Bali memang surga anjing. Anjing-anjing dapat ditemui dimana2. Banyak anjing-anjing ras yang dipelihara tapi banyak pula anjing2 liar tanpa pemilik yang berkeliaran di tengah jalan raya. Saya pernah tak sengaja melindas salah satu di antaranya. Habisnya dia malah mendekat ke motor yang saya kendarai sih! Ajaibnya dia masih hidup dan ajaibnya pula saya tidak jatuh dari motor. Ketika saya datangi orang yang saya pikir pemilik anjing itu dengan maksud untuk bertanggung jawab terhadap anjingnya, beliau malah lebih mengkhawatirkan saya daripada anjingnya. Maka walau terdengar si anjing ber’kaing-kaing’ kesakitan dari dalam rumah, kala itu saya pun bisa dengan cueknya pergi dari tempat kejadian perkara.
Tidak mau dekat2 anjing adalah pertimbangan saya untuk tidak hidup di Bali. Tapi ternyata manusia bisa beradapatasi juga. Itu kesimpulan saya ketika hari ini mengantarkan teman saya berkeliling kota.
Teman yang baru saja menginjakkan kaki di Bali ini takut dengan anjing, atau tepatnya tidak terbiasa dengan anjing. Maka ketika ada anjing menggonggong dan mengejar motor yang kami kendarai (beneran!banyak anjing sakit jiwa mengejar2 motor di bali ini!), sampai berjam2 kemudian pun dia masih dag dig dug. Pun ketika ada anjing yang sekedar mendekati, dia langsung berkata2 dengan nada ketakutan.
Sedangkan saya, sudah tidak sepenakut dulu lagi. Kalau ada anjing mendekat, langsung deh saya hentakkan kaki, si anjing pun mundur. Hihihi saya harus berterimakasih pada Mocca. Si golden retriever tampan ini! Karena tampang bodohnya, juga gampangnya dia untuk diusir dengan hanya menggeser kursi saja, juga kemalasannya (kerjaannya tiap hari tiduuur mlulu, makanya jadi ndut!), saya merasa menjadi makhluk superior di atas anjing-anjing bergigi tajam. (Memang sih, Mocca cuma golden, jenis yang penurut, tapi saya pernah kok survive dari rotweiler yang diikat hahaha). Jadi ngikik sendiri kalau teringat tampang i-think-he’s-licking-my-feet di wajah ketakutan saya saat pertama kali bertemu dia.Jadi sekarang kalau dikejar dan digonggongin anjing, saya akan merasa kasihan pada anjing2 itu. Mau ngomong : ‘Hey cantik! Aku ngefans padamu! Tunggu akuuuuuuu!’ saja ga bisa. Keluarnya cuma ‘guk!guk guk!guk guk guk! guk!. Kasihan..
(Habis ini mungkin adik saya akan sms ke persatuan anjing2 seluruh bali. Isinya: ‘Hati2 semua, Ada penyakit oktagila!’)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar