Saya jarang berbicara dengannya, walau begitu di beberapa obrolan terakhir yang jarang ini beliau selalu bertanya pada saya tentang kapan saya melanjutkan sekolah lagi (dan kapan saya mau kawin :D). Dan saya di kejauhan cuma tertawa-tawa saja.
Bukan, saya bukannya tidak mau sekolah lagi. Akal sehat saya selalu menyuruh saya untuk kembali ke bangku kuliah, belajar lebih dalam lagi, ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Bukan urusan duit yang memang saya ga punya (dan memang uang harusnya bukan jadi penghalang untuk kembali kuliah). Yang saya belum punya adalah KEINGINAN untuk kuliah itu sendiri. (Tolong jangan kasihani saya)
Saya tidak ingin alasan saya untuk esdua adalah karena prestise biar tidak kalah dengan teman-teman saya yang sekolah esdua sampai menempuh jarak setengah belahan bumi. Saya juga tidak ingin ‘biar gampang jadi pns aka dosen’ jadi alasan juga. Atau karena saya sudah semakin tua, umur makin pendek , saya harus segera esdua?? Itu gak adil. Atau biar ga kalah pintar dengan bangsa Yahudi?? hem..saya lebih suka kata 'cerdas' ;)
Saya belum ingin esdua. Atau kalau mau dirasionalisasi, saya cuma belum punya pertanyaan-pertanyaan yang membuat saya merasa harus kembali ke bangku kuliah untuk mencari jawabnya. (Dan percayalah, tidak mempunyai pertanyaan-pertanyaan ini membuat saya jauh lebih stress daripada sekedar “saya-belum-esdua” karena itu artinya saya belum terlatih untuk melihat ‘apa yang salah’)
Saya merasa mengenal diri saya sendiri. Bahwa MELAKUKAN SESUATU TANPA MELIBATKAN HATI ITU LEBIH SULIT. Melanjutkan mengerjakan sesuatu yang saya tidak suka itu sangat painful. Tapi kalau semuanya dikerjakan dari hati dan pakai jiwa, hasilnya pasti akan WOW! Dan saya ingin saya melanjutkan sekolah lagi dengan segenap hati dan jiwa saya sehingga saya tidak akan melakukannya dengan penuh kesia-siaan. Tulisan di botol shower gel yang jadi kegemaran saya sekarang pun mendukung itu. PASSION SHOULD BE THE FIRST INGREDIENT OF EVERYTHING YOU DO. (begitu juga dalam urusan kawin, teman..)Jadi, tugas saya sekarang adalah terus MENCARI PERTANYAAN-PERTANYAAN tak terjawab itu. Kalau saya lalai, tolong pukul kepala saya keras-keras!
Ps. Ayah, maafkan saya yang bandel ini karena belum ingin mendaftar jadi pe-en-es maupun do-sen. semoga itu tidak dihitung durhaka :)

11 komentar:
huuuu...udah mirip yahudi kau Ta! bersilat lidah untuk mencari pembenaran atas kemalasan
*pukul kepala keras sekali
apa alasan untuk esdua itu untuk: jadi cerdas? prestise? biar gampang jadi pns?
aku jadi merasa bersalah, Wak. i didn't have those reasons.
and nope, i disagree with you. sometimes passion shouldn't come first with marriage. diperlukan kepala dingin dan bukannya darah panas maupun jantung deg2an. IMHO it should be the persistence of both sides; to make it successful.
hah... bisaku cuma omong doang.. :P
btw. 'passion' disini jangan ditranslate jadi 'nafsu' ya...
aku mengartikannya ini kok:
passion:
3. an intense enthusiasm for something.
4. a thing arousing enthusiasm.
well, kalo aku lagi antusias, biasanya malah nggak fokus. karena emosinya main. kepala dingin, will be a good option.
and i still hold on the persistence thing. ^_^
wah rupanya kita berbeda aliran nona netta. biasanya, kalo saya sudah punya passion akan sesuatu, saya akan bisa melihat ke arah mana tujuan saya, dan saya akan tahu jalan menuju kesana.jadi malah lebih fokus tuh!
saya juga setuju kok dengan persistence of both sides itu. hanya, topik utama saya bukan bagaimana membuat sebuah hubungan antara seorang pria dan seorang wanita bisa terjadi dan berhasil, bukan?! :p
*kenapa topik menikah akhir2 ini jadi populer ya?
just wanna say
go okta......
es dua itu bagi yang pintar...
kalo yang cerdas =just do your best today,,,,
gak papa tak, ngancani aku sing masih belum pengen juga bt es dua :))
sebagai sesama yg berada di dunia desain aku mendukung pernyataanmu oax.
emang gitu kok net, dengan adanya passion, seluruh tenaga dan pikiran akan terfokus pada hal tsb, sehingga tidak menghasilkan sesuatu yg sembarangan.
btw, (aku yo mik ngomong doang iki) ttg nikah.
passion besar u/ nikah bukan berarti melupakan u/ berkepala dingin.
menurutku bisa berabe klo sekedar milih (ucapan dari seorang yg punya passion besar u/ nikah), tapi kan tetep urusan jodoh itu rahasia Allah. dan tentu saja masa depan juga urusan Dia.
berencana dgn baik adalah usaha, tapi tetep.. hasil urusan Dia. semoga aku segera ketemu jodohku dan menikah :P (hehehehe)
"Melanjutkan mengerjakan sesuatu yang saya tidak suka itu sangat painful"
iya ta...jangan...
karena kalo dipaksa, nanti makin jadi absurd...apakah kita yang bodoh, atau memang orang sekitar kita yang tidak tahu bahwa kita cerdas.
kalo dipaksa, mengikuti kata hati akan jadi sulit...
agh...
*maaf curcol*
tenkyu Niken.
amin Atma.
high five Pipi.
:)
aku punya alasan sendiri untuk apa yg aku lakukan.. aku yakin banya orang melakukan hal yg sama.. (punya alesan)
dan ndak perlu semua orang tau..
mungkin dirimu musti belajar untuk nggak terlalu memikirkan dalam2 pertanyaan-pertanyaan dr orang yang sebenrnya cuma pengen ngobrol alias cari bahan obrolan.. mereka jg nggak bermaksud demikian dalamnya kurasa.. sekedar mencari bahan obrolan..
to k_oak (he..he...) : mungkin anda juga perlu belajar untuk tidak menseriusi apa yang saya tulis di blog ini. isinya kan kebohongan publik semua. lagi belajar jadi artis inpotemen. hahaha
thx 4 the advice though.
Posting Komentar