Kamu tahu berapakah umur sebuah ide itu?
Cuma seayunan tangan. Satu gelengan kepala. Satu kernyitan dahi. Satu kerjapan mata dalam diam.
Kadang satu dering telepon. Satu pergantian lagu baru playlist. Satu suara ketel mendidih. Satu ketukan pintu.
Bisa juga satu lirikan ke buku dengan halaman berwarna. Satu sandungan tak sengaja ke dvd baru. Satu tumbukan tangan terhadap rubik.
Satu kali suara perut yang lapar. Satu kali rasa kantuk hinggap di mata. Satu kali rasa pusing menyerang kepala.
Satu detik saja rasa malas berpikir, malas menganalisa, malas menulis, malas membuat sketsa, malas melihat.
Haihai. Sependek itu saja ternyata. Maka hati-hati. Karena gampang sekali sebuah ide terkubur dalam-dalam selamanya.
Saya lebih memilih menjadi tukang kubur mayat daripada tukang kubur ide.
16.4.09
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

2 komentar:
separah itukah?
tergantung kan?
tergantung siapa (kayak apa) si anak (ide) dan si ibu (realisatornya)..
ide jahat? ya jelas butuh dikubur secapatnya..
ide gak penting, telantarin aja.. :P (tp disimpen biasanya lebih baik, buat pelengkap ide2 dimasa depan ~semacam buat cadangan organ gitu :P~)
ide bagus, si ibu harus mati2an menjaga, memberi makan, dan membesarkannya..
bahkan sebenarnya ide biasa pun, kalau dipertahankan bisa berubah jadi kenyataan yg membahagiakan..
semuanya tergantung..
tergantung pada pribadi masing2
nek bingung, istikharah..lah iki opo tho :P LOL
yak betul tergantung pribadi masing-masing. Masalahnya kemudian adalah, atma, kita hidup di dunia yang sangat sangat sangat skeptikal terhadap sebuah ide. dimana apapun reaksi manusia terhadap sebuah ide, reaksi itu punya kecenderungan untuk membunuh ide itu, bahkan sebelum ide itu sempat diklasifikasikan menjadi ide jahat, ide gak penting atau ide bagus. ingat Galileo dan Van Gogh??(beruntung Karl May masih hidup kala idenya mulai mendapat dukungan dari dunia). Jadi saya sebenarnya juga bertanggung jawab terhadap mati hidupnya ide orang yang mengemukakan idenya pada saya, misalnya.
ho oh. mungkin lebih baik saya istikharah saja dulu. tapi kok saya jadi bingung. yang di-istikharah-in ki opo?? LOL (Laugh Out Louder)
Posting Komentar