12.1.09

i'm practically working in the middle of nowhere

Pagi ini saya jatuh! (literally!) Dan hal itu perlu dicatat disini karena ini adalah peristiwa jatuh dari motor yang pertama kali terjadi pada saya setelah rekor bersih tanpa kecelakaan saya bertahan selama 20 bulan semenjak saya pertama kali tinggal di Bali (dan rekor itu mengalahkan semua orang yang satu station dengan saya di padepokan, huahahaha! *puas). Sayangnya penyebab jatuhnya konyol banget.

Jadi critanya begini. Hujan badai di akhir minggu kemarin itu sukses membuat jembatan Tibekauh amblas (bukan ambrol). Satu jembatan utuh beserta penyangga di bagian barat dan timur itu amblas jatuh ke bawah sampai ke kedalaman dimana orang yang berdiri di pinggir longsoran pun tidak bisa melihat batang hidung si jembatan itu (Terbayang seberapa dalam sungainya?). Praktis, jalan desa yang biasanya saya lewati untuk menuju tempat kerja tak bisa digunakan. Terpaksa pagi tadi saya harus melewati jalan memutar lain melewati pasar yang berarti saya harus menyediakan waktu ekstra sepuluh menit untuk berangkat kantor.

Rute baru berangkat kerja ini lebih indah, sawah di kanan kiri, sekaligus menantang. Lumpur, rumput, kerikil, aspal rusak, semen, semua macam jalan tipe 'ga rata' tersedia disini. Kalau habis hujan, berasa lagi off road. TKP saya sendiri adalah pada ruas jalan yang terbuat dari plat beton di sisi kanan kirinya dan dibagian tengahnya dibagi oleh satu ruas ditumbuhi rumput. Jalan itu hanya cukup untuk satu mobil, atau dua motor berlawanan arah. Sebelah kiri, jauh dibawah, adalah sungai, sebelah kanan selokan tanah.

Nah, waktu itu ada bapak tua berjalan di depan, membelakangi saya. Karena saya memakai motor, maka saya berbaik hati untuk mengalah. Sayalah yang pindah jalur ke ruas beton sebelah kanan. Saya merasa ga masalah untuk pindah ke kanan, toh saya sudah melakukan beberapa manuver yang sama sebelumnya dengan mulus. Taaaaapiiiiii, ternyata itu keputusan yang bodoh! Saya dan motor terpeleset di tengah, di jalur lumpur yang licin dan tak terlihat karena tertutup oleh rumput yang rimbun. Motor jatuh ke kanan, dan saya? langsung nyebur selokan. HUAAAAA! blank! Dan si bapak bengong, sama sekali engga nolongin saya.

Lucunya adalah, yang basah dan kotor hanyalah bagian tubuh sebelah kanan, dari atas sampai bawah. Jadi ketika saya melanjutkan perjalanan, saya terlihat baik-baik saja dari sisi sebelah kiri, tapi terlihat seperti lumpur mengendarai motor dari sebelah kanan. hahaha.

Ga bisa duonk saya duduk kerja seharian sambil basah-basah di pantat. Saya pinjam saja kain yang biasa dipakai untuk sembahyang dari Bu Wayan. Saya jemur celana panjang saya (T_T) dan menggantinya dengan kain. Bat bet bat bet diikat pun beres! Hari ini resmi saya kerja mengenakan kain, plus menahan diri untuk engga banyak minum karena repot harus copot kain tiap mau pipis. Hihihi .. asik juga pake kain. Berasa jadi wanita Bali :D

Akan membutuhkan waktu yang lama untuk membangun jembatan baru. Membuat saya harus berkarib dengan rute baru ini untuk beberapa waktu ke depan. Jadi, pelajaran hari ini cukup ya Okta! Jangan terulang lagi. Atau kamu harus terpaksa menyimpan stok kain dulu di kantor.

5 komentar:

sunett mengatakan...

Oak, kupikir dirimu sudah sembuh dari ke-accident prone-an mu. Turut berduka cita ya, atas pecahnya rekor bersihmu.

Anyway, kalo punya space (di cubicle/di sekolah/di rumah orang.. he he) aku biasanya nyempetin ninggal celana, kaos kaki, dan sepatu. Just in case gitu... :P

Anonim mengatakan...

Terima kasih netta, ternyata anda mengenal saya dengan baik (sekali). Tapi akan saya buktikan, suatu saat nanti, bahwa saya sudah sembuh dari 'kecenderungan mendapat celaka'. Nantikan sajah!

:D

Anonim mengatakan...

tulisannya panjang. ga sempet baca semua.. lg alergi ama tulisan (kok jalan2 di blog).. aku berharap banyak fotonya.. :D

Anonim mengatakan...

lgan wong tibo mosok moto awakke dewe yo? aku sik salah.. ok no problemo..

Anonim mengatakan...

wekeke..senangnya ada yang menantikan poto dari saya... Tukang potonya lagi libur om. keseringan kehujanan :D