Dua orang ini. Yang duduk di depan saya semalam ditemani sepiring piza, langit cerah berbintang dan deru lalu lalang kendaraan. Saya jelas akan merindukan mereka berdua dan semua kebersamaan yang pernah ada.Saya merasa lega.
Setidaknya saya tahu bahwa bukan hanya saya saja yang mempunyai selera pria yang aneh bin ajaib. Ahahaha. Like it feels so fantastic to finally met these girl who have exactly the same kind of man preference with me. Opps... tenang-tenang. Saya gak berminat pada Subleki dan Sujaki kok, sumpah! huehehehe.
Atau bukan cuma kepala saya yang keras (keras kepala maksudnyah--sumpah, saya gak bangga kok jadi orang yang keras kepala). Juga merasa lega bahwa ada yang lebih bandel daripada saya (jadinya saya jelas bukan orang yang paling bandel sedunia:D).
Ah. Saya berterima kasih pada arsitektur sudah mengenalkan saya pada mereka. Betapa saya makin mencintai profesi saya karena sudah mempertemukan saya pada orang-orang hebat. Yang berani menatap hari dengan kepala tegak. Terbenam namun dengan cepat bangkit lagi. Such an interesting way to learn how to life.
Saya tidak tahu kemana Tuhan akan membawa saya, juga tak tahu apakah saya bisa bertemu mereka lagi. Tetapi, ketika nanti saya tak mampu menatap mentari dengan tubuh tegak, saya jelas akan mengingat mereka.
Tiba-tiba teringat kutipan dari kenalan saya yang juga arsitek. "We are rare breeds!". Ahahaha *miris
ps. Jadi, piza kita berikutnya, mau dibakar pakai bensin atau spiritus nih?
ps2. pic by gita. driven by kadek. Piza Cepat. Jl Teuku Umar, Bali.

4 komentar:
hihi.. perkumpulan pembangkang imigran jogja ^^'
huwaa sbentar lagi anggota wanitanya tinggal satu. memang sudah saatnya kita membuka cabang dimana-mana dex. ha..ha...ha...
wedew...kutunggu kalian di surabaya...kita cari pizza mimpes:p hehehe
wondering about that 'rare breeds' things...ahahahaha...seems familiar...
@kadek n gita...wktu aku di ubud kalian sibuuk sepertinya..:((
Posting Komentar