31.12.08

keriting-keriting di senggigi

Beda pantai, beda jualannya. Di Senggigi, yang saya curigai sedang mengalami penurunan kualitas pantai karena pasirnya yang sudah mulai menghitam, warung-warung pinggir pantainya berjualan sate sapi.

Tadinya saya merasa aneh, sate sapi?? Setelah menghabiskan beberapa jam berikutnya di Lombok, saya baru maklum. Kalau yang berkeliaran di sepanjang jalan di Bali adalah anjing, maka yang berkeliaran di sepanjang jalan di Lombok adalah SAPI!

Lima belas ribu satu porsi. Lontongnya yang panjang engga dipotong-potong oleh si penjual, jadi sistem memakannya melibatkan kegiatan mengupas pembungkus dari daun kelapanya lebih dahulu, baru kemudian di cocol-cocol ke dalam bumbu sate. Tangan kanan pegang sate, tangan kiri pegang si sticky rice.

Makan sate di senggigi membuat saya merasa seperti menjadi mbak2 salon yang membuka rol-rol rambut pelanggannya. Daun kelapanya jadi keriting-keriting begitu. Tapi sumpah sodara-sodara, bukan saya pengumpul daun kelapa keriting terbanyak pagi itu!

4 komentar:

Anonim mengatakan...

senggigi emang dari sononya pasirnya item kali Non... mana ada kata2 "mulai menghitam".. ke kuta lombok ga?

Anonim mengatakan...

emm...menurut orang yang pernah menghabiskan masa mudanya dengan bermain-main di pantai itu, senggigi dulunya putih bersih...makanya senggigi jadi terkenal....

iye mampir bentar. Kuta biasa aja kaan??rame...

Anonim mengatakan...

wah yg bener? ga percaya gw.. :p ato emang ada yg ngambilin pasir putihnya dibawa ke gili trawangan Ta? klo mau yg bagus dari kuta ketimur dikit.. :D masih sepi, dan bagus.. klo kutanya emang lumayan rame..

Anonim mengatakan...

Salah tik! yang benar adalah ada yang menumpahkan cat air warna hitam di Senggigi, jadi pasirnya berubah jadi warna item. Trus yang dibawa ke Trawangan adalah sampahnya, maka karangnya jadi kotor...

*sediih