9.7.09

catatan ketinggalan : afternoon art in disguise

Saya benar-benar menikmati sewaktu singgah di Museum Niti Mandala Renon, terutama di bagian diorama. Setidaknya saya bisa merasakan kesungguhan si pembuat diorama membuat semua karyanya. Cara dia membuat setting setiap adegan dengan segala kerumitan perspektifnya, detil butiran tasbih kecil yang dibuat dengan hati-hati, bilah-bilah bambu, asap dari kapas, buah-buah apel, sampai betapa niatnya membuat mimik wajah tiap karakter. Wuihh benar-benar membuat semangat untuk berlama-lama memperhatikan satu persatu jendela yang ada. Terbawa kebiasaan bikin maket :))

Museum yang menceritakan tentang perjuangan rakyat Bali di jaman penjajahan ini memang terdiri dari tiga bagian besar. Paling bawah berupa ruang pamer foto-foto lama, ruang bundar di lantai kedua berisi jajaran diorama, dan ruang paling atas berkonsep menara pandang dimana kita bisa memandang 360derajat ke seluruh penjuru Renon dan sekitarnya. Konsep yang bagus, tapi eksekusinya kurang mantap. Makanya, museum ini dari dahulu dilirik sebelah mata saja oleh kami.

Ada yang menarik. Terdapat sebuah foto yang meperlihatkan raja Bali jaman dahulu kala beserta patihnya. Yang membuat kagum adalah, Sang Raja duduk di atas bangku sederhana, sedangkan Sang Patih duduk bersila di sampingnya. Settingnya berupa outdoor, dengan pohon-pohon pada latar belakangnya. Betapa sederhananya. I love it.

Secara keseluruhan, episode pertama jalan-jalan keliling kota pun tak sia-sia karena berakhir menyenangkan^^

Tidak ada komentar: