10.1.09

Ini nih yang bikin gawean numpuk!

The problem of working as an architect of luxurious thing is that I never really feel the luxury before.

Setengah hari kerja ini yang saya kerjakan adalah jalan-jalan. Bukan jalan-jalan hura-hura lho, tapi jalan-jalan arsitektur. Niatnya adalah menambah perbendaharaan rasa akan ruang. Objeknya? Ya apa lagi kalau bukan resort dan hotel. Di Bali cuma ada itu *sedih

Gak gampang untuk mengunjungi tempat private komersil seperti hotel dan resort dengan alasan keilmuan. Jadi alasan yang kami berlima gunakan adalah untuk inspeksi. Di tempat yang satu adalah inspeksi untuk menginap dan di tempat yang lain adalah inspeksi untuk wedding. Kami engga bohong, empat orang dari kami berlima ini memang berniat mengadakan pesta pernikahan, cuma belum pasti tanggal dan pasangan menikahnya hihihi. (Dan kalau orang kelima ini mau mengadakan pesta pernikahan lagi, ya sok atuh *kedip2)

Secara keseluruhan, semua tempat yang kami temui saya beri nilai ‘so-so lah’. Hehehe ego saya-bisa-membuat-lebih-bagus-lagi dalam diri saya memang ga pernah bisa hilang, walau jarang terbukti juga.. :D

Satu yang menarik. Di salah satu sudut sebuah hotel, di ujung anak-anak tangga teratas, kami menemui rumbai-rumbai dari balok kayu ringan. Pertamanya terlihat seperti dipasang tidak pada tempatnya (walau jatuhnya bagus juga). Diketahui kemudian bahwa tujuannnya adalah agar pengguna tangga tidak kejedot balok penghias di atasnya yang memang jadi berukuran rendah di anak tangga paling atas. Logikanya, jika memasang sesuatu di bawah balok rendah ini, praktis orang akan menghindar untuk lewat tepat di bawahnya.

Engga, saya tidak bertujuan menghujat sang arsitek yang lalai dengan membuat sudut kisi balok yang tajam disini (Saya tahu kok pusingnya mengatur agar semuanya sempurna di rumah sangat sederhana sekalipun, apalagi di kompleks sebesar itu ;) ). Saya cuma mau menggaris-bawahi bahwa solusi apapun dari arsitek itu bisa sesederhana mungkin. Dan bermain-main dengan aspek psikologis pengguna itu lebih menyenangkan daripada harus membobol ulang balok penghias itu kan?

Ngomong-ngomong, tanggal 12 januari 2009 ini, menurut kalender Cina, adalah hari baik untuk menikah. Masih ada waktu dua hari lagi persiapan untuk yang belom punya tanggal untuk menikah. Tapi, saran saya, jangan mengadakan pesta pernikahannya di The Bale. Sudah kami tanyakan: fully booked! :p

3 komentar:

Anonim mengatakan...

kalau di Jawa pasti gedung buat kondangan kosong.. pernikahan di bulan Muharam (suro) dianggap "nggak baik"

sunett mengatakan...

endi to 'rumbai2' nek, Wak?
Aku gak mudeng... kok gak ketok sih?

@toktok:lha, kesempatan to kuwi? berarti low season untuk gedung2. sopo ngerti ono diskon. wong Jowo.. wong Jowo, ra oleh perang... dudu ra oleh ijab (opo gek2 ijab ki bisa diartikan perang?) :P well, kecuali kalo diundur ke bulan Safar dengan alasan mau ikut2an Nabi Muhammad SAW & Aisyah, ya beda ceritanya.

*halah, dadi dhowo*

Anonim mengatakan...

kuwi lho net, ning poto, sik kotak2 ireng cilik digantung nganggo benang bedha dawane. sing paling pendek lagi di cekel tangan...

*wah pancen kudu sinau moto