Acara lancong pagi hari pun berlanjut. Ke dekat-dekat rumah saja. Maklum lagi kere. Hiks! Pilihan pun ditetapkan. To the famously creepy Sangeh Forest! Saya pernah melewati pinggir hutan ini dan terpesona dengan rimbunnya pepohonan pala yang ada. Tapi, mengingat sudah bisa dipastikan betapa ramainya tempat ini karena terhitung terkenal, maka Hutan Sangeh tak pernah tercantum dalam daftar acara jalan-jalan saya. Sampai hari ini.
Kami sampai dengan status sebagai pengunjung paling pertama dan menjadi penyebab petugas terpaksa membuka loket tiket. Sampai satu setengah jam kemudian keberadaan kami di tempat ini, kami tidak bertemu satu pun pengunjung lain! Hahaha.
Sebenarnya, adalah sebuah kewajiban untuk berjalan-jalan didalam hutan penuh monyet ini dengan ditemani pemandu, mengingat monyet-monyet disini sedikit agresif. Tapi saya berhasil membuat si pemandu untuk meninggalkan kami dengan hanya bertanya satu pertanyaan saja:”Memangnya harus ya semua pengunjung ditemani guide??”. Beliau langsung balik badan meninggalkan saya yang terbengong-bengong sambil berpesan: ‘Jangan pegang-pegang monyet ya!’.
Memangnya mau pegang monyet yang mana, Pak?! Masih jam lapan pagi. Fakta menunjukkan bahwa monyet-monyet pemalas masih tidur di atas pohon. Jadilah kami sebagai si penguasa hutan. Hehehe. Untunglah tidak ada orang lain. Kalau ada pasti mereka akan terheran-heran melihat betapa narsisnya kami dengan kamera. Motret muka sendiri tentu saja. Who cares about the monkeys, ahaha:)).
Jadi, bisa dikatakan bahwa, yang hobi bangun siang itu tidak ada bedanya dengan monyet-monyet. Huahaha. Untung hari ini saya bangun pagi :D

Tidak ada komentar:
Posting Komentar