Ada yang tiba-tiba datang ke Bali. Katanya, acara utamanya adalah training, tetapi jadwal jalan-jalannya ternyata penuh juga :)), sampai-sampai baru bisa ditemui setelah jam sepuluh malam. Hahaha gak apa deh, malah saya perlu berterima-kasih. Soalnya kalau tidak gara-gara orang yang satu ini, sampai saya keluar dari Bali sekalipun saya gak akan pernah nongkrongin Tugu Peringatan Bom Bali di Legian. Walaupun pada akhirnya kabur ke konter Billabong disebelahnya akibat bosan menunggu :D. (Masih mending loh kaburnya ke Billabong, kan daripada kabur ke bar disebelahnya>.<)Saya sedang tidak ingin berbicara lebih jauh tentang Monumen ini. Saya sedang ingin berbicara tentang mimpi. Karena pertemuan saya dengannya kali ini mengingatkan betapa saya pernah mempunyai mimpi-mimpi. Damn, I was so young.
M I M P I . Such a big word.
Iya, kami memang pernah menjadikan mimpi kehidupan sebagai sebuah topik pembicaraan disela email-email pekerjaan dan pembicaraan tidak penting lainnya. Betapa saya pernah mempunyai mimpi yang sangat jelas, betapa saya tahu benar apa yang ingin saya lakukan, saya tahu benar saya mau kemana dan jalan mana yang harus saya tempuh untuk menuju kesana. Petanya tergambar jelas sekali.
Betapa saya adalah manusia paling optimis sedunia.
Saya berterimakasih sekali atas kedatangannya. Saya merasa alarm saya tiba-tiba berbunyi. Keras sekali. Membangunkan saya dari tidur panjang saya.
Sebenarnya saya ingin menangis. Karena setelah bertahun-tahun, semua mimpi itu mengabur. Untuk pertama-kalinya dalam hidup saya, saya tidak tahu apa mau saya. Bukan, saya bukannya tidak tahu apa yang bisa lakukan, tetapi saya tidak tahu apa yang ingin saya lakukan. Rasanya seperti peta yang saya lipat itu terkena air hujan lalu luntur di salah satu sisinya. Parah.
" ..., hanya saja aku yakin kalo thomas alfa sampe ribuan kali gagal buat lampu, kenapa aku harus bertekuk lutut dengan kegagalanku yang cuma beberapa kali ini hehehe " Kutipan bertahun-tahun lalu yang yang tiba-tiba masuk kembali ke otak saya.
Saatnya bermimpi lagi. Saatnya membuat peta baru.
Hei, Kak! Trims untuk sudah pernah menanyakan tentang mimpi saya. Kalau tak kau tanyakan, mungkin saya tidak akan pernah mencatatnya:). Saya membuka catatan saya malam ini, lalu merasa lega bahwa saya belum menyimpang terlalu jauh.
ps. Terbukti lagi. Mata saya memang bagus ;)
selesai ditulis pada 13februari2010.entah kenapa sulit sekali menyelesaikan postingan ini.

6 komentar:
dari despair.com
"DREAMS--Dreams are like rainbows, Only idiots chase them"
sante dulu lah.. belum juga poto-poto..
dari ratnasari.com
"IDIOT--whoever thinks dreams like a rainbow"
;)
ha..ha... boleh..boleh..
mataharinya kok dikejar2, ga akan lari kok.. diemin aja..
;)
waaaa lha lari kie menyenangkan jeh. klo ga da yang bisa dikejar, matahari pun jadilah. mataharinya juga gak protes ini...
kemaren liat2 foto2 agak lama, eh ketemu foto jalan menuju busur hujan.. he..he..
http://pamumpuni.files.wordpress.com/2010/02/img_0431-1.jpg
Posting Komentar