Budi : Ini gara-gara ngeliat Victor minum teh ini! (setelah memutuskan ikut benarbenarpadadetikdetikterakhir keberangkatan bis di Ubung)
Lina : Ini jadinya nemenin Victor hunting aja ni (sepertinya kecewa Kawah Ijen cuma membutuhkan satu setengah jam perjalanan saja)
Victor : Ini sebenernya gara-gara Okta ni, yang ngajakin! (gak terima jadi 'tertuduh' sambil melihat ke Okta)
Okta : (ngeles) Engga, ini sebenernya gara-gara Rinjani yang engga boleh didaki... (sambil cengengesan)

Iya, memang tadinya liburan kali ini diniatkan untuk main ke Rinjani. Berhubung puncak dan danaunya lagi ditutup, jadilah reroute saja. Menyeberang berbalik arah ke arah barat, kembali menginjak tanah Jawa. Tapiiiiii, engga ada yang menyesal untuk ikutan kan? Kawahnya super cantik. Clean Turquoise. Feels like in the faraway land.
Hanya saja, tetap harus hati-hati pada asap belerang yang dikeluarkan si kawah. Benar-benar mencekik leher kalau tidak waspada pada arah angin. Masker sangat dianjurkan untuk dibawa jika ingin turun hingga pinggir danau dan melihat aktivitas para penambang di sana. Anyway, two thumbs up for all those miner. Carrying heavy sulphur up from crater bottom to crater rim then down again to collecting station.

Ngomong-ngomong, ini benar-benar jadi perjalanan backpackingan. Pindah sini pindah sana, bis kecil, bis besar, angkot, kapal sampai truk pengangkut belerang pun dijabanin. Seru! Apalagi di akhir perjalanan terhitung budget yang dikeluarkan kurang dari setengah dari budget yang dianggarkan. Ini nih bagian favorit saya! Low budget! :D Menyenangkan memang bepergian dengan tukang-tukang kekeuh nawar harga.
Mengutip Inten, 'Lain kali kalau ada perjalanan seperti ini, ajak-ajak lagi ya!' Hehehe. Hayuk! Tinggal ditentukan waktunya saja. Mumpung jadi orang Indonesia yang punya beribu-ribu tujuan perjalanan yang indah. S.U.K.A!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar