16.12.08

Tikusnya Beni??

Sabtu lalu saya menyempatkan diri datang ke launching buku barunya Beni&Mice berjudul Lost In Bali di Museum Kartun. Bukunya sendiri tidak terlalu wow buat saya, karena yang disampaikan lebih dalam bentuk deskripsi sosial yang menurut saya biasa saja. Mungkin juga lebih karena apa yang disampaikan dalam buku itu adalah hal yang tak terlalu baru bagi saya yang sudah setahun lebih mengenal Bali. Saya masih lebih suka komik strip mereka di kompas. Lebih cerdas.

ki-ka: Rangda (tapi kok ga serem yak?), 
Dian Ina, Om Mice, Om Beni, Tyas, Okta

What happened on the event? Yah liat saja karikatur saya. Dian Ina yang heboh langsung ngeborong semua buku mereka. Tyas yang terkagum-kagum ketemu orang terkenal. Saya? Dengan bodohnya meminta tanda tangan di halaman 22. Habis, saya banget gitu loh :D

Melihat Mice menggambar karakternya dalam sekali coret saja. Wow! Dua puluh tahun adalah waktu yang mereka perlukan untuk sampai titik ini, titik untuk meledakkan karya mereka. Sesuai kata guru saya : “There’s no shorcut!” (saya: Masa sii??:p).

Baiklah. Kalau begitu saya nikmati saja saat ini.

Tyas, sudah terbukti kan kalau saya engga angin2an…. 

2 komentar:

atma mengatakan...

tetep masih belum tersaingi oleh mereka, karya mereka yang dikumpulkan di yang bercover kasir kamar mandi umum yang menerima pembayaran pake visa, kalo menurutku sih ^_^.
anywe, tetep penasaran pengen baca yang terbaru ini :P...

Anonim mengatakan...

wah, saya belom baca yang itu. bolehpinjam? bolehpinjam? bolehpinjam? :D