15.11.09

I'd rather dance with you than talk with you*


Yeay! Akhir pekan yang ditunggu-tunggu telah tiba. Ada pembukaan pameran fotonya Mas Doddy, suaminya mb Prita di Runa Museum. Yang menyenangkan adalah, ada pertunjukan tari klasik dari para maestro tari Bali yang sudah sepuh sebagai bagian dari pembukaan pamerannya.

Saya memang sudah kepingin banget menonton tari Bali yang benar-benar ditarikan dengan sepenuh hati. Saya merasa, tari-tarian yang dipertunjukkan di seputaran Ubud itu terasa setengah-setengah buat saya. Semacam sekedar pertunjukkan untuk turis saja. Lalu ketika beberapa waktu lalu ada pertunjukan tari dari maestro-maestro ini, tiketnya gak kebeli :(( Jadi ketika sekarang ada pertunjukkan lagi (dan gratis pulak:p) maka gak deh saya sia-siakan.

Ide pertunjukannya adalah untuk mengenalkan para-para penari penerus para maestro ini. Maklum, umur mereka semua sudah menginjak angka diatas 60. Bahkan salah satunya, Ida Bagus Oka Wirjana sudah berusia 80 tahun (mengutip Mb. Prita, sudah semakin susah bagi mereka untuk menari karena engkel kakinya sudah mulai rapuh. Iya, profesi penari memang membuat engkel kaki menjadi bagian yang kritis karena digunakan untuk menumpu semua beban tubuh).

Maka dibentuklah pameran yang berjudul "Tetamian/Dancing with Time" ini,untuk memperkenalkan maestro-maestro baru agar seni budaya tari klasik tidak hilang ditengah gencarnya arus seni gerak kontemporer. Tak heran, tarian-tariannya pun ditarikan secara duet antara dua generasi. Antara sang guru dan anak2 didiknya. Pertama, sang guru yang keluar untuk menari, lalu ditengah tarian, sang anak didik yang meneruskan tarian tersebut. Ada yang masih berumur se anak SD loooh.

So, how about the dances? Well, saya gak punya latar belakang menari, kecuali tari bebek mesir, tapi saya bisa mengatakan bahwa tariannya ditarikan dengan sangat cantik. Para penari mudanya menari lebih baik daripada penari tuanya, yang berarti regenerasinya berhasil. Saya masih terkagum-kagum hingga saat ini. Tidak cuma, badannya yang menari, tetapi juga wajahnya. Mimik muka ikut bercerita ketika menari tari klasik Bali. Dalam sekejap raut marah yang diwakili dengan melotot sambil lirik kanan kiri bisa berubah menjadi raut ramah dengan bola mata yang mengecil.

Ada satu tarian yang judulnya Kebyar Duduk. Ditarikan dengan cara duduk sambil memainkan salah satu alat gamelan bali yang kalau dalam gamelan jawa biasa disebut bonang. Penarinya berpindah posisi pun dalam posisi duduk. Gila, kakinya pasti kuat banget. Apalagi durasi tariannya lama.

Ngomong-ngomong, saya baru tahu bahwa kursus menari di Arma Museum ternyata gratis. Gurunya ibu Raka sendiri (I Gusti Ayu Raka Rasmi,70th, menari juga di kesempatan ini). Sedihnya, kursus hanya diperuntukkan untuk anak-anak usia SD. Hiks hiks padahal ingin ikutan. Kira-kira kalau saya datang menyamar menjadi anak SD, bakal ketahuan gak ya?


*KOC,Riot on Empty Street, 2004 - coincidently song of the week
**duh, saya ingin nggetok yang ngenalin lagu ini ke saya lalu dengan tidak bertanggungjawabnya kabur tanpa bilang-bilang sebelum saya sempat membajak koleksi mp3nya
***so sorry untuk gosip akan bubarnya duo ini:(

4 komentar:

tiiitt......... mengatakan...

perasaan ada album barunya..

tiiitt...... mengatakan...

album barunya "declaration of dependence" keluar oktober 2009
yg sering nongl di radia judulnya "Mrs Cold"...

okta zaida mengatakan...

iya, gosipnya adalah declaration of dependance bakal jadi album terakhir mereka bersama.

semoga cuma gosip.

toootttt mengatakan...

ow.. begono tho gosipnya.. g suka dosip sih.. :)