26.8.09

kintamani


Baru kali ini saya pergi ke Kintamani dengan tujuan turisme di pusat wisatanya seperti layaknya turis-turis luar daerah. Sebelum-sebelumnya, tujuan saya ke sana adalah memang mau trekking ke Batur, Abang ataupun cuma sekedar numpang lewat saja. Terimakasih untuk Vebri yang mengajak pergi berhubung cita-cita pergi ke Baturnya sebulan yang lalu bersama ayahnya gagal.

Kintamani adalah area tujuan wisata dengan ikon danau Batur yang dikelilingi pegunungannya. Sangat turistik kalau boleh saya bilang. Dan, maaf, saya memang menandai seberapa 'touristy' sebuah area itu dengan banyaknya pedagang yang berjualan di sana. Begitu turun dari mobil, bujubune, langsung dikerubuti pedagang yang membuat kami tak bisa berkutik. Mulai dari pedagang kalung, gelang, baju, kain, sampai pembuat tato/hena pun ada. Yang terakhir itu membuat saya heran. Saya pikir cuma ada di Kuta. Hahaha

Saya kira, tadinya cukup satu jam saja ada di Kintamani. Toh yang mau dilakukan cuma sekedar melihat-lihat view, duduk-duduk, menikmati dinginnya udara lalu pulang. Tapi ternyata kami menemukan area bebatuan yang unik di sekitar danau di jalan menuju ke arah Toya Bungkah (Quick Question, how do you actually grow onion on rock??). Jadilah alokasi waktu untuk foto-foto diperpanjang, LOL. Ya sudah, tak apalah. Toh puncak baturnya memang sedang dipenuhi awan, tidak maksimal untuk menikmatinya.

Lirik-lirik jam, lho, sudah waktunya berbuka puasa! Sebelum pulang, mampir dulu untuk bungkus mujair bakar untuk berbuka dan seperti biasa mampir juga membeli jeruk yang ternyata memang sedang musimnya dipanen petani lokal. Sedap daaah...

2 komentar:

Zura mengatakan...

Sayangnya pas pulang dari Kintamani ke Singaraja aku nyasar dan hampir aja nyampai ke Karangasem.

okta zaida mengatakan...

Hahaha perasaan Karangasem dan Singaraja ada di dua arah mata angin yang berbeda deh ^^v