa solusi apapun dari arsitek itu bisa sesederhana mungkin. Dan bermain-main dengan aspek psikologis pengguna itu lebih menyenangkan daripada harus membobol ulang balok penghias itu kan?
Ngomong-ngomong, tanggal 12 januari 2009 ini, menurut kalender Cina, adalah hari baik untuk menikah. Masih ada waktu dua hari lagi persiapan untuk yang belom punya tanggal untuk menikah. Tapi, saran saya, jangan mengadakan pesta pernikahannya di The Bale. Sudah kami tanyakan: fully booked! :p
8.1.09
a geek not in pink
WWHHHAAAATTTT???!!!! jason mraz's finally concerting in Indonesia???
nonton-engga-nonton-engga-nonton-engga-nonton-engga-nonton-engga-nonton-engga-nont... *ngitung kancing [soalnya ga punya duit buat diitung:( ]
nonton-engga-nonton-engga-nonton-engga-nonton-engga-nonton-engga-nonton-engga-nont... *ngitung kancing [soalnya ga punya duit buat diitung:( ]
7.1.09
3.1.09
demi...
Naomi tiba2 mengusulkan trekking ke puncak Batur Sabtu ini. Mungkin keracunan saya yang baru-baru ini keinginan bergunung ria di Lombok engga kesampaian (yes!). Saya si ayo2 aja! Belom pernah si…. Dan dari jumlah tiga orang peserta saja pada awalnya tiba-tiba membludak menjadi tujuh orang di hari-H. Asiik…Malam hari yang cerah membuat perjalanan menyenangkan Tapi, whew, kita kepagian. Sampai di puncak satu setengah jam lebih cepat dari waktu matahari terbit. Jadilah saya menggigil kedinginan karena angin gunung di atas sana. Tapi, semua terbayar ketika matahari mulai menampakkan sinarnya. Aahh… puncak Rinjani memang bikin ngiler.
Tapi, kenapa engga ada yang bilang ke saya sebelumnya bahwa perjalanan ini akan melibatkan berjalan di antara dua jurang??merayap di dinding batu?? meluncur di pasir?? Wuaa… pokoknya saya kasih tips sodara2. Jangan pernah naik gunung dalam keadaan pantat keseleo! Jurang, dinding batu dan pasir akan makin membuatmu menderita. Oh.. pantatku, betisku, tumitku, pahaku…
Jadi gimana Okta, masih mau ke Segara Anakan?? Masih dooonk.. Tapi tunggu ya, saya mau pinjam ‘pintu kemana saja’ dulu ke Doraemon.
2.1.09
ke-ge-er-an
kenapa saya selalu naksir pria-pria yang engga naksir saya dan kenapa saya selalu ditaksir pria-pria yang engga saya taksir???!
::ckckckck sebuah misteri alam yang belum terpecahkan::
Langganan:
Postingan (Atom)
