Saya datang ke Mataram tepat pada hari baik untuk melakukan arak-arakan pengembalian pengantin wanita ke rumah orang tuanya yang kalau secara pribadi saya bahasakan “Hey mates! Your daughter is mine now! There’s nothing you can do anymore to separate us” :D. Sesorean itu saja saya bertemu empat arak-arakan panjang yang membuat macet jalanan.

Para penari di depan gendang belig

Awalnya saya pikir ini peti mati, ternyata rumah2an,
simbol apa yang akan diberikan kepada pengantin wanita
Saya langsung tengok sana-tengok sini. Kali-kali aja ada pria Lombok tampan yang mau menculik saya….pletak!!...aduuh siapa si yang tega-teganya pentung saya..
ps. All pics taken by Naomi

2 komentar:
heran deh. tradisi ini maunya romantis, tapi kok malah nggilani.. hi hi hi
kesannya kok maksa gitu sama keluarga yang cewek. hayooo... anak wedokmu wis dak culik, wis, dikekno aku wae.
kyaaaaaaaaaa... tattuttt mau ke lombok lagi.
hari gini kayaknya jadi sekedar tradisi doank. engga diculik beneran... walau emm kayaknya lucu juga *ngebayangin sondre lerche jadi pria lombok
Posting Komentar