Saya sedang bertanya-tanya. Would people ever take me seriously?
Soalnya, pria yang naksir saya dan sudah saya tolak dengan kata-kata baik-baik, sepertinya engga merasa ditolak dan kekeuh tetep pedekate. Lalu, waktu saya bilang ke pria yang saya taksir bahwa saya naksir dia, eh responnya cuma ketawa-ketiwi saja. Kejadian selanjutnya, waktu saya mengajak steve tos tangan setelah dia menyeru bahwa dia stress, maka rekan saya itu cuma melengos dengan tampang ga percaya bahwa saya juga stres. Atau juga Naomi yang ga percaya waktu suatu saat lalu saya pernah bilang bahwa saya akan menghabiskan lebih banyak waktu akhir pekan di rumah saja. (Dan ternyata memang menjadi cita-cita ketinggian untuk saya!:D)
Sepertinya lebih baik saya berganti profesi saja. Jadi pelawak. Wekekekeke.
Oh,anyway let me bold it that I didn’t make this story’s up. Just to make sure that you, reader, take me seriously.
22.4.09
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

9 komentar:
mungkin mukamu ga pernah serius..
bilang stress sambil ketawa2, dikira seneng kali.. eh klo sambil ketawa2 malah beneran stress yak.. wah coba hubungi psikiater terdekat..
klo dah jd pelawak bilang2 yak..
engga. waktu saya mengajak steve tos, saya engga ketawa dan jelas engga bisa ketawa (lha wong si bos cuma beberapa meter dari saya). waktu saya bilang ke naomi, nada saya juga serius. soalnya waktu itu saya sedang cari-cari alasan biar saya ga usah ikut ke puncak gunung agung saat musim hujan badai. lalu, waktu saya semacam menolak pria yang naksir saya itu, saya yakin di muka saya ini yang terpasang adalah tampang bingung.
Tapi, memang iya, saya bilang ke pria yang saya taksir bahwa saya naksir dia itu sambil ketawa-ketiwi. Habis, saya juga ga habis pikir. Kok bisa ya?? Kayaknya dia ngejampi-jampiin saya deh. hehehe V^.^
Btw. saya sekarang berubah pikiran. kayaknya saya mau jadi komedian saja. Sepertinya profesi itu lebih serius.
wah, boljug tuh jampi2nya.. tolong mintain resepnya dong.. barangkali luna maya bisa di gaet.. :))
btw, salut deh bisa bilang ke pria itu klo dirimu naksir dia...
iya. saya juga baru mau minta kok. sapa tau saya juga bisa ngegaet erick changchuters :))
dan ho-oh. saya juga salut sama diri saya sendiri. saya memang keren ya?? *halah
steve tos ta?
hemmm..kayak nama snack...
seriuosly...
iya deh. nanti saya bilang ke ayahnya steve. *seriously
lha... ngomongnya sambil cengar cengir. jadi dikirain bercanda. still, that was damn brave, Wak!!! edaaaaaan... nek ra karo bojoku dhewe ketok e aku ra wani Wak.
8 thumps up for you. (Yang 4 thumbs, nyicil dulu!)
saya cuma sedang belajar jujur saja, dy. jujur itu selalu menyenangkan. apapun konsekuensinya. *terdengar-seperti-kampanye-anti-kkn
lagipula kalo ngomongnya sambil nangis-nangis, kan susah jadinya. harus donlot pilem korea dulu. nonton berapa seri. ya kalo pas dapet yang bisa bikin nangis. kalo engga, kan repot harus donlot2 lagi plus nonton lagi. mana provider ga ada yang beres. to? ;)
Hidup Jujur!! Walaupun untuk beberapa kasus, saya penganut white lie rulezzzz!!
ah, nggak perlu film korea yang berepisode2, nonton aja pilem2 india, KKHH, Mann, Ghajani... well, skip the songs, and there you are.. :P
well, in my case, perasaan2 yang tidak terucap itu, after sometime, seemed so irrelevant. (lha iyalah irrelevant, orang nggak jadi.)
*siyul2 lagunya Wali* =))
Posting Komentar