26.12.08

makan gak makan, kumpul!


Di desa saya ada spot yang bernama Petulu. Disini adalah tempat para bangau putih membuat sarang di atas pohon. Mulai dari menjelang maghrib hingga subuh, para bangau berkumpul di sini

Kami datang satu jam menjelang maghrib. Saya menduga bangau-bangau dari seluruh penjuru Ubud dan sekitarnya itu sedang arisan. Soalnya berisik sekali, persis seperti teman-teman ibu saya saat datang arisan di rumah. Banyak juga bangau yang masih berseliweran, pindah pohon sini-pindah pohon sana. Persiiis banget sama ibu-ibu itu. :D (Peace, mom!). Atau mungkin mereka semua sedang sidang umum untuk mengegolkan undang-undang perbangauan? Ah tidak mungkin..sidang umum DPR saja sepi-sepi saja… . Jadi bisa dipastikan, burung-burung itu sedang arisan.

Sepanjang jalan, yang entah berujung dimana, bangau-bangau bersarang. Untung letak pohon yang dijadikan sarang tidak berdekatan. Jadi saya tidak perlu berlari jauh. Maksudnya, saya berlari karena saya engga mau ketiban kotoran burung yang udah mirip hujan peluru saja di bawah pohon-pohon itu. Berbeda dengan Gita yang pasrah begitu saja. Katanya, kalau sudah waktunya kena (kotoran burung), mau berlari pun tetap kena (kotoran burung). Aaah pokoknya saya tidak boleh terkena kotoran, stok baju saya sudah sangat tipis sekali, belum nyuci…..

Dan saya berhasil! Badan saya sehat, pakaian pun tetap bersih dari kotoran bangau, tapi tetep bau keringat, huahaha

Ngomong2, kok bangau bersarang di atas pohon sih? Bukankah mereka tinggal di rawa-rawa seperti yang ada di tivi-tivi itu?

2 komentar:

sunett mengatakan...

i love the pic...

Anonim mengatakan...

terima kasih banyak, Dyan Garnetta! :)