Saya sih suka mendengarkan musik, cuma ga hobi beli CD (hehehe yang gratisan aja bertebaran). Tapi malam ini saya sedang bosan dengan koleksi lagu saya. Juga malas mendonlot lewat jaringan internet saya yang sepertinya makin lama makin lambat saja. Sekalian keluar, saya mampir ke toko tersebut. CD incaran saya tak juga ditemukan. Dan di bagian CD 30ribuan tersebut cuma ada rekaman2 lama saja. Wah kayaknya asik ni dengerin lagu2 lama. So what do you feel like listening tonight?? Something half beat-half slow i guess. Pilihan saya : A Funk Odyssey milik Jamiroquai, In Deep nya Tina Arena (uh uh jaman SD banget siii), dan Highly Evolved dari The Vines. Not bad, u get 3 CD for one CD price. Penasaran, saya tanya kenapa harganya bisa lebih murah, padahal saya menemukan CD yang sama di tumpukan CD non diskon. Ternyata, kata mbak penjaga, CD2 yang dijual murah ini didapat dari toko CD sebelah yang sudah bangkrut. Konsep yang aneh untuk menjual CD yang sama dengan harga yang jauh berbeda. Toh CD2nya juga masih dalam kondisi bagus. Saya juga jadi berpikir tentang kebangkrutan toko sebelah itu (Di Ubud sangat biasa melihat satu toko tutup dan dengan cepatnya digantikan oleh toko yang lain) ,kota sekecil ini mugkin sudah berada dalam titik jenuh untuk dibanjiri toko2 yang menjual merk kelas internasional, termasuk CD2 impor ini tadi. 7 same store on less than 2kmsquare area. Sebuah pemaksaan. But, what the hell, all store in Ubud sell pretty much the same thing.
Ah sudahlah. Saya cuma berharap akan ada lagi toko CD yang bangkrut... lho???... maksutnya biar saya bisa dapat CD2 dengan harga miring lagi gitu....;p

Tidak ada komentar:
Posting Komentar