Akhirnya saya mampir juga ke Blanco Renaissance Museum, objek wisata Ubud pualing dekat dari kamar saya, setelah lebih dari setahun lebih cuma mondar-mandir saja di pintu depan dan pintu belakangnya. Yang di depan mata memang gak pernah diwaro' :)). Trimakasih untuk Putri yang sudah datang jauh-jauh dari Jakarta dan memasukkan Blanco dalam jadwal mainnya di Ubud.Tinjauan ringkas : Saya suka coretan Blanco, halus. Saya suka palet warnanya di beberapa lukisan. Tapi saya tidak suka tema lukisannya, let's say I'm not the biggest fan of erotism and whatever sexual fantasies he had. Saya benar-benar engga mau tahu apa isi kepala Antonio :-|. In my personal opinion, some works doesn't turn into beautiful piece at all.
Mengutip dari si mbak penjaga, "Pak Blanco itu pecinta wanita, Ibu! Tapi istrinya cuma satu saja." Saya cuma mengernyitkan dahi saja mendengarnya. So??
Hal yang menarik adalah ada satu coretan di galerinya yang mewakili apa yang saya pelajari selama tahun-tahun saya mengenal Bali. Coretan di atas pintu itu berbunyi "A Thing of Beauty is a Joy Forever".
**masih ga nemu jawabnya

3 komentar:
isi kepala sendiri saja masih bingung:P wkwkwkw
-pis okta
--gita--
coba mari kita tanyakan langsung pada antonio!
lho..
*sudah beda alam ternyata!
Ah, kmu malah udah posting perjalanan ke Bali, gw belum.
Untung aku datang ke bali, Ta... kalo ga, bisa malu-maluin kmu sebagai penghuni Ubud, hihihi...
Ayo Ta, kita jelajahi Indonesia withlow budget of course... Kemaren ke Bali cuma abis 1,3 juta, udah termasuk ticket dan akomodasi...
Posting Komentar